Dear Ace

Dear Ace
#65 Healing


__ADS_3

Liam lalu menggendong Ace ke kamar mandi dan memandikannya, lalu setelah itu mereka bertiga sarapan bersama sebelum pergi ke mall. Liam sekarang sudah kembali berpenampilan rapi seperti dulu. Saat ini dia sedang memakai kemeja lengan pendek warna putih, celana panjang warna cokelat muda, sepatu slip on, dan rambutnya yang klimis dengan potongan two block. Liam menyetir mobilnya dengan kecepatan standar dan sesekali dia berbincang dengan istri maupun anaknya.


45 menit kemudian mereka sudah sampai di mall, dan Liam menggendong Ace sembari melihat - lihat ke dalam mall serta memikirkan sebuah kado untuk Ibra. Banyak para karyawan maupun manager di setiap outlet menyapa Liam dan Jane, karena keluarganyalah yang memiliki mall tersebut. Selain memiliki beberapa hotel, restaurant, dan perusahaan property, keluarga Robinson juga memiliki sebuah mall yang terletak di Kota Yogyakarta.


Rencananya mereka juga ingin mendirikan sebuah mall di Amerika namun itu belum pasti karena masih banyak yang harus dipertimbangkan. Mereka bertiga lalu memasuki sebuah toko alat tulis dan juga sebuah toko mainan. Mengetahui hal tersebut, manager area langsung menghampiri Liam hanya untuk sekedar basa - basi karena ingin mencari muka di depan salah satu tuan muda keluarga Robinson sekaligus pewaris utama.


"Selamat pagi tuan muda Liam, ada yang bisa saya bantu?" tanya manager area.


"Tidak ada, aku hanya menginginkan kamu untuk memberikanku sebuah ruang pribadi agar aku bisa menikmati liburanku di mall ini."


"Baik tuan muda, saya permisi."


"Ya."


Manager area lalu berbalik.


"Tapi jika anda membutuhkan sesuatu, silahkan hubungi saya."


"Iya," jawab Liam malas.


"Daddy, aku ingin melihat itu."


"Oh baiklah."


"Yang ini sepertinya bagus untuk Ibra, iya kan dad?" tanya Ace.


"Iya sepertinya begitu, bagaimana menurutmu Jane?" tanyanya menatap Jane yang sedang gelisah.


"Ah iya hubby, memang bagus."


"Kamu kenapa heum?"


"Mmm tidak, tadi anu aku ingin pergi ke toilet sebentar ya."


"Oh baiklah, aku akan melanjutkan mencari kado untuk Ibra bersama Ace."


"Okay," ucapnya melenggang pergi.


Jane lalu pergi ke sebuah cafe yang sedikit jauh dari toko alat tulis untuk bertemu dengan seseorang, yaitu Simon.


"Hey babe, akhirnya kamu datang juga."


"Iya. kenapa heum?" tanya Jane saat duduk.


"Aku merindukanmu, sekarang bertemu denganmu sangat susah juga ternyata."


"Ya begitulah, sekarang suamiku kembali dan aku tidak bisa seperti dulu lagi."


"Iya sih."


"Katanya kamu ingin kembali ke Korea Selatan, kenapa belum jadi?"


"Iya, aku masih ingin disini karena aku belum siap untuk jauh darimu."


Jane tersenyum.

__ADS_1


"Oh begitu, sekarang sudah hampir 5 bulan kita saling dekat satu sama lain dan mungkin saatnya aku sudah memutuskan untuk....."


"Untuk apa? untuk menceraikan suamimu?"


Jane menghela nafasnya kasar.


"Entahlah, aku masih belum bisa memutuskannya."


Simon menggenggam kedua tangan Jane yang berada di atas meja.


"Hei kenapa, apa kamu masih ragu untuk menjalin hubungan yang lebih serius kepadaku?"


"Bu-bukan begitu, aku masih harus memutuskan banyak hal termasuk mengenai Ace juga. Kamu tahu kan jika sekarang Ace sangat dekat dengan daddy nya, aku tidak ingin mentalnya terganggu jika aku bercerai dengan Liam."


Simon melepaskan genggaman tangannya.


"I know, but..."


"Beri aku waktu untuk memikirkannya," ucap Jane memohon.


"Apa kamu masih sangat menyayangi serta mencintainya?"


Jane mengangguk.


