Dear Ace

Dear Ace
#40 Menyesal


__ADS_3

Ace lalu berlarian di sekitar rumah dan sesekali dia berkeliling dengan menaiki mobil mainannya juga. Jane dan Mrs Rosbinson tertawa saat melihat Ace yang berlarian sembari tersenyum lebar seperti kincir angin. Karena cuaca di Indonesia lumayan panas, tubuh Ace menjadi sangat berkeringat serta rambutnya bau matahari. Ace juga berlarian di halaman rumahnya untuk menangkap kupu - kupu yang hinggap di bunga. Karena dia tidak bisa menangkap kupu - kupu itu, Ace menghampiri Jane sembari menangis.


Jane hanya bisa tersenyum saat mengetahui penyebab Ace menangis, yaitu dia gemas karena dia tidak bisa menangkap kupu - kupu. Ace terus berlarian seperti itu sampai siang hari, dan karena dia menangis akhirnya Jane menggendongnya ke kamar untuk menidurkannya. Mungkin Ace menjadi sangat sensitif karena dia sudah merasa lelah dan mengantuk. Jane memberinya susu sembari menepuk - nepuk pantatnya.


"Eomma, daddy akan mulai tinggal bersama kita berdua kan?" tanya Ace menatap Jane.


"Benar, daddy akan mulai tinggal bersama kita lagi sayang."


"Daddy sudah kembali kepada kita, jadi eomma tidak akan berniat menitipkanku di panti asuhan lagi kan?"


"Ti-tidak sayang, eomma tidak akan berniat seperti itu lagi kepada Ace."


"Panti asuhan itu apa?"


"Mmm panti asuhan itu sebuah rumah penitipan," ucap Jane berbohong.


"Oh begitu, aku tidak mau dititipkan karena aku ingin terus bermain bersama eomma dan daddy."


"Iya sayang, tidak akan dan tidak pernah."


"Eomma kenapa menangis? Ace nakal lagi ya?"


Tanpa tersadar air mata Jane ternyata sudah menetes hingga membasahi pipinya.


"Tidak, Ace anak baik sangat baik."


"Benarkah?"


"Benar, sudah minum lagi susunya dan tidur siang."


"Tidak mau tidur siang, aku ingin bertemu daddy."


"Daddy baru pergi bekerja, makanya sekarang tidur siang dan sorenya baru bermain bersama daddy setelah pulang kerja."


"Oh nee eomma."


Tiba - tiba Jane merasa bahwa dia sangat berdosa kepada anaknya karena selalu memarahinya dan bahkan hampir menitipkannya di panti asuhan, padahal tingkah Ace sangatlah menggemaskan layaknya tingkah anak kecil pada umumnya. Harusnya dia merasa bersyukur karena dia langsung mendapatkan momongan saat dia sudah ingin memilikinya, padahal banyak wanita diluar sana yang sedang berjuang untuk mendapatkan momongan.


Jane mengusap rambut Ace yang sedang tertidur di pelukannya sembari berulang mengucapkan kata maaf dari hatinya yang paling dalam. Sekarang Jane tidak akan berniat seperti itu lagi karena dia lebih ingin membesarkan Ace bersama dengan suami tercintanya. Jane memeluk Ace sampai di ikut tertidur juga sampai sore, dan tidak lama kemudian Liam yang baru saja pulang dari kerja langsung pergi ke kamarnya. Dia merasa senang melihat pemandangan yang seperti itu setelah sepulang kerja, dan itu merupakan suatu hal yang diidam - idamkannya sejak lama.


"Eh hubby sudah pulang?" tanya Jane yang tiba - tiba terbangun dari tidurnya.


"Sudah."


"Mau minum apa?"


"Teh hangat saja seperti biasanya."


"Mau mandi langsung? aku siapkan sebentar."


"Baiklah. Mmm Ace sedang tidur ya?"

__ADS_1


"Iya sudah dari tadi jam 2 siang, tadi dia sempat rewel karena gemas tidak bisa menangkap kupu - kupu."


Liam tertawa.


"Oh begitu rupanya," ucap Liam mencium pipi chubby Ace.


Jane lalu pergi menyiapkan pakaian serta handuk untuk suaminya, dan jadinya malah mereka berdua berendam di dalam bathtub bersama. Namun bedanya, sekarang suasananya sangat canggung.


"Mmm sudah lama kita tidak seperti ini," ucap Jane memulai pembicaraan.


