
Liam dan Jane memutuskan untuk terus bercanda ria di sekitar pantai tersebut sembari menikmati suasana pantai saat menjelang malam. Mereka berdua berlarian dan bermain kejar - kejaran karena Jane mulai menjahili Liam. Mereka berdua akhirnya bisa tertawa lepas saat Liam mulai menceritakan sebuah lelucon kepada Jane, seperti dulu. Jane merasa sangat bahagia akhirnya dia dan Liam akhirnya bisa melewati sebuah badai yang hampir memporak-porandakan rumah tangga mereka berdua.
Untung saja mereka tidak berakhir di meja hijau untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan tidak akan ada anak yang broken home alias menjadi korban atas keegoisan kedua orang tuanya. Saat ini mereka berdua duduk di atas hamparan pasir putih dan Liam sedang memeluk Jane dari samping, sedangkan Jane bersandar di bahu Liam. Angin sepoi - sepoi berhembus memainkan kedua rambut mereka yang sedang beristirahat sebentar setelah bermain kejar - kejaran.
Tiba - tiba saja Liam menatap Jane dan tangannya bergerak menyelipkan rambut Jane di telinganya. Liam berfikir mengapa dia bisa sangat tergila - gila dengan paras cantik Jane yang merupakan seorang supermodel namun sedikit judes. Disisi lain Ace saat ini sedang bermain kuda - kudaan dengan Josh hingga membuatnya kelelahan karena Ace mengajaknya berkeliling ruang tengah. Tidak lama kemudian grandma datang dan langsung menggendong Ace.
"Eh kasihan uncle Josh jika kamu terus menungganginya seperti itu sayang," ucap grandma.
"Tapi Ace ingin naik kuda grandma," jawabnya memelas.
"Tapi jangan terlalu lama, memangnya Ace sangat ingin naik kuda heum?"
Ace mengangguk.
"Nee grandma, aku sangat ingin naik kuda."
"Ya sudah besok grandma belikan kuda poni mau?"
"Mau grandma."
"Eh tidak perlu grandma, biar Ace menaiki aku saja."
"Tidak apa - apa Josh, lagipula grandma tidak tega melihatmu yang kelelahan seperti itu. Sekarang kamu istirahat saja, grandma akan meminta bibi untuk membawakan minuman segar."
"Baik grandma," ucapnya langsung duduk di sofa.
"Daddy dan eomma kemana grandma?" tanya Ace sembari menggigit jarinya.
Grandma lalu menyingkirkan jari Ace agar dia tidak menggigitnya lagi.
"Daddy dan eomma baru pergi sebentar."
"Pergi kemana grandma buyut?"
"Grandma buyut juga tidak tahu, mungkin sebentar lagi mereka berdua juga pulang. Sekarang Ace sama grandma dan uncle Josh dulu ya?"
Ace menggeleng.
"Tidak mau, aku ingin bermain dengan daddy dan eomma."
"Iya nanti, untuk sekarang bermain dengan grandma dan uncle Josh dulu sayang."
"Daddy, eomma!!"
"Eh sstt cup cup sayang, ayo lihat Petra saja!"
"Nee."
Grandma lalu mengajak Ace dan Josh untuk melihat Petra di kandang belakang rumah. Ace sangat senang melihat Petra yang tengah menikmati makan malamnya, dan rasanya dia ingin mengajak Petra untuk bermain dengannya.
"Kamu suka melihat Petra?" tanya Josh.
"Suka uncle."
"Ya sudah lihatlah sepuasmu, uncle akan menemanimu disini."
"Grandma buyut juga akan menemani Ace melihat Petra, asalkan Ace tidak menangis lagi."
__ADS_1
"Nee grandma buyut."
"Ini sudah berapa tahun grandma?"
"Grandma lupa sudah berapa tahunnya karena Liam mengurus Petra sejak Liam remaja."
"Oh begitu rupanya, pasti sudah jinak ya grandma?"
"Kalau jinak sih iya tapi namanya hewan buas pasti masih ada sifat buasnya, makanya itu kita harus tetap berhati - hati karena mau bagaimanapun dia itu hewan buas."
"Benar grandma. Kelihatannya Ace sangat betah di Australia."
"Bukankah Ace memang betah tinggal dimanapun?" tanya grandma merasa heran.
