Dear Ace

Dear Ace
#82 Mencoba


__ADS_3

Meskipun kelihatannya Ace tidak suka dengan susu formula namun Jane tetap akan berusaha untuk membuat Ace suka dengan susu formulanya. Dalam beberapa bulan Ace sudah berusia 2 tahun dan tidak mungkin jika Jane terus memberikan ASI kepada Ace. Saat ini Ace terlihat sangat diam dan bahkan sepertinya dia akan kembali tertidur di pelukan Jane. Sesekali Jane mengusap rambut putranya yang bewarna golden brown itu sembari mencium pipinya yang chubby, seperti miliknya.


Melihat hal itu Liam merasa sangat senang karena itulah yang ingin dia lihat dari seorang Jane, dia ingin melihat sisi keibuan Jane yang membuat hatinya merasa damai. Namun sepertinya ini tidak akan berlangsung lama karena Simon terus mendesaknya untuk segera mengakhiri hubungan pernikahan dirinya dan juga Jane. Seandainya Liam tidak dalam kondisi lemah seperti saat ini, dia pasti akan cepat menyelesaikan semua ini dan hidup damai seperti dulu dengan kesendirian.


Jika itu benar - benar terjadi Liam akan pindah ke villa yang dia beli di Australia saat dirinya masih menjalin sebuah hubungan dengan seorang aktris cantik. Villa tersebut terletak di dekat pantai, jadi setiap bangun pagi pasti Liam akan langsung menatap pemandangan di sekitar pantai. Jane lalu mencium pipi Liam yang sedang melamun menatap ke arah balcony kamarnya, sehingga membuatnya sedikit terkejut.


"Kenapa melamun hubby?" tanya Jane menatap suaminya.


"Ah anu tidak ada apa - apa kok hehe."


"Oh. Ingin makan apa untuk makan siang heum?"


"Terserah kamu saja, yang paling penting aku ingin memakan masakanmu karena sudah lama aku tidak memakannya."


"Okay nanti aku akan memasak makanan kesukaanmu, bagaimana?"


"Memangnya masih ingat dengan makanan kesukaanku?"


"Masih dong, apa sih yang tidak ku ingat tentangmu hehe."


"Rasa susu kesukaanku, aku tidak suka rasa strawberry namun kamu memberikannya kepadaku."


"Ah itu aku fikir kamu sudah sedikit menyukai rasa strawberry makanya aku memberikannya kepadamu untuk dihabiskan."


"Aku masih belum menyukainya."


"Oh begitu."


Pandangan Liam langsung tertuju kepada Ace yang sudah tertidur pulas.


"Ace sangat menggemaskan saat dia tertidur maupun saat sedang melakukan eksperimen besarnya hahaha. Dia terlihat seperti seorang malaikat kecil yang selalu menyinari hari - hariku yang suram, dan aku sangat berterima kasih dengannya karena sudah bersedia hadir di dalam kehidupanku."


"Iya hubby benar. Aku merasa sangat bersalah karena terlalu sering memarahinya."


"Lagipula aneh juga kamu terlalu over memarahinya padahal dia hanyalah anak kecil, yang memang sedang dalam masanya bertingkah sangat aktif mengeksplore lingkungan sekitarnya."


"Maaf hubby habisnya aku masih merasa stress semenjak kepergianmu, jujur saja bahwa ternyata aku tidak bisa apa - apa tanpa kehadiranmu menemaniku mengurus Ace."


Liam mengusap rambut Jane dan mencium keningnya.


"Maafkan aku telah memperlakukanmu seperti itu."


"Hubby tolong berikan aku kesempatan kedua untuk berubah menjadi lebih baik lagi serta kembali merasakan dicintai olehmu seperti dulu. A-aku janji akan menjadi istri sekaligus ibu yang baik, asalkan kamu tidak mendesakku untuk pergi meninggalkanmu karena aku sangat tulus ingin menemani langkahmu saat suka maupun duka."


Liam tersenyum tipis.


"Baiklah mari kita coba menata semuanya dari awal, dan mari kita bersama - sama membesarkan Ace dengan tenaga kita sendiri."

__ADS_1


"Iya hubby," jawabnya tersenyum manis.


*Saat Siang hari.*


*Ting tong.* Bel rumah Liam berbunyi dan bibi langsung bergegas membukakan pintu utama.


"Eh nyonya besar dan tuan besar, mari silahkan masuk."


