
Setelah itu Ace kembali berjalan - jalan di dalam rumah keluarga Robinson, dan sepertinya Ace sangat senang berada di dalam rumah tersebut karena banyak sekali barang - barang menarik yang belum pernah Ace lihat sebelumnya. Terkadang Ace menanyakan tentang hal baru yang belum diketahui olehnya kepada orang - orang sekitarnya. Mungkin karena terlalu banyak bertanya, alhasil keluarga ayah Ace sering memanggilnya dengan sebutan Liam junior karena dahulu ayahnya juga hobi bertanya seperti Ace sekarang.
Saat malam hari Ace tidur bersama dengan Jane karena kamar Ace belum selesai direnovasi, dan mungkin 2 hari lagi kamar Ace sudah jadi. Mr Robinson sengaja merenovasi kamar kosong yang berada di lantai bawah untuk cucunya yang mungkin designnya akan disukai oleh cucunya itu, karena semua kamar di lantai atas sudah penuh. Keesokan harinya Jane yang baru saja bangun dari tidurnya langsung pergi ke kamar mandi, dan setelah itu dia kembali memeluk tubuh mungil Ace sembari mengusap rambutnya yang mulai tumbuh lebat.
Meskipun terkadang Jane memarahi atau bahkan terlihat seperti tidak senang dengan Ace namun sejujurnya Jane sangat sayang sekali dengan Ace, karena hanya demi putranyalah Jane bisa bertahan hidup sampai sekarang. 1 jam kemudian Ace yang sudah mandi pagi langsung bergegas mengajak Pak Kang untuk pergi ke taman yang biasa dia kunjungi untuk bertemu dengan om kumis. Setelah Jane mengizinkannya, mereka berdua lalu pergi ke taman tersebut dengan mengendarai mobil.
Jane sebenarnya tahu siapa om kumis itu namun Jane masih enggan memberitahu Ace mengenai jati diri om kumis yang sesungguhnya. Tidak lama kemudian Ace telah sampai di taman tersebut dam duduk di bangku taman sembari menyiapkan 2 buah sandwich untuk dimakan bersama om kumis. 1 jam telah berlalu dan Ace masih setia menunggu kedatangan om kumis yang sampai saat ini belum datang juga. Ace kemudian memakan sandwich itu sendirian karena sudah merasa lapar.
"Om kumis kira - kira kemana ya Pak Kang?" tanya Ace bingung.
"Mmm mungkin sudah pergi bekerja, tuan muda."
"Biasanya om kumis selalu menyempatkan kemari sebelum pergi bekerja, kenapa sekarang dia seperti ini?"
"Saya juga tidak tahu tuan muda," jawab Pak Kang yang juga ikut bingung.
"Padahal aku sangat ingin bermain bersama om kumis," ucap Ace sedih.
"Kita tunggu sebentar lagi saja tuan muda, mungkin om kumis masih berada di perjalanan dan terjebak macet."
"Nee."
3 jam kemudian karena om kumis tidak kunjung datang, akhirnya Pak Kang mengajak Ace untuk pulang. Ace lalu mengangguk dan meninggalkan sebuah kotak yang berisi sandwich jika misalnya om kumis datang. Selama diperjalanan pulang Ace terus melamun dan terlihat sangat murung karena om kumis tidak datang, padahal tadi dia ingin menceritakan sesuatu kepada om kumis. Sesampainya dirumah Ace langsung berlari menuju ke arah Jane dengan perasaan kecewa karena om kumis tidak datang ke taman untuk bermain dengannya. Ace kemudian menangis di pelukan Jane hingga membuat Mrs Robinson langsung datang menghampiri mereka berdua.
"Huwaaa om kumis."
"Ssttt sabar ya sayang, mungkin om kumisnya baru sibuk bekerja jadi dia tidak bisa menemuimu."
"Ace kenapa Jane?" tanya Mrs Robinson.
"Ace menangis karena om kumis tidak datang ke taman untuk bermain dengannya."
Mrs Robinson langsung mengusap rambut Ace yang tengah menangis.
"Mungkin memang benar kata eomma Ace, bahwa om kumis sedang sibuk bekerja jadi dia tidak bisa menemui Ace."
