
Jane lalu pergi ke bawah untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Ace, karena dirinya merasa ada yang tidak beres jika anak itu terlihat tenang dan damai. Begitu sesampainya di bawah Jane dikejutkan oleh tingkah laku Ace yang mengotori lantai rumahnya, dengan menyebar semua serat kayu alias alas untuk hamster hingga berserakan di lantai dan ditambah dengan kedua hamster peliharaannya itu sudah bergerak bebas di lantai. Jane memijat pelipisnya sembari menatap wajah putranya yang memperlihatkan ekspresi polosnya, dan berharap agar tidak dimarahi olehnya.
Jane semakin terkejut karena ternyata Ace juga menumpahkannya di beberapa mobil mainannya, termasuk mobil hadiah ulang tahunnya waktu itu. Bahkan Ace juga sampai cemong karena bermain dengan serat kayu itu, dan jika tidak mandi lagi pasti dia akan gatal - gatal. Jane lalu memanggil Bi Melati yang sedang membantu Bi Ijah memasak hidangan makan malam, dan setelah itu Bi Melati membersihkan semua kekacauan yang dibuat oleh Ace termasuk memasukkan semua hamster miliknya.
Setelah itu Jane menggendong Ace untuk dimandikan lagi agar badannya tidak merasa gatal - gatal. Tidak lama kemudian Jane membawa Ace ke kamarnya untuk bersama ayahnya agar dia tidak kembali membuat kekacauan. Tentunya Ace hanya tersenyum saat dibawa ke kamar utama tanpa merasa ada dosa sedikitpun. Maka mulai saat ini Jane akan sangat waspada ketika putranya itu tiba - tiba berubah menjadi pendiam atau suasana menjadi sedikit damai, karena dibalik itu semua pasti ada sebuah project besar yang dilakukan olehnya.
"Sudah duduk diam disini dengan daddy," ucap Jane sedikit kesal.
"Kenapa kamu terlihat kesal Jane?" tanya Liam bingung.
"Serat kayu yang kamu belikan untuk hamsternya itu tadi disebar di lantai dan juga mobil - mobilannya, dan bahkan dia juga sampai mandi serat kayu hingga aku harus memandikannya lagi agar badannya tidak gatal - gatal."
Seketika Liam dibuat tertawa terbahak - bahak dengan cerita Jane tersebut.
"Siapa yang menyuruhmu seperti itu heum?"
"Daddy," jawab Ace sembari menunjuk Liam.
"Eh daritadi daddy berada di kamar dan tidak menyuruhmu untuk melakukan hal seperti itu."
"Oh berarti yang menyuruhku itu hamster, katanya mereka ingin berlarian dengan bebas diluar dad."
"Tapi jangan begitu, kalau hamsternya hilang atau lari daddy tidak bisa menangkapnya untukmu."
"Kenapa begitu dad?"
"Daddy baru sakit, jadi tidak bisa pergi kemanapun dan hanya tiduran di atas ranjang saja."
"Berarti daddy tidak kerja?"
"Sepertinya daddy akan bekerja dari rumah saja dan akan meminta Yunna untuk mengirimkan semuanya melalui milimail."
"Oh begitu."
"Istirahat saja dan fokus untuk kesembuhan hubby, kemarin daddy juga bilang bahwa kamu harus full beristirahat dan belum boleh bekerja."
"Tidak apa - apa Jane, aku akan tetap bekerja secara perlahan."
"Hubby."
"Tenang saja semuanya akan membaik."
"Eomma, itu camilan untuk Ace ya?"
"Bukan sayang, itu untuk daddy."
"Kamu mau yang mana heum? ambillah yang kamu inginkan!" perintah Liam.
__ADS_1
"Nee daddy," ucapnya langsung mengambil sebuah cookies.
"Tidak apa - apa Jane, lagipula hanya dimakan oleh anak kita kok hehe besok beli lagi jika kamu menginginkannya."
"Iya hubby. Mmm kamu mau aku ambilkan apa?"
"Susu UHT itu saja, tolong ambilkan!"
"Baik hubby."
