
Jane merasa bingung dengan sikap suaminya itu, dan kemudian dia mendekati suaminya yang sedang bersiap untuk tidur di sofa. Namun saat didekati olehnya, suaminya justru menghindar dan tidur dengan posisi membelakangi Jane. Kemudian dia duduk di sampingnya dan mengusap rambut suaminya karena merasa rindu sekali dengannya. Jane sangat rindu dengan canda tawa suaminya apalagi dia orangnya sangat humoris, apalagi dia dahulu selalu menceritakan berbagai cerita lelucon kepadanya saat harinya sedang buruk.
Setiap malam pasti mereka berdua selalu deeptalk dengannya untuk membicarakan mengenai tujuan mereka di masa depan, dan setiap hujan tiba pasti mereka makan mie bersama dalam satu mangkuk. Mereka berdua juga sering liburan ke berbagai tempat dan yang paling diingatnya adalah saat ketika mereka berdua honeymoon di beberapa negara. Paris, Swiss, Hawaii, serta Santorini adalah tujuan honeymoon mereka berdua waktu itu setelah menikah dan setiap negara memiliki cerita unik masing - masing.
Seperti waktu naik perahu di danau yang berada di Swiss mereka berdua dimarahi oleh seorang bapak - bapak pengemudi perahu karena mereka berdua selalu bertengkar hingga hampir jatuh ke danau, dan saat di Santorini mereka berdua pulang ke hotel dalam kondisi mabuk karena terlalu banyak minum. Itu sepenggal cerita dari kenangan mereka berdua dan masih banyak kenangan lainnya. Kenangan saat persalinan Ace juga serta tragedi di lift dan saat mereka berdua hampir kehilangan Ace karena Liam lebih memilih untul menyelamatkan Jane saat persalinan daripada memilih Ace.
"Hubby," panggil Jane lirih.
"Hmmm."
"Aku rindu denganmu namun kenapa kamu bersikap dingin seperti ini kepadaku?" tanya Jane memelas.
"Aku sedang lelah serta tidak mood untuk berbincang denganmu."
"Apa kamu tidak merindukanku heum? dahulu biasanya kamu selalu bermanja ria denganku namun sekarang kamu malah seperti ini?"
"Mungkin sudah berbeda, setelah kita berpisah cukup lama rasanya seperti sangat canggung."
"Mari kita coba perbaiki hubungan kita jika sudah seperti ini."
"Lain kali saja, aku sedang lelah."
"Bi-biar aku pijat tubuhmu."
"Terserah, yang penting ini bukan perintahku dan semua ini atas dasar kemauanmu sendiri."
Jane lalu memulai memijat kaki suaminya dan semakin lama Jane rasanya sangat mengantuk, sedangkan Liam sudah tertidur pulas sejak tadi. Saat Liam terbangun di pagi hari, dia mendapati bahwa istrinya itu sedang tertidur di bawah.
"Hufftt kenapa kamu selalu keras kepala seperti ini dan selalu ingin tetap bersama pria brengsek sepertiku sih? seharusnya kamu dan Ace bisa hidup bahagia dengan pria lain, dan bukan denganku yang tidak jelas seperti ini."
Liam kemudian menggendong Jane dan menidurkannya di atas ranjang.
"Tidurlah yang nyenyak my baby girl, sejujurnya aku juga sangat merindukanmu."
Setelah itu dia pergi mandi dan langsung keluar untuk menemui Ace.
*Ceklek.*
"Morning daddy," sapa Ace dengan wajahnya yang masih mengantuk.
"Morning, sudah bangun ternyata heum?"
"Sudah dong, ayo main bola bersamaku."
"Eh nanti sore saja ya? daddy hari ini harus kerja."
"Jadi tukang ojek lagi?"
"Nope, sekarang daddy kerja di cafe."
"Oh begitu."
"Kenapa heum? kamu malu punya daddy yang hanya kerja di cafe atau jadi tukang ojek?"
"Tidak, justru aku malu kalau tidak punya daddy nanti di ejek lagi seperti dulu."
"Oh, aku kira kamu begitu."
__ADS_1
"Aniyo, mmm gendong dad."
"Baiklah, sekalian mandi pagi?"
"Nee."
Liam lalu memandikan Ace dan setelah itu mereka berdua bermain sebentar sebelum Liam pergi bekerja di cafe.
