
Tentunya sebagai seorang sahabat, Ricko merasa sangat bahagia jika Liam sudah kembali seperti semula. Dia merasa kasihan saat melihat Liam yang sangat kesulitan dalam hal ekonomi dan hanya sering memakan mie instan saja, meskipun sebenarnya dialah yang harus mengasihani dirinya sendiri. Namun Ricko juga ikut sedih melihat sahabatnya yang biasanya ceria dan suka membantu sesama karena hidupnya bergelimang harta, tiba - tiba dia menjadi orang yang pemurung dan selalu memusingkan masalah ekonomi.
Sejujurnya Ricko selama ini sangat merindukan dimana Liam memamerkan beberapa barang yang baru saja dia beli kepadanya seperti saat setelah membeli motor sport, mobil sport, dan mainan action figure. Terkadang Ricko juga sering dibuat tertawa oleh cerita Liam saat dirinya habis dimarahi oleh Mrs Robinson karena baru saja membeli mob baru, dengan alasan basement rumahnya sudah semakin penuh.
Yupss Mrs Robinson sering memarahi Liam saat dia baru saja membeli mobil baru, karena memang Liam sangat hobi sekali mengoleksi beberapa mobil mewah maupun motor dan tentunya membeli dengan uang yang halal. Bukan pamer barang - barang mewah dan liburan ke luar negeri namun ternyata dengan hasil uang haram, karena Liam tidak pernah pamer seperti itu di sosial media meskipun uangnya hasil dari kerja yang halal.
"Sejujurnya aku sangat merindukanmu Liam," ucap Ricko menepuk bahunya.
"Apa yang kamu rindukan dariku heum?"
"Kebiasaan pamermu setelah membeli mobil ataupun motor baru hahaha."
"Hadehh si anjir, aku baru saja service motor kesayanganku dan belum ada niatan beli mobil baru."
Ricko tertawa.
"Hahaha habis motor sportmu dan besar itu? memangnya habis berapa?"
"Iya, ya taulah habis berapa apalagi sudah lama tidak dipakai hufftt."
"Kenapa tidak beli yang baru? biasanya lecet sedikit beli baru?"
"Malas, aku sudah sayang dengan motor itu karena memiliki banyak kenangan apalagi sekarang tarikannya semakin ringan."
"Iya juga sih, asalkan tidak dipakai kebut - kebutan lagi seperti dulu."
"Iya sudah tidak kok."
"Vespamu masih kamu pakai?"
"Masih, kenapa memangnya? apa kamu ingin membelinya?"
"Tidak, aku hanya menanyakannya saja."
"Aku naik vespa kalau sedang pergi bersama Jane karena dia ribet mencari tempat untuk pijakan jika aku naik motor sport ku."
"Oh begitu."
"Tapi jangan remehkan vespaku, karena meskipun begitu dia dulu sangat kuat aku ajak pergi ke Dieng hahaha."
"Iya sih keren, pasti sudah kamu modif kan?"
"Belum waktu itu masih baru, setelah aku dibelikan oleh Jane eh sekitar 2 hari kemudian langsung aku test drive pergi ke Dieng."
"Wuihh test drive vespa langsung ke Dieng."
"Yoii hahaha, Jane yang ingin liburan kesana waktu itu dan dulu sampai aku ajak hujan - hujanan juga hahaha."
"Hahaha romantis sekali, seperti Dilan dan Milea."
__ADS_1
"Hahaha kamu nanya model rambutku ini apa? ku kasih tahu ya, model rambut aku ini cepmek."
Ricko semakin dibuat tertawa oleh ucapan Liam.
"Itumah Dilan kw asli Bojong Gede."
"Oh iya ya hahaha."
"Silahkan diminum dulu Ricko dan Gita," ucap Jane.
"Eh iya terima kasih Jane."
"Sama - sama Gita."
"Daddy!!" teriak Ace berlari menghampiri Liam.
"Kenapa Ace?" tanya Liam menggendong Ace ke pangkuannya.
"Katanya sebentar lagi Ibra akan berulangtahun, jadi saat giliran aku ulang tahun besok ingin mobil baru."
"Ingin mobil - mobilan ya Ace?" tanya Gita.
Ace menggeleng.
"Bukan tante, Ace ingin mobil sungguhan seperti milik daddy."
