
Liam lalu tertawa sembari berjalan masuk ke dalam ruangannya, dan setelah itu dia duduk di kursi kerjanya yang begitu besar serta sandarannya tinggi. Liam membuka laptopnya lalu mengambil sebuah figura kecil yang terletak di atas meja, dan dia langsung membersihkannya karena sudah berdebu. Liam menatap foto dirinya dan juga istrinya sewaktu berlibur ke Santorini. Dia tersenyum tipis saat mengingat sebuah inseden yang mungkin terlihat sangat aneh atau memalukan.
Dahulu saat di sebuah bar, mereka berdua tiba - tiba saja terbangun di hotel dengan kondisi hanya terbungkus selimut saja dan tidak memakai selembar pakaian apapun. Sampai sekarang dia masih penasaran dengan hal tersebut namun dia juga menduga bahwa mereka berdua telah berbuat hal seperti itu saat tengah mabuk. Tidak lama kemudian selembar foto keluar dari mesin printernya, dan Liam langsung mengambil selembar foto itu.
Rupanya tadi Liam tengah mencetak sebuah foto dirinya dan keluarga kecilnya saat di kebun binatang, untuk menggantikan foto yang terpajang di figuranya saat ini. Sejak pagi Liam sudah meminta Yunna untuk mencarikan sebuah kertas foto yang terbaik, dan harus sudah terpasang saat dia datang ke kantornya bahkan Liam sudah meminta hal tersebut sejak dia bangun tidur. Dipandanginya foto tersebut selama kurang lebih 6 menitan sebelum dia pajang di figuranya. Tidak lama kemudian Yunna masuk ke dalam ruangan Liam untuk membacakan rentetan jadwal Liam pada hari ini.
"Lihatlah ini, bagus bukan?" tanya Liam menunjukkan foto di figuranya.
"Iya sangat bagus Liam," ucap Yunna tersenyum.
"Anggota keluarga kecilku sekarang sudah bertambah satu, jadi rasanya kurang afdhal jika aku tidak mengganti fotonya dengan yang baru saat bersama si kecil."
"Iya benar jadi aku ingin kamu jaga baik - baik keluarga kecilmu," ucapnya sembari mengusap rambut Liam.
Liam mengangguk.
"Siap hehe. Mmm nanti mau makan siang denganku tidak?"
"Dimana?"
"Aku menemukan sebuah warung mie ayam yang sangat lezat, jadi aku ingin mengajakmu disana."
Yunna berfikir sejenak.
"Mmm Jane bagaimana?" tanyanya ragu.
"Oh itu nanti aku akan meminta izin dengannya terlebih dahulu baru kita pergi, bagaimana?"
"Baiklah aku setuju jika seperti itu, agar perasaanku lebih tenang."
"Kenapa memangnya? apa Jane pernah memarahimu karena kita selalu pergi kulineran?"
"Ya begitulah, namanya juga seorang istri pasti perasaannya tidak tenang ketika mengetahui bahwa suaminya selalu pergi dengan wanita lain."
"Benar juga sih."
"Mari kita pergi meeting."
"Okay."
Liam lalu berjalan bersama Yunna menuju ke ruang meeting, dan disisi lain saat ini Jane sedang melakukan senam yoga di pagi hari agar tubuhnya sehat. Ace yang baru bangun tidur langsung menemui bibi karena dia tidak mengetahui keberadaan Jane. Setelah bibi memberitahunya bahwa Jane sedang berada di tepi kolam renang, Ace lalu berlari menuju ke halaman belakang rumah dengan diikuti oleh bibi. Berulang kali Ace diperingatkan oleh bibi agar tidak berlarian karena takut jatuh, akan tetapi Ace selalu saja tetap berlari seperti biasanya.
"Eomma," ucap Ace yang memeluk leher Jane dari belakang.
Seketika Jane membuka matanya untuk melihat putranya.
"Iya sayang, kenapa?"
"Daddy kemana?"
"Daddy sedang pergi bekerja," ucapnya sembari membawa Ace ke pangkuannya.
"Kerja menjadi tukang ojek?"
"Tidak, daddy sudah bekerja di perusahaan grandpa Jo."
__ADS_1
"Jadi daddy memakai setelan jas seperti grandpa Jo dan grandpa Kim?"