"I-iya hehe, kenapa rasanya aneh sekali ya? tidak seperti dulu saat kita sering melakukannya di dalam jacuzzi rooftop rumah."


"Rasanya aneh karena kita sudah lama tidak melakukannya, bukan?"


"Benar, sepertinya begitu."


"Sejujurnya aku lebih merindukan kita saat melakukan hal seperti ini dulu," ucap Jane membalikkan tubuhnya.


"I-iya, mmm bisakah kamu berbalik lagi?"


"Kenapa begitu?" tanya Jane bingung.


"Tidak apa - apa, sepertinya aku belum siap seperti ini."


"Haiss ckckck hubby ini," ucap Jane mengikuti perintah suaminya.


"Kenapa sih dari dulu kamu selalu saja berusaha untuk menggodaku?"


"Karena kamu memang pantas untuk digoda hahaha."


Jane tertawa.


"Aku tidak pernah menyalahkanmu untuk hal itu, asalkan jangan sampai kamu membenturkan kepalaku di pintu lift seperti waktu itu."


"Maklum aku panik karena kamu terus berteriak seperti orang yang sedang kerasukan. Katanya ingin lahiran kok malah berteriak - teriak seperti orang kesurupan."


"Rasanya sakit sekali waktu itu."


"Benar juga sih."


"Ayo kita kembali ke rumah dan memulai semuanya dari awal?"


"Hmmm minggu depan saja ya? aku masih belum siap."


"Oh baiklah."


"Tolong ajari aku untuk menjadi ayah yang baik karena ini merupakan hal baru untukku, jadi aku mohon bimbingannya."


"Iya, mari kita belajar bersama - sama untuk membesarkan Ace."


"Okay."

__ADS_1


Mereka berdua sangat menikmati waktu berdua untuk berbincang serta bercanda bersama, dan itu berguna untuk merekatkan kembali hubungan mereka berdua yang sedang renggang sejak beberapa bulan terakhir. Disisi lain Ace yang baru saja terbangun langsung mencari kedua orang tuanya, lalu dia mendekati kamar mandi karena dia mendengar sumber suara dari arah sana.


"Daddy, eomma!!" teriak Ace dari sana.


"Gawat Ace bangun, bagaimana ini hubby?"


"Sssttt lebih baik kamu keluar dulu saja dan aku menunggu disini sampai dia pergi."


"Kenapa tidak keluar secara bersamaan saja?"


"Jangan bodoh, nanti dia pasti akan selalu bertanya kenapa kita berduaan di kamar mandi."


"Iya sih tapi jangan mengejekku bodoh karena aku ini istrimu, masa kamu tega mengataiku dengan sebutan bodoh."


"Oh maaf kelepasan, ya sudah sana pergi."


"Iya aku pakai handuk dulu," ucap Jane mencium bibir Liam sekilas.


*Ceklek.*


"Iya kenapa sayang? eomma baru saja mandi."


"Daddy sudah pulang?"


"Sudah dari tadi, memangnya kenapa?"


"Ace ingin bermain bersama daddy."


"Iya tunggu sebentar ya, daddy sedang beristirahat karena lelah bekerja seharian."


"Nee."


"Kalau begitu kamu mandi dulu, nanti baru main dengan daddy."


"Nee."


Jane lalu berganti pakaian dan langsung mengajak Ace untuk mandi di kamarnya sendiri. Namun sebelum dia meninggalkan kamarnya Jane memberikan kode kepada Liam bahwa mereka berdua akan keluar dari kamar, dan setelah itu barulah Liam bisa keluar dari kamar mandi. Kode itu berupa ketukan di meja sebanyak 3 kali, dan setelah itu Liam pergi ke luar kamar setelah ganti baju.


"Sedang apa Li?" tanya Lian.


"Biasa sedang main game."


"Haiss dasar tidak pernah berubah sejak dulu sampai sekarang meskipun sudah berkeluarga, game selalu menjadi prioritas utama."


"Sssstt diam jangan banyak bacot."


"Eh bagaimana? sudah ada rencana membuat anak kedua belum heum?"


"Ace masih kecil masa sudah membuat anak lagi? nanti yang ada Jane langsung ngamuk - ngamuk ke aku."


"Siapa tahu berniat seperti itu haha."

__ADS_1


"Tidak, besok saja."


"Oh."


__ADS_2