Dear Ace

Dear Ace
#49 Mall


__ADS_3

Liam menenteng kandang hamster itu sembari menggendong Ace berjalan mengelilingi mall untuk mencari sesuatu yang diinginkan oleh Liam. Sesekali Liam menciumi pipi chubby Ace dan juga bercanda dengannya. Seperti yang kita tahu bahwa Liam sangat menyayangi Ace lebih dari Jane, dan bahkan lebih dari hidupnya sendiri. Waktu itu Liam rela melakukan perjanjian dengan Jane yang dinilai tidak masuk akal olehnya karena demi keselamatan Ace. Liam tidak mau jika nanti putranya itu terus menerus diperlakukan semena - mena oleh Jane, sehingga tidak mendapat kasih sayang dari Jane sendiri sebagai ibu kandungnya.


Dia menginginkan bahwa putranya tersebut selalu berlimpahkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, tidak seperti dirinya yang dahulu kurang kasih sayang sehingga dia selalu berbuat onar untuk mencari perhatian. Ace kemudian turun dari gendongan Liam dan langsung berlari masuk ke dalam toko mainan, begitu dia hampir melewatinya. Melihat hal tersebut, dia lalu berjalan cepat seperti biasanya untuk mengejar Ace namun tiba - tiba saja Jane menggandeng tangannya. Karena tidak ingin berdrama akhirnya Liam menggenggam tangan Jane dengan erat dan langsung mengajaknya menyusul Ace.


Sesampainya disana ternyata Ace sudah mengambil sebuah puzzle yang ukurannya cukup besar dan memperlihatkan senyuman di bibirnya, begitu dia melihat kedatangan kedua orang tuanya. Liam tahu bahwa sepertinya Ace sudah sangat tertarik dengan sebuah puzzle, alhasil dia langsung membelikan puzzle yang dipegang oleh Ace. Namun tiba - tiba saja Jane mendapatkan sebuah telepon dari seseorang, dan dia langsung berjalan keluar untuk mengangkat teleponnya. Setelah dia keluar dari toko tiba - tiba saja ada yang menarik tangannya untuk menjauh dari keramaian.


"Eh Simon, ada apa kamu kemari?" tanya Jane bingung.


"Sstt, aku kemari untuk menemuimu karena katanya aku sudah tidak diizinkan untuk datang ke rumahmu."


"Ya memang tidak bisa, kamu tahu sendiri bukan jika sekarang suamiku sudah kembali pulang?"


"Ck iya tahu andaikan saja suamimu itu menghilang selamanya, pasti kita sudah bisa bersama."


"Jangan begitu, biar bagaimanapun Liam itu tetap ayah kandung dari anakku dan aku tidak ingin terjadi hal buruk yang menimpanya."


"Ya sudah kalau begitu kamu cerai saja," ucapnya dengan sangat ringan.


"Tidak bisa begitu, keluargaku masih mempunyai utang budi dengan keluarganya jadi aku tidak mungkin melakukan hal tersebut."


"Iya juga sih, mmm besok aku akan kembali ke Korea Selatan jadi kita saling berkirim pesan saja seperti biasanya."


"Iya, tapi jangan menghubungiku saat pagi dan sore hari."


"Kenapa begitu?"


"Takut Liam tahu."


"Iya itu bisa di atur sayang," ucap Simon mengedipkan sebelah matanya.


Disisi lain Liam merasa penasaran dengan seseorang yang sedang berbincang dengan istrinya, akan tetapi dia tidak ingin ikut campur mengenai urusannya dan alhasil dia lebih memilih untuk fokus mengawasi Ace saja.


"Daddy, aku boleh membeli mobil ini tidak?" tanya Ace menunjuk ke bagian rak mobil remote.


"Boleh, ayo pilih yang kamu suka!"


"Okay."


Tidak lama kemudian Jane datang menghampiri mereka kembali.


"Sudah selesai beli mainannya?"


"Belum eomma, Ace masih ingin membeli yang lainnya."

__ADS_1


"Oh baiklah. Hubby, nanti tolong antarkan aku ke bagian kosmetik ya?"


Liam mengangguk.


"Baiklah."


"Ini dad yang warna merah agar lebih keren seperti mobil eomma yang lainnya."


"Okay, ada lagi yang ingin kamu beli?"