"Daddy, aku ingin mandi dengan bebek sungguhan dan bukannya dengan bebek karet."
"Astaga mulai lagi," gumam Liam.
"Carikan aku bebek sungguhan dad!"
"Heh nanti bukannya bersih malah tambah kotor kalau kamu mandi bersama bebek sungguhan."
"Kenapa begitu dad?"
"Nanti otomatis bebeknya akan pup di bathtub, nanti kamu mau mandi dengan air pupnya bebek?"
"Ihhh tidak mau, jijik."
"Ya sudah mandi dengan bebek karet saja, besok daddy carikan teman baru untuk menemanimu mandi."
"Siapa?"
"Tidak tahu, kita lihat saja besok."
"Daddy katanya bisa membuat steak yang sangat lezat melebihi steak waktu itu ya?"
"Ti-tidak, memangnya aku pernah berkata seperti itu kepadamu?" tanya Liam berbohong.
"Iya mungkin saja begitu."
"Kalau begitu nanti aku ingin dibuatkan steak oleh daddy, kalau tidak mau ya sudah aku tidak mau makan malam."
"Hei siapa yang mengajarimu untuk seperti itu?"
"Tidak tahu."
Liam langsung memeluk Ace dan mencium pipinya yang chubby seperti milik ibunya.
"Eomma kemana dad?"
"Eomma masih tidur, dia sedang lelah."
"Oh begitu."
Tidak lama kemudian datanglah Mrs Robinson yang membawakan Liam secangkir kopi kesukaannya dan juga roti selai cokelat yang masih hangat karena baru saja dipanggang. Mrs Robinson sengaja menyiapkan itu semua karena dia sangat sayang sekali kepada putranya itu dan juga kedua anaknya yang lain meskipun mereka bertiga sangat nakal.
"Eh mom, kenapa repot - repot seperti ini?"
"Tidak repot sayang, lagipula tinggal kamu dan Ace yang belum sarapan."
"Terima kasih mom."
"Sama - sama sayang, mmm Jane kemana?"
__ADS_1
"Jane ada di kamarnya, dia masih tertidur."
"Oh begitu, ayo dimakan dulu."
"Baik mom."
Liam dan Ace lalu memakan roti selai itu dan tidak lama kemudian Jane datang menghampiri mereka yang sedang asyik berbincang di ruang tengah. Jane lalu mencium pipi Liam saat dia duduk di dekatnya.
"Sedang membicarakan apa, sepertinya sangat asyik sekali?" tanya Jane.
"Kita sedang membicarakan bebek karet," jawab Liam.
"Oh begitu."
"Ya sudah mom, aku berangkat kerja dulu."
"Oh iya hati - hati sayang."
"Ace, daddy tinggal kerja sebentar ya?"
"Iya, tapi nanti buatkan aku steak yang waktu itu pernah daddy janjikan kepadaku."
"Iya gampang."
Liam langsung pergi ke kantor, sedangkan Ace masih di ruang tengah untuk berbincang bersama ibu dan neneknya.
"Tadi daddy berkata apa saja denganmu?" tanya Jane penasaran.
"Daddy hanya berkata bahwa dia nanti akan memasakkan aku steak yang sangat lezat dan juga membelikan aku sebuah teman untuk mandi."
"Oh begitu, aku kira daddy membicarakan hal lain."
"Memangnya kenapa eomma? apa eomma dan daddy sedang bermusuhan?" tanyanya penasaran.
"Ti-tidak kami berdua baik - baik saja," jawab Jane berbohong."
"Oh aku kira daddy dan eomma sedang bermusuhan."
"Tidak sayang, mmm wanginya apakah kamu sudah mandi heum?"
"Sudah, daddy yang memandikan aku."
"Oh begitu, sudah sarapan?"
"Sudah, tadi dibuatkan sarapan oleh grandmom."
"Oh."
"Rosie kemana mom?" tanya Jane.
"Rosie sudah hampir selesai kuliahnya, jadi dia sedang sibuk - sibuknya."
"Oh begitu."
"Sepertinya sekarang Ace sudah semakin pintar ya rupanya?"
"Iya mom, dia juga anaknya banyak bertanya."
__ADS_1
"Benar, bahkan kemarin Liam sampai kewalahan menanggapi Ace."
"Oh begitu hahaha."