
Ace langsung menancap gas dan mengajak Jane berkeliling ruangan tengah rumahnya yang sangat luas itu. Ace merasa senang sekali berkeliling mengendarai mobilnya memboncengkan Jane, dan begitupun dengan Jane yang juga merasa bahagia karena putranya itu merasa bahagia. Mr Robinson lalu berkata kepada Mr Kim jika dia harus mulai mengungsikan beberapa perabotan rumahnya yang mudah hancur jika ditabrak termasuk koleksi guci - guci besar milik Mrs Kim, istrinya Mr Kim.
Mendengar saran dari sahabatnya itu Mr Kim langsung menyetujuinya dan nanti akan memerintahkan beberapa bodyguard pribadinya untuk memindahkan itu semua di tempat lain, karena Mr Kim takut jika nanti Ace akan menabraknya secara tidak sengaja meskipun dia sudah lumayan ahli mengendarai mobilnya itu.
Semua dilakukannya itu bukan semerta - merta karena harganya yang sangat mahal namun jika Ace menabrak dan barang itu pecah, takutnya serpihan - serpihan pecahannya akan melukai cucunya itu. Mr Kim tentunya tidak menginginkan hal tersebut terjadi, dan sebab itu dia langsung memanggil beberapa bodyguardnya untuk membantunya memindah semua barang - barang yang berpotensi membahayakan cucu kesayangannya itu.
Beberapa bodyguard itu langsung menjalankan perintah Mr Kim dan mengangkat semua barang - barang yang ingin Mr Kim pindahkan. Sementara barang - barang itu di pindah ke ruangan lain untuk diungsikan sementara sebelum dia menemukan tempat yang baru untuk meletakan barang - barang itu. Disisi lain Jane yang sudah merasa pusing diajak berkeliling ruangan tengah rumahnya oleh putranya itu, Jane kemudian turun dari mobil dan meminta keponakannya untuk menggantikan dia menemani Ace berkeliling mengendarai mobil karena sepertinya Ace masih ingin terus bermain dengan mobil barunya.
Seojun kemudian duduk di samping Ace dan setelah itu barulah Ace kembali mengendarai mobilnya berkeliling rumah. Semua orang hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua bisa bermain bersama dengan perasaan bahagia sembari sesekali mereka berbincang santai. Setelah itu mereka berdua beristirahat sejenak untuk minum, dan memakan kue tadi. Ace lalu naik ke pangkuan Jane dengan wajah berkeringat karena sebelum itu dia berlarian untuk membuka semua kado yang dia dapat di hari ulang tahunnya.
"Eomma, ayo naik lagi!" ucap Ace memeluk Jane.
"Nanti lagi sayang istirahat dulu, kamu sudah sampai berkeringat seperti ini kok."
"Tidak mau, ayo eomma!"
Jane lalu memeluk Ace dengan sangat erat agar dia tidak bisa pergi.
"Tidak boleh!"
Ace mulai merengek dan ingin menangis karena Jane tidak melepaskan pelukannya.
"Eomma lepaskan huwaa!"
"Jane sudah tidak apa - apa biarkan saja," ucap Mrs Kim.
Jane lalu melepaskan pelukannya.
"Ya sudah sana."
Ace yang sudah berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Jane lalu dia malah menjulurkan lidahnya untuk mengejek Jane. Melihat hal tersebut Josh justru tertawa sembari menggelengkan kepalanya karena tingkahnya yang seperti itu pasti menurun dari ayahnya. Dulu tingkah ayahnya terbilang sangat nyleneh dan terkadang sangat bandel sekali, jika diberi tahu tiba - tiba dia langsung mengejeknya.
"Ace anaknya sangat aktif sekali ya Jane," ucap Mrs Robinson.
"Iya mom benar, terkadang aku sampai kewalahan sekali mengurusnya apalagi jika dia selalu berlarian setiap diajak ke suatu tempat."
"Hahaha sepertinya Ace seperti itu menurun dari Liam, iya kan tan?" tanya Josh.
Mrs Robinson langsung tertawa.
"Iya benar Josh dahulu waktu Liam masih kecil, dia juga sama seperti itu selalu berlarian terus."
Josh langsung menepuk punggung Jane.
"Nah kan apa kubilang, jika Ace itu adalah Liam junior hahaha."