"Tidak juga grandma, di Korea Selatan dia tidak terlalu betah dan tidak seceria saat dia disini maupun di Indonesia."
Ace menyela pembicaraan mereka berdua.
"Karena disini ada daddy, Ace sangat bahagia saat ada daddy."
Mendengar hal tersebut Josh dan grandma langsung saling menatap satu sama lain.
"Ace sayang ya dengan daddy?" tanya Josh kembali.
"Nee, Ace sangat sayang dengan daddy."
"Kalau dengan eomma?"
"Ace juga sayang dengan eomma, meskipun galak!"
"Tidak uncle!!" teriak Ace mencubit tangan Josh.
"Aduh sakitt."
"Eh Ace, jangan seperti itu dengan uncle dong nanti uncle sakit lho."
"Biarkan saja grandma buyut, uncle Josh memang nakal!!"
"Kamu yang nakal wlee," ucap Josh menjulurkan lidahnya.
"Grandma buyut, aku lapar ingin camilan."
"Ingin camilan? ayo kita masuk ke dalam dan mengambil camilan kesukaanmu."
"Memangnya grandma buyut tahu camilan kesukaan Ace?"
"Tahu dong, mana mungkin grandma buyut tidak tahu camilan kesukaanmu."
"Wahh, ya sudah ayo grandma."
Grandma buyut lalu mengajak Ace ke dalam rumah untuk mengambil camilan, dengan diikuti oleh Josh. Sesampainya disana grandma mengambil beberapa camilan kesukaan Ace dan memberikan semua itu kepadanya.
"Grandma terlalu memanjakan Ace," ucap Josh protes.
"Tidak apa - apa, namanya masih kecil memang harus dimanjakan dong Josh."
"Nanti dia akan menjadi nakal."
__ADS_1
"Tidak Josh, Ace itu anak baik dan sangat pintar jadi dia tidak akan nakal."
"Ace tidak nakal uncle," jawab Ace.
"Tuh kan," ucap grandma sembari mengusap rambut Ace.
"Kami berdua pulang!" teriak Liam saat masuk ke dalam rumah.
Ace lalu berlari dan menghampiri Liam sembari membawa bungkus kue kesukaannya.
"Daddy!!"
"Hup jagoan daddy," ucap Liam menggendong Ace.
"Daddy habis darimana dengan eomma?"
"Kami berdua habis ada urusan sebentar, memangnya kenapa?"
"Ace rindu bermain dengan daddy."
"Ace ini sudah malam, ayo tidur!"
Ace menggeleng.
"Tidak mau eomma, Ace masih ingin bermain dengan daddy!!"
"Tidak apa - apa Jane, aku akan bermain dengannya sebentar lalu setelah itu aku akan menidurkannya."
"Baiklah hubby."
Liam lalu mengajak Ace untuk bermain apapun yang diinginkan oleh Ace, sedangkan Jane menemui grandma untuk berbincang sebentar sebelum akhirnya dia pergi ke kamar. Sesampainya di kamar Jane lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengganti bajunya. Setelah itu barulah dia berbaring di atas ranjang yang empuk sembari memainkan handphone miliknya. 45 menit kemudian Liam masuk ke dalam kamar setelah dia berhasil menidurkan Ace, putra kesayangannya. Saat inilah yang ditunggu - tunggu oleh Liam karena dia bisa bermanja ria dengan istrinya.
"Apa kamu merasa betah tinggal disini?" tanya Liam tiba - tiba.
"Betah kok hubby. memangnya kenapa?"
"Aku takut jika kamu merasa tidak nyaman saat tinggal disini."
"Oh begitu. Aku selalu betah dan nyaman tinggal dimanapun asalkan aku bersama kamu," ucap Jane menangkup kedua pipi Liam.
"Ihh gombal, darimana kamu bisa belajar gombal seperti itu sayang?"
"Hmm entahlah hubby. Eh memangnya kamu mau sampai kapan tinggal disini?"
"Kurang tahu, mungkin sedikit lama karena aku masih ingin beristirahat menikmati hidup."
"Oh begitu."
"Kamu tidak merasa keberatan kan sayang?"
"Tentu tidak hubby, aku akan berusaha mengerti apa yang kamu inginkan."
"Terima kasih sayang."
"Sama - sama hubby. Mmm kamu jadi meminta yang tadi tidak?"
"Tentu saja iya, mari kita lakukan!"
__ADS_1