Sontak hal itu membuat Gita dan Ricko merasa terkejut.
"Mudah - mudahan saja tidak Ric, tapi aku tidak tahu juga."
"Nah Ace, ayo minta mobil yang banyak karena daddy kamu mempunyai banyak mobil."
"Heh Ric, jangan begitu!"
"Ayolah dad, berikan aku salah satu mobil milik daddy."
"Nope kamu masih kecil, kalau besok sudah besar baru boleh mengendarai mobil."
"Ya sudah," ucapnya cemberut.
"Ya sudah sana main dengan Ibra lagi."
"Sebentar."
Bukannya langsung pergi untuk bermain dengan Ibra, Ace justru bergelendotan di tubuh Liam sembari menjambak - jambak rambutnya dan sesekali dia menepuk - nepuk pipi Liam untuk mencari kumisnya yang seperti dulu. Tingkah Ace itu membuat mereka bertiga tertawa, akan tetapi justru membuat Liam merasa geram. Liam kemudian melepaskan Ace secara terpaksa agar dia bisa pergi namun justru pegangan Ace semakin kuat hingga sulit sekali dilepas.
"Ihh daddy sakit kalau kamu seperti itu."
"Huwaaa aku tidak mau lepas dari daddy," ucapnya merengek.
__ADS_1
"Kamu tidak malu dilihat oleh Ibra heum? Ibra jangan mau temenan dengan anak cengeng ya," ucap Liam mencubit pipi chubby Ace.
"Huwaaa daddy nakal."
"Kamunya yang nakal kok malah menyalahkan daddy."
Ibra hanya terdiam melihat tingkah Ace yang seperti itu sembari memakan kue.
"Ibra makan apa?" tanya Ace.
"Kue, kamu mau?"
Ace mengangguk.
"Aku mau kue," ucapnya yang langsung turun dari gendongan Liam.
"Ini, ayo kita makan disana saja."
"Nee," ucapnya yang langsung melenggang pergi ke luar bersama Ibra.
Ace dan Ibra lalu duduk di teras rumah sembari memakan kue tersebut. Setelah mereka menghabiskannya, mereka berdua kemudian berjalan - jalan di sekitar halaman rumahnya dan tentunya diawasi oleh Pak Kang. Sekarang semenjak Jane memiliki seorang anak, Pak Kang tugasnya bertambah menjadi baby sister karena memang Jane yang enggan mencari seorang baby sister untuk menjaga Ace. Sejujurnya Jane juga tidak pernah sekalipun menyuruh Pak Kang untuk menjaga Ace, dan justru Pak Kang sendirilah yang menginginkannya karena dia sudah sangat dekat dengan keluarga Jane.
"Hei jangan terlalu dekat dengan kolam ikan!!" teriak Pak Kang memperingatkan mereka berdua.
"Memangnya kenapa Pak Kang?" tanya Ace.
"Nanti tuan muda akan tercebur ke dalam kolam jika terlalu dekat."
"Kalau tercebur ke dalam kolam nanti aku akan dimakan oleh ikan?" tanyanya lagi.
"Iya, jadi tuan muda Ace dan temannya jangan dekat - dekat dengan kolam ikan ya?"
"Siapp Pak Kang!!" ucap mereka berdua serempak.
"Lebih baik main di sana saja."
"Ace, besok kamu akan datang kan ke acara ulang tahunku?"
"Tentu saja, mana mungkin aku tidak datang. Apakah disana nanti akan banyak kue dan hadiah juga, sama seperti acara ulang tahunku waktu itu?"
Ibra mengangguk.
"Tentu saja, kalau perlu aku akan memberikan separuh kue milikku untukmu."
"Tidak perlu, kamu makan saja semuanya."
"Ya sudah."
Mereka berdua lalu bermain kejar - kejaran di halaman rumah. Halaman rumah Liam sangatlah terang seperti stadion jadi mereka berdua bisa bermain disana kapan saja, dan tidak takut oleh kegelapan. 30 menit kemudian Ace sudah berada di kamarnya dan bersiap untuk tidur. Liam kemudian menghampiri Ace untuk menceritakannya dongeng sebelum tidur, dan setelah dia tertidur barulah Liam pergi ke kamarnya untuk tidur.
__ADS_1
"Mari hubby kita tidur."
"Hmm."