"Iya, tapi entahlah semakin lama rasanya sangat hampa menjalin hubungan dengannya. Aku fikir setelah kita bertemu kembali setelah sekian lama rasanya akan semakin baik, akan tetapi justru malah semakin memburuk."


Simon mengusap pipi Jane.


"Baiklah aku akan memberimu waktu untuk memikirkannya namun setelah aku kembali lagi kesini kamu harus bisa memutuskannya, mungkin sekitar 3 bulanan."


"Iya, mulai sekarang aku akan memikirkannya."


"Sepertinya aku harus kembali karena tadi aku hanya meminta izin untuk ke toilet."


"Oh begitu."


*Disisi lain.*


"Oh ternyata Jane masih menjalin hubungan dengannya dan sepertinya aku memang harus benar - benar pergi agar dia bisa berbahagia bersamanya," gumam Liam dalam hati.


"Daddy kita jadi ke timezone kan?" tanya Ace yang seketika membuyarkan lamunan Liam.


"Ah iya mari kita ke timezone."


"Okay dad."


"Tapi kamu lapar tidak? kalau iya, kita makan dulu lalu pergi ke timezone."


"Aku ingin beli susu itu dad."


"Oh baiklah, mari kita kesana."


"Jane tunggu!" ucap Simon memengang tangan Jane.


Jane lalu menoleh.

__ADS_1


"Kenapa lagi?"


"I love you."


"Love you too."


"Sudah sana nanti Liam curiga jika kamu terlalu lama bersamaku," ucapnya tersenyum.


"Iya."


Setelah membeli susu tadi, Liam dan Ace lalu duduk di sebuah bangku yang sudah tersedia disana. Ace meminum susu rasa vanilla, sedangkan Liam rasa coklat. Mereka berdua duduk disana sembari menunggu Jane yang tadi katanya ingin pergi ke toilet, eh ternyata malah ketemuan dengan selingkuhannya.


Jujur hati Liam terasa sangat sakit sekali saat melihat sekaligus mengetahui hubungan mereka berdua namun dia bisa apa? toh sebenarnya yang salah adalah dirinya sendiri karena sudah meninggalkannya untuk berjuang sendiri waktu itu. Liam bercanda dengan Ace sembari meminum susunya untuk menghibur hatinya yang sedang sedih, dan tidak lama kemudian Jane datang menghampiri mereka berdua.


"Hufttt tadi toiletnya sedang penuh. jadi harus mengantri."


"Oh tidak apa - apa," jawab Liam datar.


Jane lalu mengambil minuman Liam dan duduk di sebelahnya.


"Huftt sangat melelahkan sekali."


"Padahal aku sudah membelikanmu susu rasa kesukaanmu yaitu rasa strawberry," ucap Liam menyodorkan sebotol susu kepada Jane.


"Eh yah bagaimana dong? aku sudah menghabiskan milikmu, mmm yang itu kamu minum saja."


"Aku tidak suka susu strawberry."


"Oh iya ya lupa, ya sudah kalau begitu biar aku belikan yang baru saja."


"Tidak usah, lagipula kita berdua akan pergi ke timezone."


"Oh begitu, sudah selesai memilih kadonya?"


"Sudah dari tadi."


"Daddy ayo kita ke timezone sekarang."


"Baiklah, ayo kita pergi."


Mereka bertiga lalu pergi ke timezone untuk menghabiskan waktu liburan mereka di mall. Sesampainya disana Ace lalu memilih bermain balapan mobil, sedangkan Liam balapan motor. Rasanya sudah lama sekali Liam tidak balapan motor karena dia dilarang oleh Mrs Robinson, jadi ketika dia merindukannya pasti langsung bermain balapan motor di timezone. Jane pergi ke permainan capit boneka, dan tidak lama kemudian Liam menghampirinya.


"Sudah dapat berapa?" tanya Liam.


"Eh aku belum mencobanya, bahkan jika aku mencobanya pasti hanya mendapatkan angin saja."


"Baiklah mari ku coba."


Liam lalu menggesek kartu dan mulai memainkannya.


"Aku menjadi teringat saat kita double date dengan Ricko dan Gita, kamu berhasil mendapatkan sebuah boneka untukku."


"Kapan? memangnya saat itu kita sudah jadian?"


"Mmm belum hehe."

__ADS_1


"Waktu itu kita hanyalah sepasang orang asing yang memutuskan untuk tinggal di satu apartement."


"Iya sih."


__ADS_2