
Liam berbaring di atas ranjangnya yang empuk, karena dulu harganya sangat mahal sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur Liam yang dulu selalu insomnia. Liam mengalami insomnia karena dia sering sekali bekerja lembur saat masih mengurus perusahaan pusat yang berada di Australia, dan terkadang jam 2 pagi dia baru pulang ke rumah. Setiap weekend dia selalu pulang ke villa yang terletak di dekat pantai, dan pasti dia pulang lebih awal saat itu karena takut nanti teman wanitanya marah.
Namun sekarang mungkin villa itu sudah tidak berpenghuni karena masing - masing sudah tidak berada di Australia. Liam pulang ke Indonesia, sedangkan teman wanitanya kembali ke New York untuk mengejar mimpinya sebagai aktris terkenal. Dapat diketahii bahwa di New York jalan menjadi aktris sangat terbuka lebar, alhasil dia sekarang menjadi aktris terkenal yang membintangi beberapa judul film.
Liam memang bukanlah pria yang bisa diremehkan karena meskipun dia seorang pria introvet dan mageran keluar rumah, akan tetapi dia berhasil mengambil hati beberapa tokoh wanita terkenal. Teman wanitanya merupakan seorang aktris terkenal, sedangkan istrinya merupakan model internasional yang tentunya dapat menghasilkan beberapa milliar dalam sekali posting di media sosial. Mungkin beberapa orang akan memilih untuk menggantungkan hidup dengan mereka, berbeda dengan Liam yang justru selalu mengalirkan uang gajinya untuk memberikan uang saku kepada mereka.
Keesokan harinya Ace yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung pergi ke kamar kedua orang tuanya. Setelah itu dia langsung naik ke atas ranjang sembari tersenyum.
"Morning eomma," bisik Ace di telinga Jane.
Seketika Jane langsung terbangun.
"Morning sayang," balas Jane.
Ace kemudian beralih naik ke atas tubuh ayahnya yang masih terbungkus selimut.
"Daddy, ayo jalan - jalan."
"Ngg jalan - jalan kemana?" tanya Liam dengan matanya yang masih terpejam.
"Ke kebun binatang, aku ingin melihat hewan."
"Besok saja ya Ace? sekarang hari Sabtu untuk beristirahat, daddy masih banyak kerjaan."
"Hmmpp daddy selalu saja begitu setiap aku mengajak jalan - jalan."
Liam langsung memeluk Ace agar dia tidak semakin marah.
"Daddy sekarang sedang sangat lelah, jadi kita ke kebun binatangnya besok saja ya?"
"Memangnya daddy lelah kenapa?" tanya Ace penasaran.
Liam langsung menatap Jane.
"Mmm daddy...."
"Daddy kemarin ada kerjaan tambahan sayang, sini dengan eomma."
"Ohh begitu."
"Memangnya Ace ingin melihat hewan apa di kebun binatang heum?" tanya Liam.
"Singa!!" teriak Ace.
"Oh, kalau itu di rumah daddy ada tapi mungkin sudah tua."
"Dirumah daddy yang mana?"
"Yang berada di Australia."
"Oh namanya siapa?"
"Namanya Petra, dia dulu sangat lincah namun setelah bertambahnya usia dia sudah tidak selincah dulu."
"Kenapa begitu dad?"
"Karena sudah mudah lelah."
"Seperti daddy?" tanya Ace polos.
__ADS_1
Liam tertawa.
"Tidak, daddy masih sangat lincah seperti dulu."
"Kalau masih lincah seperti dulu harusnya sekarang daddy mengajakku pergi ke kebun binatang, dan bukannya beralasan sedang merasa lelah."
"I-iya juga sih namun sekarang daddy benar - benar sangat lelah dan kepalanya pusing akibat semalam mengerjakan pekerjaan tambahan."
Ace lalu memukul - mukul kepala Liam dengan tangan mungilnya itu hingga membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Heh jangan begitu, nanti daddy sakit!!" ucap Jane menggenggam tangan Ace.
"Katanya tadi kepalanya sedang pusing, siapa tahu kalau dipukul jadi sembuh."
Liam semakin tertawa.
"Bukan begitu, kalau dipukul nanti bukannya sembuh namun malah semakin sakit sayang."
