Dear Ace

Dear Ace
#77 Serpihan Janji


__ADS_3

Mrs Robinson berlari menuju ke ruangan Liam sembari menangis, setelah dihubungi oleh Mrs Kim bahwa putranya telah tiada. Sesampainya di ruangan dia langsung memeluk Liam dan menangis sejadi - jadinya, dia tidak menyangka bahwa akan benar - benar kehilangan putranya setelah beberapa kali dia selamat dari maut. Mr Robinson hanya duduk di luar ruangan bersama Mr Kim karena dia tidak berani melihat kondisi putranya yang sudah meninggal.


Dirinya baru saja mulai merasa sangat bangga kepadanya namun ternyata Tuhan malah mengambilnya dengan sangat cepat sebelum driinya mengatakan bahwa merasa sangat bangga memiliki seorang putra sepertinya. Mr Kim mengusap punggung sahabatnya yang tengah berduka sembari mencoba menghibur hatinya. Mr Kim juga tidak menyangka bahwa dirinya akan kehilangan menantu sebaik Liam. meskipun mereka berdua tidak terlalu dekat namun Mr Kim tahu bahwa Liam adalah menantu terbaik yang dikirim Tuhan untuknya.


Saudara kembarnya dan adiknya juga ikut merasa sedih, karena tidak bisa membayangkan bahwa keluarga besarnya tidak akan terasa lengkap lagi tanpa Liam. Mr Robinson lalu memberanikan diri untuk menghubungi kedua orang tuanya bahwa cucu kesayangannya telah tiada. Mendengar hal tersebut grandma langsung pingsan karena Liam adalah cucu kesayangannya, apalagi sedari dulu dia yang selalu mengurus Liam saat orang tuanya sibuk dengan kedua saudaranya yang lain.


Grandpa langsung menghubungi pilot pribadinya agar segera mempersiapkan perjalanannya ke Indonesia untuk menemui cucu kesayangannya yang terakhir kalinya. Tidak lama kemudian Ricko, Dio, dan Chicko juga datang ke rumah sakit setelah salah satu anggota geng motornya tadi memberitahu berita tersebut di grup chat.


*Tiba - tiba.*


"Yeobo, sedang apa?" tanya Jane.


"Haiss jangan memanggilku seperti itu, rasanya sangat geli sekali."


"Mmm kalau aku memanggilmu hubby bagaimana?" tanya Jane tersenyum.


"Hmm baiklah."


"Hubby mari kita rawat dan jaga Ace sampai dia besar menjadi pria gentleman sepertimu."


"Baiklah, aku janji akan selalu menemanimu untuk merawat Ace sampai dia besar dan cukup tangguh untuk tinggal sendiri."


"Sepertimu?" tanya Jane menunjuk perut Liam.


"Hahaha aku tidak setangguh itu."


"Hih tidak juga, kamu itu pria yang sangat tangguh."


**********


"Hmm aku rasa kamu akan pensiun menjadi ketua geng motor kan?" tanya Dio.


"Memangnya kamu sudah mau pensiun menjadi anggotaku?" tanya Liam balik.


"Tidak, aku masih ingin bermain disini."


"Aku juga Liam," ucap Chicko.


"Bagaimana denganmu Ric?" tanya Liam.


"Aku masih ingin ikut bersama kalian juga meskipun sekarang aku sudah mempunyai anak dan istri."


"Mari kita berjanji untuk menjadi sahabat selamanya!" ajak Dio.


Mereka bertiga langsung mengumpulkan tangan ke depan.


"Liam?" tanya Ricko.


Liam langsung meletakkan tangannya di atas tangan mereka bertiga.


"Aku janji bahwa semuanya akan berakhir saat kalian sudah selesai dengan dunia geng motor, jadi aku akan pensiun kalau kalian sudah berhenti. Kita memulainya sama - sama, jadi kita juga harus berakhir sama - sama juga kan?"


"Yah kamu benar Liam."


"Sahabat selamanya?"

__ADS_1


"Sahabat selamanya!!" teriak mereka secara serempak.


**********


"Liam, sekarang kamu sudah menikah dan rasanya aku sangat sedih sekali karena kamu pasti akan jarang memiliki waktu bersamaku."


"Meskipun aku sudah menikah dan mempunyai keluarga sendiri namun aku akan selalu meluangkan waktu untuk bersama adik kesayanganku ini sekaligus masih terus memberi jatah jajan setiap bulannya."


"Benarkah Liam?" tanya Rosie dengan mata berbinar - binar.


"Benar Rosie, aku janji."


Rosie lalu memeluk Liam.


