Dear Ace

Dear Ace
#54 Kebun Binatang 2


__ADS_3

Ace lalu meletakkan kura - kura itu kembali ke kolam, dan dia hanya diam memperhatikan semua ikan yang sedang berenang di dalam kolam. Sesekali Ace menceburkan tangannya ke dalam kolam dengan niatan ingin menangkap ikan namun dia tidak berhasil untuk menangkapnya karena sangat sulit. Jane menggandeng tangan Liam sembari memperhatikan tingkah putra kecilnya itu yang sedang berinteraksi dengan ikan. Setelah puas melihat ikan, Ace lalu mengajak kedua orang tuanya untuk melihat hal lain. Mereka bertiga berjalan - jalan menyusuri jalanan sembari melihat beberapa koleksi hewan yang berada di kebun binatang.


Liam lalu mengajak Ace untuk menunggangi gajah, karena ternyata itu bisa disewa. Awalnya Ace merasa takut namun karena dia merasa penasaran akhirnya Ace menyetujui ajakan Liam, dan Liam langsung membawanya untuk menunggangi gajah. Jane yang berada di tepi lalu mengambil handphone miliknya di saku untuk mengambil gambar mereka berdua, dan sesekali dia juga mengambil vidio mereka saat menunggangi gajah.


Namun tiba - tiba saja Jane menjadi sangat bimbang setelah mendengar permintaan dari Simon untuk menceraikan suaminya. Sejujurnya Jane sangat ingin selalu mengalami moment seperti ini, saat dia dan keluarga kecilnya berlibur bersama dengan bahagia. Jika Jane menceraikan Liam, otomatis dia akan kehilangan semua moment berharga ini sehingga itu membuatnya mengurungkan niat untuk menceraikan Liam.


Jane masih sangat menyanyangi Liam, akan tetapi disisi lain Simon bisa memperlakukan dirinya seperti yanh diinginkan olehnya. Sedari dulu Jane sangat ingin diperlakukan romantis oleh suaminya namun Liam bukanlah pria yang romantis, sehingga dia sangat jarang mendapatkan perlakuan seperti itu. Berbeda dengan Simon yang selalu memperlakukannya dengan sangat romantis dan lain sebagainya. Tiba - tiba saja Liam membuyarkan lamunan Jane.


"Eh kenapa melamun sayang?" tanya Liam merangkul punggung Jane.


"Eh kamu tadi memanggilku dengan sebutan apa?" tanyanya memastikan.


"Sayang, memangnya ada yang salah ya dengan panggilan itu?"


"Ti-tidak, tumben sekali kamu memanggilku begitu."


"Lho sedari dulu aku sering memanggilmu dengan sebutan itu namun mungkin saja kamu lupa."


"Mmm iya sih sepertinya begitu hehe," ucapnya sembari tertawa canggung.


Liam lalu mendudukkan Ace ke strollernya, dan setelah itu dia mencium rambut Jane sembari mengusapnya. Sontak hal tersebut membuat Jane merasa terkejut dengan perlakuan Liam yang seperti itu, apalagi mereka berdua saat ini sedang berada di tempat umum.


"Sayang, kok melamun lagi?" tanya Liam.


"Eh i-iya hubby, kita lanjutkan perjalanan melihat hewan lainnya."


"Okay."


Mereka bertiga saat ini sedang memasuki sebuah kawasan tempat penangkaran burung. Banyak berbagai jenis burung yang berterbangam bebas di sana, dan hal itu membuat Ace sangat senang karena burung itu bewarna - warni.


"Wah hubby, semua burungnya bagus ya?"


Liam lalu berbisik di telinga Jane.


"Bagus yang itu atau punyaku heum?" tanya Liam mulai menggoda.


Mendengar hal tersebut Jane langsung memukul Liam sembari tersipu malu.


"Ihh hubby ini apaan sih? aku bukan sedang membicarakan burung yang itu."


Liam tertawa.


"Hahaha jangan begitu, meskipun begini kan sudah ada hasilnya bukan? nih tuyul ini hasilnya."

__ADS_1


"Iya tau, tapi aku sedang ingin fokus melihat burung yang sedang berterbangan."


"Wahh daddy, eomma lihat burung yang itu sangat besar sekali!" teriak Ace sembari menunjuk ke arah burung elang.


"Iya ya, ternyata burung elang sebesar itu."


