Dear Ace

Dear Ace
#72 Date


__ADS_3

Jane menyingkir sebentar untuk mengangkat telepon, sedangkan Liam berdiri di sampingnya sembari menguping pembicaraan Jane di telepon. Liam merasa curiga jika Jane berbohong kepadanya, jadi dia menguping pembicaraannya di telepon. Liam meletakkan dagunya di bahu Jane hingga membuatnya tersenyum tipis, dan sesekali dia juga menoleh ke arah Liam saat dirinya sedang sibuk berbincang di telepon.


Ternyata Mrs Robinson hanya memberi kabar bahwa Ace tidak nakal saat diasuh olehnya namun hanya sangat aktif saja karena baru masanya dia seperti itu. Ace juga sudah makan dan minum susu, jadi dia sekarang sedang berlarian di dalam rumah. Mrs Robinson meminta agar Jane dan Liam untuk tenang, sehingga bisa menikmati kencan mereka berdua. Mendengar hal tersebut Jane bisa sedikit merasa lega, lalu setelah mengabarkan hal itu Mrs Robinson langsung mematikan teleponnya karena dipanggil oleh Ace.


Disisi lain Liam melihat Simon dari kejauhan yang ternyata juga ada di mall tersebut, dan berfikir bahwa Jane sudah membuat janji dengannya saat di mall. Liam lalu menarik pinggul Jane agar semakin mendekat kepadanya hingga membuatnya terkejut. Jane menatap wajah suaminya yang mulai terlihat gelisah, dan dia lalu mengusap wajahnya seolah - olah memiliki sebuah arti bahwa tidak ada yang perlu di khawatirkan karena ada dirinya.


"Ada apa heum?" tanya Jane memastikan.


"Tidak ada apa - apa, hanya saja aku merasa takut."


"Jangan takut ada aku disini," ucap Jane memeluk Liam.


Liam lalu melepas pelukannya.


"Jadi setelah ini kita mau pergi kemana?"


"Kita pergi makan siang lalu setelah itu menonton film di bioskop, bagaimana?"


"Boleh, kebetulan aku sedang senggang dan tidak terlalu banyak pekerjaan."


"Baiklah mari kita pergi," ucapnya menggandeng tangan Liam.


"Okay."


"Oh ya tadi mommy berkata bahwa Ace sedang berlarian di dalam rumah dan sudah makan siang juga, syukurlah anak itu tidak merepotkan mommy."


"Oh begitu."


"Mmm kamu ingin memesan yang mana hubby?"


"Yang ini saja," ucapnya sembari menunjuk salah satu menu best seller.


"Oh okay, aku juga mau yang ini saja."


Setelah memesan, mereka berdua lalu menunggu sembari berbincang bersama.


"Aku tidak sabar untuk melihatmu memakai itu."


Jane lalu memegangi tangan Liam yang berada di atas meja.


"Sabar ya sayang, nanti malam aku akan memakainya di hadapanmu dan tentunya setelah anak kita tidur."


"A-anak kita?" tanyanya merasa gugup.


"Iya Ace anak kita, memangnya ada apa?"


"Aku masih sedikit canggung jika kamu menyebut anak kita, ma-maksudku mungkin belum terlalu terbiasa."


Jane tertawa kecil.


"Oh begitu, semakin lama kamu juga akan terbiasa hubby."


"Perasaan baru kemarin kita saling kenal namun tiba - tiba saja kita sudah memiliki yang sebentar lagi akan berusia 2 tahun."

__ADS_1


"Benar hubby, semuanya terasa begitu cepat."


"Aku takut jika semakin lama usia pernikahan kita, maka rasanya akan semakin hambar hingga membuatmu meninggalkanku untuk hidup bersama orang lain."


"A-apa maksudmu? tidak mungkin akan seperti itu hubby, bukankah kita harus saling menjaga hubungan kita agar bertahan lama hingga kita tua nanti?"


"Entahlah. aku merasa bahwa ajalku semakin dekat dan mungkin saja besok aku akan meninggal."


"Hubby jangan berfikir seperti itu, aku tidak suka jika kamu berfikir seperti itu."


"Memangnya kenapa? jika aku tidak ada maka hiduplah bersama pria lain yang lebih baik dariku, hiduplah dengan bahagia dan aku juga akan merasa bahagia di atas sana jika kamu bahagia."