"Sudah kuduga kamu akan seperti itu."


"Hahaha jadi kamu bisa menghubungi serta mengunjungi rumahku kapanpun kamu mau, dan aku akan memberikan kunci duplikatnya kepadamu."


"Yeayy."


**********


"Mommy perhatikan jika semenjak menikah kamu sudah mulai menunjukkan sebuah perubahan."


"Hmm benarkah begitu mom?" tanya Liam.


"Tentu saja sayang, dan mommy merasa bangga kepadamu."


"Terima kasih mom, Liam berjanji akan berusaha untuk selalu membuat mommy dan daddy merasa bangga kepada Liam serta tidak ada lagi si pembuat onar."


Mr Robinson mengusap rambut Liam.


"Itu baru adikku dan saudara kembarku," ucap Lian.


**********


"Maukah kamu berjanji untuk melindungi putriku?"


"Tentu saja appa. Aku berjanji bahwa akan selalu menyayangi serta melindungi putri eomma dan appa."


"Appa yakin bahwa kamu akan selalu menepati janjimu itu karena appa tahu bahwa kamu adalah menantu terbaik kami berdua."


"Terima kasih appa," ucap Liam tersenyum.


**********


"Daddy janji kan bahwa kita akan selalu bersama - sama dan daddy akan selalu membacakan aku cerita dongeng sekaligus bermain denganku?"


"Tentu saja, daddy janji bahwa tidak akan meninggalkan kamu dan juga eomma. Sekarang kita harus mulai menyusun sebuah rencana untuk selalu bersenang - senang."


"Yeayy asikk!!"


"Sini peluk daddy."


Ace langsung memeluk Liam.

__ADS_1


"Peluk daddy, Ace sayang dengan daddy dan eomma."


"Daddy dan eomma juga sayang dengan Ace, jadi Ace harus jadi anak yang pintar dan juga berbakti kepada orang tua."


"Nee daddy."


*****


"Terlalu banyak janji yang kau buat, cepat pulanglah!! aku tidak bisa menahanmu disini karena masih banyak janji yang harus kamu tepati kepada mereka."


"Benarkah? bukankah sudah waktunya untuk aku pergi selamanya?" tanya Liam duduk di atas hamparan padang rumput.


"Tidak juga, cepat pulanglah!!"


"Caranya?"


"Di ujung sana ada sebuah pintu, bukalah pintu tersebut maka kamu akan kembali untuk menuntaskan janjimu."


"Okay."


Liam lalu berjalan menuju ke sebuah pintu yang tadi dikatakan olehnya namun tiba - tiba saja....


"Hei jangan ganggu dia, dia masih banyak hutang yang harus dia lunasi dan barulah dia akan kembali lagi kemari!!"


Seketika Liam berbalik.


"Eh?"


"Jangan berbalik!! cepat kembali!!!" teriaknya kepada Liam.


"Oh okay, terima kasih banyak."


"Ya."


*Ceklek.*


Seketika jantung Liam kembali berdetak dan dia juga sudah mulai bernafas lagi. Hal tersebut membuat Jane dan yang lainnya merasa terkejut, lalu setelah itu Mr Robinson bergegas untuk memanggil dokter. Tidak lama kemudian dokter menghampiri ruangan Liam untuk memeriksanya, dan benar saja bahwa Liam kembali hidup alias tadi hanya mati suri saja.


Untung saja Liam belum dimasukkan ke dalam peti mati dan dikubur, jadi masih bisa diselamatkan jika hanya mati suri saja. Kerabat dekat Liam sekarang bisa bernafas dengan lega karena dia masih bisa hidup kembali, dan Mr Robinson langsung menghubungi kedua orang tuanya bahwa Liam kembali hidup. Liam merasa kebingungan mengapa dirinya ada di rumah sakit dan semua orang mengelilinginya seperti itu.


"A-apa yang terjadi?" tanya Liam merasa kebingungan karena tidak mengingat apapun saat kejadian.


"Tidak apa - apa sayang, cepatlah sembuh karena teman - temanmu sudah menunggu untuk bisa bermain denganmu lagi."


"Lalu Ace dimana mom?"


"Ace dirumah bersama bibi, cepat sebuh agar bisa bermain dengan Ace juga."


"Oh okay mom."


"Benar Li, cepat sembuh dan besok kita touring lagi."


"Hahaha baiklah Dio. Uhhh sakit," rintih Liam saat dirinya mencoba duduk.


"Tiduran saja, jangan duduk dulu."

__ADS_1


"Iya Jane, dasar bawel."


"Eh," ucapnya yang ingin marah tapi tidak bisa.


__ADS_2