"Pasti om kumis marah kepada Ace karena om kumis dimarahi oleh uncle Josh dan tidak boleh bermain denganku lagi huwaaa," ucap Ace sembari terus menangis.
__ADS_1
Seketika Jane dan Mrs Robinson saling bertatapan.
"Mmm bagaimana kalau kita bermain di taman bermain yang berada di mall saja?" tanya Mrs Robinson.
"Huwaaa tidak mau, Ace maunya bermain dengan om kumis."
"Iya nanti bermain dengan om kumis lagi, dan kalau sekarang bermain dulu dengan eomma."
Ace justru menangis semakin kecang dan sampai guling - guling di lantai.
"Aku bilang tidak mau, ya tidak mau!!" teriak Ace.
Jane yang merasa sedikit frustasi lalu membantak Ace dengan sangat keras.
"Ya sudah kalau tidak mau terserah!!"
"Jane, jangan berteriak kepada Ace."
"Habisnya Ace selalu sulit dikasih tahu mom, Jane sampai pusing menangani anak satu itu."
"Huwaa om kumis."
"Bisa diam tidak!!"
Bukannya langsung diam, justru Ace semakin menangis dengan sangat keras sembari memegangi pantatnya yang habis dicubit oleh Jane.
"Huwaaa sakit, eomma nakal."
"Jane," ucap Mrs Robinson menatap Jane.
"Sudah biarkanlah saja dia seperti itu mom, aku lelah jika terus menerus seperti ini."
"Sayang, jangan seperti itu."
"Jujur Jane sudah lelah mengurusnya sendirian seperti ini mom, lebih baik Jane antarkan saja ke panti asuhan jika terus menerus seperti ini."
Mendengar hal itu Mrs Robinson langsung memeluk Jane.
__ADS_1
"Sayang, kamu tidak boleh berbicara seperti itu kepada Ace karena walau bagaimanapun juga dia itu anak yang sudah kamu lahirkan dengan susah payah."
"Iya mom, tapi jika dia terus seperti ini rasanya aku sudah tidak sanggup lagi untuk mengurusnya."
"Yang sabar ya sayang, sudah kamu istirahat saja di kamar dan mommy yang akan mengurus Ace."
Jane lalu pergi ke kamarnya, sedangkan Mrs Robinson menghampiri Ace yang masih terus saja menangis dan langsung menggendongnya. Dengan sabar Mrs Robinson menenangkan Ace serta mengajaknya bermain karena merasa iba dengannya. Namun disisi lain Mrs Robinson juga merasa iba kepada menantunya itu, karena dia paham sekali bahwa mengurus anak sendirian tanpa suami juga sangat berat sekali. Akhirnya semakin lama Ace juga bisa berhenti menangis dan sekarang Ace sedang digendong oleh Mrs Robinson untuk berkeliling di taman belakang rumah.
"Kenapa bunganya banyak sekali grandmom?" tanya Ace saat berada di taman.
"Karena sejak dulu grandmom sangat suka sekali menanam bunga, dan alhasil jadi sebanyak ini sekarang."
"Ini nama bunganya apa?" tanya Ace menunjuk ke bunga yang berada di depannya.
"Oh ini namanya bukan anggrek."
"Kalau yang ini?"
"Kalau yang ini namanya bunga mawar."
"Kalau yang itu?" tanya Ace menunjuk lagi.
Mrs Robinson tersenyum saat mendengar semua pertanyaan Ace tersebut, dan ternyata memang benar bahwa Ace sangat mirip sekali dengan putranya. Untung saja Mrs Robinson sudah terlatih sejak dulu untuk menangani hal seperti ini, jadi dia hanya bisa tersenyum saja.
"Jawab grandmom, yang itu namanya bunga apa?"
"Itu namanya bunga melati."
"Ace ingin memetik satu boleh?" tanya Ace menatap Mrs Robinson.
"Iya boleh," ucap Mrs Robinson mengusap air mata Ace.
Ace lalu memetik bunga tersebut dan memasangnya di telinganya.
"Hehe."
"Ternyata ingin dipasang di telinga?"
__ADS_1
"Nee."