"Eh ada spot foto, ayo kita foto bersama disana."


Liam menghela nafasnya.


"Huffttt mulai deh, sepertinya tangan Jane akan gatal jika dia tidak menekan tombol foto."


"Ayo hubby cepat!!"


"Iya sayang, sabar."


Mereka bertiga mengambil banyak foto bersama sebagai kenang - kenangan, sekaligus ditempelkan di dinding dekat tangga bersama beberapa foto liburan lainnya. Setelah itu mereka beristirahat sebentar karena masih separuh perjalanan, dan Ace meminta minum susu. Jane mencari botol susu di dalam tas miliknya, dan setelah itu memberikannya kepada Ace.


"Ini hubby minum dulu, sepertinya kamu sangat haus sekali."


"Kamu duluan saja yang minum, aku nanti setelah kamu."


"Baik hubby."


"Sabar ya sayang, kita beristirahat sebentar dan setelah itu kita pergi mencari singa."


"Iya daddy, disini panas sekali."


"Jane, bawa kipas portable tidak?"


"Oh bawa hubby, ada di tasku."


Liam lalu mencari kipas di dalam tas, dan setelah itu dia memberikannya kepada Ace.


"Ini kipasnya, pegang sendiri ya?"


"Nee daddy."


"Jane, aku titip handphone dan dompetku di dalam tasmu saja ya? aku merasa risih menyimpannya di saku celanaku."


"Oh iya hubby, letakkan di dalam sana saja."


"Baru setengah perjalanan ternyata sangat melelahkan sekali," gumam Liam.

__ADS_1


Jane lalu mengambil tissue basah dan mengusapkannya ke wajah suaminya.


"Kamu terlihat sangat berkeringat sekali, ini membuatmu merasa sangat sejuk meskipun hanya sementara."


"Terima kasih sayang."


"Hmm wajah tampanmu ini membuatku merasa sangat gemas sekali denganmu."


"Memangnya gemas kenapa?"


"Gemas ingin mengigitmu."


"Waduh."


Jane menunjukkan tissue basah itu kepada Liam dan bekasnya ternyata sangat kotor sekali. Setelah itu mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari singa. Tiba - tiba saja Ace meminta Liam untuk menghentikan strollernya karena dia ingin melihat buaya. Begitu puas mengamatinya, Ace lalu mengajak Liam untuk masuk ke dalam bagian koleksi ular.


Saat masuk ke dalam, Jane langsung menggenggam erat tangan Liam karena dia merasa sangat takut dengan ular. 30 menit kemudian mereka bertiga akhirnya sampai di kamdang singa, dan seketika Ace merasa sangat bahagia karena bisa melihat singa secara langsung. 1 jam kemudian Ace saat ini sedang bermain - main di taman bermain yang berada di lingkungan kebun binatang.


"Aku sangat senang melihat Ace yang sudah bisa ceria seperti itu," ucap Jane bersandar di bahu Liam.


"Aku juga, dan asal kamu tahu bahwa aku ini juga sangat menyayangi Ace."


"Iya aku tahu hubby, apakah kamu juga menyayangiku?" tanyanya menatap Liam.


"Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak menyayamgi istriku sendiri yang merupakan belahan jiwaku."


"Aku juga menyayangimu hubby, dan aku ingin kita bisa liburan seperti ini lagi."


"Iya sayang, ya sudah aku ingin menyusul Ace."


"Daddy kemari! dorong aku nail ayunan."


"Iya sebentar."


Liam lalu mendorong ayunan Ace hingga membuat Ace tersenyum lebar. Masalahnya sedari dulu Ace sangat menginginkan hal seperti ini karena teman - temamnya yang selalu bercerita bahwa mereka bermain ayunan bersama ayahnya. 30 menit kemudian mereka bertiga lalu mencari rumah makan untuk makan siang, dan setelah itu pulang ke rumah.


"Hah akhirnya kita sampai juga di rumah," ucap Liam merebahkan tubuhnya disofa.


Ace lalu naik ke pelukan Liam.


"Daddy terima kasih sudah mengajakku pergi berjalan - jalan mengunjungi kebun binatang untuk melihat singa."


"Iya sama - sama, asalkan kamu tidak nakal maka daddy akan selalu menuruti keinginanmu."

__ADS_1


"Iya daddy."


__ADS_2