"Sudah tidak ada dad, ayo kita pergi ke tempat lain."


"Hei sabar, daddy belum membayarnya!"


"Biar aku yang mengikutinya, sedangkan kamu membayarnya."


"Okay."


Beberapa menit kemudian Liam sudah ditunggu oleh mereka berdua di dekat pillar mall tersebut.


"Ayo kita pergi ke toko kosmetik!" ajak Liam.


"Toko kosmetik itu apa dad?"


"Mmm toko kosmetik itu merupakan toko yang menjual beberapa alat kecantikan seperti barang - barang yang berada di atas meja milik eomma."


"Memangnya kamu tidak boleh menyentuh semua barang yang aku maksud?" tanyanya sembari berjalan menuju ke toko kosmetik.


Ace menggeleng pelan.


"Benar dad, eomma melarangku menyentuhnya karena takut nanti rusak dan kotor."


Jane mencium Ace saat dia menggendongnya.


"Memang tidak boleh kotor sayang, itukan barang yang berhubungan langsung dengan kulit jadi harus steril dan terjaga kebersihannya."


"Oh, kalau kotor memang apa akibat yang ditimbulkan?" tanya Ace sangat penasaran.


"Nanti wajah eomma akan gatal - gatal dan jerawatan bintik - bintik merah," jawab Liam.


"Oh begitu. Memangnya kenapa eomma membeli semua barang itu dan bukannya membeli mainan untukku saja?"


"Agar wajah eomma semakin cantik. Kalau membeli mainan kan kamu sudah ada jatahnya sendiri, jadi daddy bekerja juga hanya untuk menghidupi kalian berdua."

__ADS_1


"Daddy bekerja untuk membeli apa?" tanya Ace sembari menggigit jari.


"Untuk membeli makanan, untuk membeli mainan Ace, untuk membeli barang - barang kebutuhan eomma, dan lain sebagainya."


Jane langsung menyingkirkan tangan Ace dari mulutnya.


"Jangan digigit sayang, nanti kamu akan sakit perut jika terus menerus seperti itu "


"Memangnya kenapa eomma?"


"Waktu itu kan eomma dan grandmom sudah pernah bilang jika akan ada kuman yang masuk didalam sela - sela kuku kamu, apalagi tadi kamu habis pegang beberapa barang."


"Terus membuat sakit?"


"Iya benar."


"Eomma ingin minum susu."


"Eh, sebentar ya. Daddy tolong ambilkan botol susu Ace di dalam tasku."


"Oh iya Jane, sebentar."


Liam kemudian mencari sebuah botol susu di dalam tas milik Jane, dan setelah menemukannya Liam langsung memberikan kepada Ace. Mereka bertiga kembali berjalan menuju ke toko kosmetik, dan sesampainya disana Ace gantian di gendong oleh Liam agar Jane bisa leluasa memilih beberapa barang yang dibutuhkan. Liam duduk di sofa sembari menepuk -_ nepuk pantat Ace yang sedang meminum susu, dan tidak lama kemudian Ace sudah tertidur di pangkuan Liam. 1 jam kemudian Jane sudah selesai membeli semua barang yang dibutuhkannya, dan setelah itu mereka bertiga pulang ke rumah.


"Hubby tadi malah tidak jadi membeli apapun?"


"Tidak, bagiku sudah cukup puas bisa menghabiskan waktu berjalan - jalan keliling mall bersama kalian berdua."


"Oh begitu, aku juga senang bisa mengalami masa - masa seperti ini bersama kalian berdua."


"Inilah impianku sejak dulu setelah kita berdua menikah karena aku sangat menginginkan punya keluarga kecil yang bahagia," ucap Liam sembari menyetir mobil.


"I-iya hubby."


"Hanya karena inilah yang membuatku tetap berusaha untuk hidup didunia ini, dan aku ingin Ace tidak mengalami apa yang aku alami dulu."


"Akupun juga selalu berharap bahwa keluarga kecil kita akan terus seperti ini."


"Iya Jane," ucapnya mengusap rambut istrinya.


Sesampainya di rumah Jane langsung menidurkan Ace di kamarnya, sedangkan Liam berbaring di sofa.


"Hubby ingin minum apa?" tanya Jane menghampiri suaminya.

__ADS_1


"Jus alpukat favoriteku."


"Okay hubby."


__ADS_2