Jane lalu menusukkan sedotannya dan menyuapi Liam, dan entah mengapa Jane justru semakin sayang sekali dengan Liam. Dia berkata bahwa dirinya bukanlah pria yang tangguh namun dimata Jane, dia tetaplah seorang pria yang tangguh. Dia bekerja dari pagi sampai sore dan bahkan sampai malam karena lembur dirumah, karena itu semua untuk menghidupi keluarga kecilnya alias memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Suaminya itu pria yang tangguh dan pekerja keras, maka tidak heran bahwa Jane semakin menyayanginya hingga bersedia merawatnya sampai sebuh total. Bahkan semua keinginannya juga selalu dituruti oleh Liam, jadi rasanya tidak adil jika dirinya meninggalkan suaminya yang tengah sakit apalagi putranya juga sudah lengket dengannya.
"Hubby makan malam sudah siap, aku akan mengambilkannya untukmu."
"Suapi dulu Ace, baru setelah itu kamu yang makan dan jangan pedulikan aku karena aku masih kenyang."
"Mmm baik hubby, ayo sayang kita makan malam dulu."
"Daddy ikut makan malam bersama kita?"
"Daddy makan malamnya nanti karena dia masih kenyang."
"Oh begitu, ayo eomma."
"Daddy aku kembali," ucap Ace yang berlari dan naik ke atas ranjang.
"Pelan - pelan nanti jatuh."
"Nee daddy."
"Tadi makan apa?"
"Salmon."
"Oh begitu."
"Daddy ingin peluk," ucap Ace manja.
"Sini peluk daddy."
"Daddy kapan sembuhnya? Ace ingin bermain bola lagi dengan daddy."
"Sabar ya, sebentar lagi daddy akan sembuh dan kita akan bermain bola lagi."
"Daddy sakit apa?"
__ADS_1
"Sakit ketusuk pisau."
"Kenapa bisa begitu? apa karena ada orang jahat yang menusuk daddy dengan pisau?"
"Sepertinya begitu."
"Kenapa mereka jahat dengan daddy? kan daddy itu orang yang baik."
"Sini dengarkan daddy. Meskipun kita telah berbuat baik kepada banyak orang namun pasti ada saja yang berbuat jahat kepada kita dan ingin mencelakai kita."
"Oh begitu, memangnya kenapa dad?"
"Karena yang namanya pembenci pasti akan selalu membenci kita dan berusaha menjatuhkan kita."
"Oh."
Tiba - tiba Jane masuk ke dalam kamar dan menyuapi Liam sedikit demi sedikit. Beberapa jam kemudian Ace sudah tertidur di pelukan Liam saat tadi dirinya sedang menonton film kartun. Biasanya Liam yang selalu menggendong Ace ke kamar namun karena dia sakit, jadi untuk sementara Jane yang menggendong Ace ke kamarnya seperti dulu. Setelah selesai Jane langsung bersiap - siap untuk tidur, sedangkan Liam masih berkutat dengan laptopnya.
"Sayang sudah malam mari tidur," ucap Jane mengusap pipi Liam.
"Baiklah," jawabnya sembari menutup laptopnya.
"Sini aku kembalikan ke ruangan kerjamu."
"Ini, terima kasih."
Jane lalu masuk ke dalam ruangan kerja Liam yang pintunya terhubung dengan kamarnya. Begitu sesampainya disana Jane lalu meletakkan laptop Liam diatas meja kerjanya namun tiba - tiba dia menemukan sebuah map yang terlihat sangat asing. Jane merasa terkejut setelah membaca isi dari dokumen tersebut yang memberitahu mengenai laporan kesehatan Liam. Ternyata selama ini suaminya sering ke psikiater untuk menangani masalah trauma yang dialaminya serta menyembuhkan gangguan mentalnya. Pantas saja waktu itu temannya memberitahu Jane bahwa dia melihat Liam berada di ruang tunggu depan bagian psikiater bersama Mrs Robinson.
"Jane!!" teriak Liam.
Jane bergegas menghampiri Liam.
"Ada apa hubby?"
"Kenapa lama sekali disana? ayo tidur, sudah malam."
"Oh baik hubby. Mari aku bantu berbaring."
"Sss ternyata masih sedikit perih."
"Iya hubby, makanya istirahat saja sampai kamu sembuh total ya?"
"Kita lihat saja besok."
"Selamat malam hubby dan tidur yang nyenyak," ucap Jane mencium pipi Liam.
"Iya kamu juga."
__ADS_1