"Oh begitu."
"Minta maaf dengan daddy!!" perintah Jane.
"Hei sstt jangan keras - keras bicaranya. kebiasaan kamu!" ucap Liam menegur Jane.
"I-iya eomma. Daddy, aku minta maaf."
"Iya sayang tidak apa - apa, lain kali jangan begitu ya?"
"Nee daddy," ucapnya mengangguk.
Liam memeluk Ace dan alhasil mereka berdua kembali tertidur, sedangkan Jane malah sibuk berkirim pesan dengan temannya. Beberapa jam kemudian Liam yang terbangun dari tidurnya langsung bergegas mandi, dan pergi ke dapur untuk memasak hidangan makan siang. Setelah selesai dia lalu membereskan rumahnya dan merapikan rak sepatu yang berantakan. Liam memandangi sepatu sneakers miliknya yang merupakan pemberian dari teman saat ke New York, dan ternyata sepatu itu masih muat sampai sekarang. Tidak lama kemudian Jane menghampiri Liam dan memeluknya dari belakang.
"Hai hubby, sedang apa?"
"Iya hubby, maaf kemarin aku terburu - buru."
"Hmm," ucapnya lalu beralih memandangi action figure karakter anime miliknya yang setinggi manusia sungguhan.
"Itu patungmu sangat kotor, aku ingin membersihkannya namun takut rusak karena harganya sangat mahal."
"Iya nanti aku bersihkan sendiri," ucapnya dingin.
"Daddy, ayo main diluar!"
"Kita makan siang terlebih dahulu baru kita bermain di luar, bagaimana?"
"Boleh dad, gendong."
Liam lalu menggendong Ace menuju ke ruang makan.
"Makan yang banyak karena daddy sudah masak makanan yang sangat lezat untukmu."
"Okay dad."
"Oh ya nanti kita ke mall mau tidak? ada barang yang ingin daddy beli."
"Okay dad, kita mampir ke timezone juga."
"Boleh, beli mainan juga tidak?"
__ADS_1
"Beli dong!!" teriak Ace dengan sangat antusias.
Jane lalu duduk di kursinya.
"Oh ya Jane, aku sudah masak makanan kesukaanmu jadi makanlah yang banyak."
"Iya hubby."
Suasana di meja makan sangatlah hening karena sekarang Liam lebih banyak diam, dan sepertinya Liam mulai kembali ke sifat awalnya. Dia hanya mau berbicara saat Ace mengajaknya berbicara, sedangkan diluar itu dia lebih memilih untuk diam. Selesai makan siang Liam lalu mencuci piring, dan setelah itu barulah dia pergi ke luar rumah untuk bermain dengan Ace.
"Kita akan bermain apa dad?" tanya Ace bingung.
"Bagaimana kalau kita bermain bola saja?"
"Boleh, sebentar aku akan pergi mengambil bola."
Ace lalu berlari masuk ke dalam rumahnya, tidak lama kemudian dia kembali menghampiri Liam.
"Ayo dad."
"Okay, ini tendang."
"Hup."
Jane duduk di teras sembari memperhatikan mereka berdua. 30 menit kemudian Liam mengajaknya untuk pergi ke mall.
"Dad, itu ada apa?" tanya Ace menunjuk ke bagian lobby mall.
"Sepertinya ada pemeran disana, ingin lihat?"
Ace mengangguk.
"Nee."
"Ternyata ada pameran hewan."
"Wah dad itu hewan apa?"
"Yang mana?"
"Yang seperti tikus namun lebih cantik dari tikus."
"Oh itu hamster."
"Aku ingin itu dad."
"Kamu bisa merawatnya?" tanya Liam memastikan.
"Bisa," ucapnya berbohong.
"Tanya eomma dulu, boleh pelihara hamster atau tidak."
"Eomma, aku boleh memeliharanya tidak?" tanya Ace dengan wajah memelas.
"Hufftt iya boleh, asalkan dirawat dengan baik."
"Yeayy!! boleh dad."
Liam lalu membelikan Ace sepasang hamster yang sangat lucu beserta dengan perlengkapannya. Setelah itu dia kembali berkeliling.
__ADS_1
"Kamu harus berjanji untuk menjaganya dengan baik."
"Nee daddy."