"Terima kasih Bi Ijah, bagaimana kerja disini? nyaman tidak?" tanya grandma.


"Nyaman nyonya besar, tuan muda Liam dan nona Jane memperlakukanku dengan sangat baik."


"Syukurlah kalau begitu."


Tiba - tiba saja Ace berlari menghampiri


"Bibi, aku ingin camilannya yang kemarin."


"Baik tuan muda, akan saya ambilkan sebentar."


"Mmm anda siapa?" tanya Ace bingung.


"Ini grandpa dan grandmanya daddy Ace, ayo beri salam."


"Nee bibi. Anyonghaseyo grandpa dan grandmanya daddy," ucap Ace menyapa mereka berdua dengan menunduk 90 derajat sesuai dengan yang diajarkan oleh Jane, dan itu merupakan berasal dari Korea.


"Ya ampun cicitku sudah besar rupanya, dahulu terakhir bertemu saat masih bayi."


"Hehe geli grandmanya daddy."


"Daddy dan eomma Ace kemana?" tanya grandpa.


"Mereka sedang ada di kamar grandpanya daddy."


"Ayo kita kesana," ajak grandma.


Mereka bertiga lalu pergi ke kamar utama untuk menemui cucunya yang tengah sakit, dan sesampainya di depan pintu Ace lalu mengetuk pintu kamar mereka berdua untuk meminta izin masuk. Meskipun masih sangat kecil namun Ace sudah diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuanya, maka tidak heran jika Ace menyapa seseorang yang lebih tua dengan menunduk 90 derajat sesuai dengan yang diajarkan oleh Jane. Liam juga mengajarkan beberapa hal yang harus dilakukan Ace termasuk pelajaran sopan santun lainnya, meskipun Liam belum lama bertemu dengan anaknya.


"Eh grandpa dan grandma mari silahkan masuk," ucap Jane setelah membuka pintunya.


"Bagaimana keadaanmu Liam?" tanya grandpa sedikit khawatir.


"Ya beginilah grandpa, masih sedikit perih jika digunakan untuk aktivitas lain."


"Ya sudah istirahat saja di atas ranjang sampai kamu benar - benar pulih sepenuhnya."


"Iya grandpa, Jane juga memintaku untuk diranjang saja dan jangan banyak bergerak dulu."

__ADS_1


"Iya Liam, cepatlah sembuh."


"Terima kasih grandpa."


"Ace anak kalian berdua semakin lucu saja," ucap grandma yang masih menggendong Ace.


"Iya grandma tapi sekarang dia sedang masanya sangat aktif sekali jadi sering berlarian kesana kemari," jawab Jane.


"Tidak apa - apa Jane, semua anak juga mengalami masa - masa seperti itu kok yang terpenting bagi kita mereka selalu sehat meskipun terkadang tingkahnya sedikit membuat kesal."


"Benar grandma, waktu itu Ace sakit saja aku merasa sedih karena biasanya melihat dia berlarian eh sekarang harus melihatnya terbaring lemas di atas ranjang."


"Iya sama seperti Liam, biasanya grandpa selalu lihat dia wara - wiri bermain skateboard ataupun mengendarai motornya eh sekarang aku haeus melihatnya terbaring di atas ranjang."


Jane mengusap rambut Liam.


"Benar grandpa."


"Ayo ikut grandma buyut ke Australia, mau tidak?"


"Ke Australia itu ditempatnya siapa?" tanya Ace bingung.


"Di tempatnya grandma dan grandpa buyut, nanti di rumah lihat singa."


"Ada dinosaurus tidak?"


"Tidak ada kalau dinosaurus."


"Lalu adanya apa selain singa?"


"Burung kakaktua dan burung beo. Kamu nanti bisa berlarian ke halaman rumah kalau kamu mau."


"Di Aussie halaman rumahnya lebih luas dari halaman rumah kita dan juga milik grandpa Kim maupun grandpa Robinson, jadi kamu bisa berlarian sepuasanya sampai kamu lelah apalagi banyak rumput hijaunya seperti di stadion."


"Benarkah daddy?"


"Iya sayang."


"Jane sudah pernah ke Australia ya?"


"Eh sepertinya belum grandpa."


"Lho masa belum?"


"Bukankah waktu itu tidak jadi karena kita berdua memilih stay di Korea saat mengandung Ace."


"Oh iya juga."

__ADS_1


__ADS_2