__ADS_1
Jane berdecak.
"Ck iya, tapi jangan sampai memukulku seperti ini sakit tahu."
"Oh maaf," ucap Josh lalu mengusap punggung Jane.
"Katanya waktu itu ke Indonesia ya Josh?" tanya Mrs Robinson.
"Iya tante, aku ingin mempir ke rumah tapi ternyata katanya tante sekeluarga sedang berada di Australia."
"Iya benar Josh ada acara keluarga, jadi kami pulang sekalian menjenguk grandma dan grandpa."
"Oh begitu. Oh ya tante kenapa Lian tidak diajak kemari?"
"Sebenarnya dia ingin ikut, tapi dia tiba - tiba ada urusan mendadak jadi dia tidak bisa ikut."
"Oh begitu."
"Maaf ya Jane, yang lain tidak bisa datang kemari."
"Tidak apa.- apa mommy, yang terpenting kan kalian bertiga sudah menyempatkan datang kemari untuk menjenguk kita sekeluarga."
"Oh ya tante, aku penasaran siapa dahulu yang paling nakal diantara Liam dan Lian?" tanya Josh.
"Kok bisa begitu tan? aku fikir mereka berdua hampir mirip karena mereka berdua kembar."
"Meskipun mereka berdua kembar namun sifat, tingkah laku, dan tingkat ke aktifannya anak berbeda meskipun wajah mereka berdua mirip."
"Oh aku fikir begitu. Enak tidak tante punya anak kembar laki - laki semua?"
"Kadang enak dan kadang tidak, kenapa kamu tiba - tiba berkata seperti itu?"
"Katanya oppa ingin mempunyai anak kembar mom," ucap Jane menyela pembicaraan mereka.
"Hahaha benarkah? bagus dong, besok buat sendiri ya Josh."
"Eh tidak tan, aku belum memikirkannya hahaha."
Mereka bertiga langsung tertawa bersama, apalagi saat melihat ekspresi Josh yang sangat terlihag seperti sangat canggung itu. Setelah itu mereka mengamati Ace yang sedang memboncengkan boneka dinosaurus di sampingnya. Tidak jarang Ace juga bertingkah sangat lucu seperti menyanyikan lagu secara acak sembari menari dan juga berbicara kepada beberapa boneka dinosurusnya. Lalu setelah itu Ace juga menjahili beberapa orang yang berada di sana dan yang paling banyak terkena adalah Mr Robinson. Hal tersebut membuat Mr Robinson tertawa dan ingin sekali menangkap Ace untuk dibawa ke pangkuannya.
"Kemari kamu," ucap Mr Robinson menggendong Ace karena dia berhasil menangkapnya.
"Ahhh eomma tolong Ace, grandpa Kim tolong Ace."
Mr Kim tertawa.
__ADS_1
"Hahaha kamu ini sangat lucu sekali."
Setelah itu Mr Robinson berhasil membawa Ace ke pangkuannya.
"Hup duduk diam disini, kamu ini sedari tadi berlarian terus kesana kemari apa tidak merasa lelah heum?"
Ace menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak, Ace sangat suka berlari."
"Kenapa? ingin jadi pemain bola atau atlet lari marathon ya?"
"Tidak, Ace ingin menjadi pembalap saja brum brum," ucap Ace sembari tangannya menirukan tengah menyetir mobil.
"Woahh keren"
"Eomma!" panggil Ace.
"Ya sayang?" tanya Jane menoleh ke arah Ace.
"Ace ingin menjadi pembalap, boleh kan?"
"Iya boleh," ucap Jane tersenyum.
"Grandpa Jo kenapa seperti dinosaurus?" tanya Ace menatap Mr Robinson.
Mendengar hal itu semua orang langsung tertawa.
"Kenapa grandpa Jo seperti dinosaurus?" tanya Seojun.
"Karena badan grandpa Jo sangat besar sekali seperti dinosaurus."
"Oh begitu."
Mendengar hal itu Mr Robinson juga langsung ikut tertawa.
"Oh begitu rupanya."
"Pasti seru punya tubuh yang tinggi dan besar karena bisa mengambil camilan di kulkas sendiri."
"Hahaha iya, memangnya kamu mau camilan?"
"Mau grandpa Jo."
"Baiklah."
__ADS_1