"Hu-hubby, tolong jangan tinggalkan aku dan Ace karena kami berdua seperti sebuah rumah tanpa pillar jika kamu pergi."


Liam tersenyum dan mengusap pipi Jane.


"Bangunlah pillar lain yang lebih kokoh dari sebelumnya, maka kalian berdua akan aman."


"Maaf, saya mengantarkan pesanan anda."


"Oh ya letakkan saja," ucap Liam datar.


"Baik tuan. Selamat menikmati."


"Terima kasih."


"Makanlah, kamu harus banyak makan karena Ace masih membutuhkan ASI mu dan jangan lupa makan - makanan yang bergizi juga agar kalian berdua selalu sehat."


"Tidak perlu, aku hanya membutuhkan segelas minuman alkohol kesukaanku saja setiap harinya maka aku akan selalu sehat."


Jane lalu berdecak.


"Hubby, jangan terlalu sering mengkonsumsi minuman beralkohol karena tidak baik untuk tubuhmu untuk jangka panjang."


Liam menyantap makanannya.


"Iya tahu namun jika sudah kecanduan maka susah akan keluar, sebagai gantinya mungkin aku hanya mengurangi kadarnya saja setiap hari dari yang awalnya 5 gelas menjadi 1 gelas setiap hari."


"Aku heran mengapa kamu bisa sampai menjadi kecanduan hal tersebut, padahal aku hanya minum setengah gelas saja sudah pusing."


"Entahlah dulu aku hanya mencoba minum saat ada acara perjamuan di umurku yang menginjak 17 tahun, dan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunku namun malah keterusan sampai sekarang."


"Oh begitu."


Mereka berdua menyantap hidangan masing - masing sembari berbincang bersama, dan setelah itu barulah mereka berdua menonton film di bioskop. Liam mengajak Jane untuk menonton sebuah film yang sedang trending no 1 di Indonesia sejak hari pertama pemutaran film tersebut, dan film itu merupakan sebuah film anime. Mereka berdua sempat mengambil sebuah foto di depan poster film tersebut sebagai kenang - kenangan, dan rencananya ingin di unggah di media sosial Jane.


"Boleh aku mengunggahnya di instamili milikku?"


"Eh? i-iya boleh hubby."


"Kenapa kamu seperti itu? apa kamu merasa keberatan?"


"Tidak, aku hanya merasa terkejut saja karena tiba - tiba kamu ingin mengunggah foto kita berdua di akun instamili milikmu."

__ADS_1


"Oh itu untuk kenang - kenangan saja kok," ucap Liam tersenyum tipis.


"Oh begitu, baiklah."


2 jam kemudian mereka berdua telah sampai di kediaman keluarga Robinson untuk menjemput Ace.


"Daddy!! eomma!!" teriak Ace sembari berlari menghampiri mereka berdua.


"Hup jagoan daddy," ucap Liam menggendong Ace.


"Daddy habis pergi dengan eomma ya?"


"Iya benar."


"Aku dibawain oleh - oleh tidak?" tanyanya sembari memelas.


"Pasti dong, masa kita berdua tidak membawakan oleh - oleh untukmu."


"Ini steak kesukaanmu," ucap Jane memberikan sebuah bingkisan untuk Ace.


"Gomawo eomma."


"Nee."


"Itu ada dua, jadi dimakan bersama aunty Rosie ya?"


"Nee daddy."


Liam lalu menurunkan Ace, dan seketika Ace berlari menghampiri Rosie yang sedang berbincang di telepon.


"Aunty Rosie," panggil Ace dengan nada khas anak kecil.


"Ya, kenapa Ace?"


"Ayo makan ini, tadi daddy dan eomma membawakan ini untuk kita berdua."


"Wah sepertinya sangat lezat, mari kita makan bersama - sama."


"Nee."


"Hahaha sini aku bantu naik ke kursi," ucap Rosie menggendong Ace.


"Thank you."


"Your welcome," jawabnya tersenyum.


"Aunty sedang berbincang dengan Leon?"


"Iya, memangnya kenapa?"


"Tidak apa - apa."


"Oh."

__ADS_1


__ADS_2