Dear Ace

Dear Ace
#67 Pertemanan Sejati


__ADS_3

Setelah semuanya berkumpul dan hadir di acara tersebut, Ricko lalu memulai acaranya. Ramai sekali orang yang datang untuk menghadiri acara ulang tahun Ibra yang ke 2. Setelah acara tiup lilin, Ibra lalu bermain bersama Ace dan teman - temannya yang lain sembari memakan kue. Lalu para orang dewasa sibuk berbincang satu sama lain dan juga bercanda mengenai beberapa hal, salah satunya menduga bahwa setelah ini Ricko dan Gita akan mempunyai anak lagi.


Dio dan Chicko terus menanyakan hal tersebut hingga membuat Ricko merasa kesal, melihat hal itu membuat Liam tertawa terbahak - bahak karena itu pertama kalinya melihat ekspresi wajah Ricko saat sedang merasa kesal. Selama ini Ricko selalu sabar menghadapi kelakuan absurd teman - temannya, apalagi menghadapi kelakuan Liam yang sangat absurd dibandingkan yang lainnya.


Dari sejak mereka sekolah, Ricko sudah menanggung beban berat mendengarkan semua curhatan Liam mengenai keluarganya maupun mengenai para wanita yang disukai oleh Liam. Mungkin saat itu Ricko merasa ingin menempeleng kepala mereka karena merasa risih sekaligus kesal. Bahkan orang tua Ricko dan Gita dibuat merasa terheran karena tingkah teman - teman anaknya itu. Mama Ricko lalu menyajikan beberapa camilan untuk mereka semua.


"Daddy," ucap Ace menghampiri Liam.


"Kenapa heum?"


"Belum mau pulang kan?"


"Belum, memangnya kamu sudah ingin pulang?" tanyanya memeluk Ace.


"Belum, nanti saja karena aku masih ingin bermain dengan teman - teman."


"Baiklah, main sepuasmu."


Ace lalu menatap Jane.


"Iya boleh," jawab Jane.


"Kenapa harus lihat eomma, takut dimarahi oleh eomma kamu ya?" tanya Chicko.


Ace mengangguk.


"I-iya om Chicko."


"Jangan galak - galak dong hahaha."


"Iya," ucap Jane memutar bola matanya.


"Ace semakin besar ternyata wajahnya semakin mirip sekali denganmu," ucap papa Ricko.


"Iya om, aku juga bingung kenapa bisa sangat mirip sekali denganku."


"Mungkin saat Jane sedang mengandung Ace, dia sering menatap wajahmu serta mengidolakanmu makanya Ace sangat mirip denganmu."


"Hahaha memang bisa ya om seperti itu?"


"Kata orang dulu bisa karena hal itu."


"Wah wah Jane tidak ku sangka ternyata kamu begitu mengidolakan Liam sampai membuatku merasa heran," celetuk Dio.


"Heran kenapa?" tanya Jane bingung.


"Heran kenapa kamu bisa mengidolakan Liam sampai segitunya."


"Liam kan juga tampan jadi wajar saja kalau Jane mengidolakan Liam sampai segitunya, iya kan Jane?"


"Benar om."


"Kalau kamu mengidolakan aku juga tidak Jane?" tanya Chicko.


Jane langsung memalingkan wajahnya dan membuat mereka tertawa.


"Hahaha Jane mana mau dengan pria sepertimu," ucap Dio mengejek Chicko.


"Memangnya Jane juga mau denganmu? ngaca bodoh!" balas Chicko.


"Eomma makan apa?"


"Brownise, kamu mau?"


"Mau eomma."

__ADS_1


Jane lalu mengambilkan Ace brownise, sedangkan Ace langsung duduk di pangkuan Jane.


"Pelan - pelan jangan sampai bececeran."


"Nee eomma."


"Acee!! ayo kita bermain lagi bersama yang lainnya," ajak Ibra.


"Sebentar," ucap Ace dengan mulut yang penuh makanan.


"Ibra juga mau brownise?" tanya Jane.


"Tidak tante, aku kenyang."


"Ibra tadi sudah memakan banyak kue tart miliknya pasti," ucap papa Ricko mengusap rambut Ibra.


"Benar kakek, aku sudah memakan banyak kue sampai dimarahi mama."


"Kenapa dimarahi mama?"


"Karena sampai wajahnya cemong dan mengenai bajunya pah," ucap Gita yang menghampiri mereka.


"Ibra sampai seperti badut," ucap Ace mengejek Ibra.