"Benar."
"Eomma haus, ingin minum susu."
Jane lalu menggendong Ace untuk duduk di sofa, dan setelah itu dia memberikan Ace susu.
"Jangan jadi anak yang nakal ya sayang, jadilah anak yang pintar."
30 menit kemudian Ace sudah selesai meminum susunya.
"Daddy kapan pulangnya eomma?"
"Nanti sore sayang."
"Jam berapa?"
"Jam 4 sore, memangnya kenapa bertanya seperti itu?"
"Ingin bermain dengan daddy dan juga belajar membaca."
"Lebih baik untuk sekarang kamu bermain dan belajar membaca bersama eomma, bagaimana?"
"Tidak mau."
"Kenapa tidak mau?"
"Eomma galak, dan itu sangat menyeramkan."
"Maafkan eomma jika sering memarahimu, eomma juga merupakan seorang manusia yang terkadang bisa merasa stress dan juga lelah. Apalagi waktu itu eomma juga pusing memikirkan keberadaan daddy."
"Mmm sekarang daddy sudan kembali bersama kita berdua eomma, jadi jangan marahi Ace lagi ketika eomma merasa lelah karena sudah ada daddy yang bisa membantu eomma."
"Iya sayang, eomma tidak akan seperti itu lagi."
Jane kemudian menggendong Ace ke kamarnya untuk memandikannya. Di bathtub Ace sudah ada beberapa bebek karet dan juga mainan gelembung. Ace sangat suka memainkan bebek karet dan gelembung saat sedang mandi, layaknya anak kecil pada umumnya. Setelah itu Ace bermain seperti biasa di dalam rumah, dan saat siang hari Ace meminta izin kepada Jane untuk bermain diluar dengan teman - temannya.
"Eomma boleh ya aku bermain diluar bersama teman - teman," ucap Ace memohon.
"Tidak sayang, nanti kalau kamu diculik bagaimana heum?"
"Tidak akan eomma, kan ada Pak Kang."
"Hufft ya sudah kamu boleh pergi, asalkan saat sore hari kamu sudah harus pulang sebelum daddy pulang."
"Nee eomma."
*Beberapa jam saat sore hari.*
"Eomma, Ace sudah pulang sniff."
"Iya sayang mmm eomma rindu," ucap Jane memeluk Ace.
"Sniff iya eomma, Ace juga rindu dengan eomma."
__ADS_1
"Eh kamu pilek heum?" tanyanya mengamati wajah Ace.
"Hachim, sniff."
"Minum obat dulu dan habis itu mandi sore."
"Nee eomma sniff."
"Eomma sudah memasakkanmu ikan salmon, makan dulu."
"Ikan salmon kesuakaanku."
Jane lalu menyuapi Ace saat makan, dan setelah itu dia meminum obat agar pileknya cepat sembuh. Setelah itu Jane memandikan Ace sembari menunggu suaminya pulang, dan tidak lupa Jane juga ikut mandi bersama Ace.
"Jane, aku pulang!" teriak Liam saat pintu lift terbuka
Ace lalu berlari menghampiri ayahnya yang baru saja pulang kerja.
"Daddy!!"
"Hup jagoan daddy," ucap Liam menggendong Ace.
Pandangan Ace langsung tertuju kepada seorang wanita yang berdiri di sebelah ayahnya.
"Dia siapa daddy?" tanya Ace penasaran.
"Dia aunty Yunna, teman daddy."
"Hai Ace, tampannya."
"Terima kasih aunty."
"Eh ada Yunna ternyata, mari silahkan duduk."
"Iya Jane, terima kasih."
"Bagaimana kabarmu Yun?"
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu Jane, bagaimana kabarmu heum?"
"Aku sangat baik. Oh ya aku sudah membuatkan teh untuk kalian, silahkan diminum."
"Terima kasih Jane."
"Iya."
"Ace sekarang sudah besar ya, terakhir kali aku melihatnya saat masih bayi."
"Aku juga sama kok Yun," ucap Liam bercanda.
"Kamu sih, terlalu gegabah ckckck."
"Hehe. Eh kamu baru pilek ya?"
"Iya Liam, tadi langsung aku beri obat dan menyuruhnya untuk beristirahat saja."
__ADS_1
"Oh begitu."