"Tidak Ace, kan tidak semuanya dan hanya mulutnya saja."


"Tetap saja hahaha."


"Hmmpp kamu menyebalkan," ucap Ibra yang melenggang pergi meninggalkan Ace.


Ace lalu berlari mengejar Ibra.


"Tunggu aku!!! kamu marah kan pasti?"


"Hmm pasti kamu marah, aku kan hanya bercanda saja."


"Ihh tidak, siapa juga yang marah."


"Ace dan Ibra saat seperti itu terlihat seperti Liam dan Ricko, kan om?" tanya Dio.


"Hahaha kamu benar, mereka berdua sering bertengkar namun beberapa menit kemudian akan langsung berbaikan."


"Benar om hahaha."


"Eh kalian ayo main ke rumah," ucap mama Ricko.


"Iya tante, ini juga sudah main ke rumah kok."


"Eh tapi ini rumahnya Ricko, bukan rumah tante."


"Haha bukankah sama saja tan?" tanya Chicko.


"Beda dong, rumah Ricko ya milik Ricko dan Gita sedangkan rumah tante ya milik suami tante."


"Suami tante siapa?"


Mama Ricko lalu mencubit Chicko.


"Hih, kamu ini hahaha."


"Tante sakit," rintih Chicko.


"Nah Liam, mana anakmu? siapa itu namanya ya mmmm As?"


"Ace tante."

__ADS_1


"Nah itu si Ace, namanya susah sekali."


Liam tertawa dan Jane.


"Itu tan, baru bermain sama Ibra dan yang lainnya."


"Oh begitu. Ini lho teman - temannya Ricko yang saya ceritakan itu kepada anda."


"Oh mereka semua ya?" tanya ibu Gita.


"Iya mereka semua teman Ricko sejak SMA, dan katanya temannya Gita juga."


"Ternyata masih awet sampai sekarang."


"Iya benar, saya juga tidak menyangka jika pertemanan mereka akan seawet ini sampai punya anak."


"Semua ini sudah memiliki anak?"


"Yang dua itu masih bujang, sedangkan yang bule itu sudah punya anak selisih 5 bulanan dari Ibra."


"Anaknya yang bule itu kah? yang tadi berlarian disana?"


"Iya itu anaknya, namanya Ace."


"Oh begitu rupanya. Yang wanita itu temannya Ricko juga?" tanyanya menatap Jane.


"Itu istrinya Liam, sekarang ya jadi temannya Ricko dan Gita."


"Oh iya, bukankah mereka pernah datang ke acara pertunangan sekaligus acara pernikahan Ricko dan Gita?"


"Nah benar."


Saat sore hari mereka bertiga telah sampai di rumah, dan sekarang mereka akan beristirahat sebentar karena merasa lelah. Liam membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sedangkan Jane duduk di sofa sembari menggendong Ace karena dia ingin minum susu.


Setelah Ace tertidur karena merasa kelelahan, Jane lalu menidrukannya di samping Liam. Jane kemudian pergi ke kamar mandi, dan saat dia sedang berendam tiba - tiba saja ada yang membuka pintu kamar mandinya lalu ikut berendam juga. Liam duduk di belakang Jane dan memeluknya dari belakang.


"Kumohon jangan bergerak, dan biarkan tetap seperti ini karena sudah merasa sangat nyaman."


"Tumben sekali kamu bersikap seperti ini, yah ku akui bahwa aku sangat merindukan sikap manjamu itu saat bersamaku."


"Iya Jane. Sejujurnya aku merasa sangat rindu kepadamu."


"Aku senang jika secara perlahan kamu mulai kembali seperti dulu."


Tiba - tiba saja.....


"Ngork ngork." Liam tertidur sembari mendengkur.


"Astaga suamiku, kamu selalu saja seperti itu secara tiba - tiba."


Jane lalu melanjutkan mandi, dan begitu selesai dia lalu memandikan Liam persis seperti sedang memandikan mayat. Saat malam hari Liam sedang membaca bukunya dengan sangat serius, dan tiba - tiba Ace datang menghampiri Liam.


"Daddy, apakah disini ada taman dinosaurus?"


"Daddy kurang tahu mengenai hal itu, coba nanti daddy carikan di googlo siapa tahu ada taman dinosaurus."


"Nee daddy. Eomma kemana?" .


"Eomma sedang didapur, kenapa memangnya?"


"Aku haus dad, ingin minum susu lagi."


"Oh sebentar ya sayang."


"Nee."

__ADS_1


__ADS_2