Dear Ace

Dear Ace
#19 Uncle Simon


__ADS_3

Ace kemudian ikut membantu pria itu untuk memberi makan kucing - kucing liar yang berada di taman tersebut, dan setelah itu mereka berdua bermain kejar - kejaran di sekitar kawasan taman. Entah mengapa semenjak kehadiran Ace di hidup pria itu, dia merasa bahwa hidupnya menjadi lebih bewarna karena dia sudah menganggap Ace seperti anaknya sendiri. Memang awalnya pria itu menolak sekaligus merasa terganggu dengan kehadiran Ace apalagi dia menilai bahwa Ace merupakan anak yang songong, sok pintar, dan lain sebagainya namun tiba - tiba hatinya menjadi luluh seiringnya waktu.


Mungkin memang sudah menjadi takdir Tuhan jika Ace hadir dalam hidupnya untuk mengusir kesunyian yang dia alami dalam kehidupannya selama ini. Semenjak dia bertemu dan dekat dengan Ace, dia selalu rajin mengunjungi taman itu setiap pagi dan sore untuk bermain dengan Ace. Terkadang dia juga membawa beberapa camilan untuk diberikan kepada Ace dan itu membuat Ace merasa senang karena Ace juga sudah menganggap pria itu seperti ayahnya sendiri.


Ace yang belum pernah merasakan kasih sayang dari ayahnya, sekarang akhirnya dia bisa merasakan kasih sayang seorang ayah meskipun dia mendapatkan itu semua dari orang lain. Disisi lain Jane yang sedang berbincang dengan Mrs Kim tiba - tiba saja dikejutkan oleh kedatangan teman lamanya, yaitu Simon. Dahulu Simon pernah menyukai Jane sewaktu mereka berada di bangku sekolah, akan tetapi Simon tidak pernah menyatakan cintanya kepada Jane.


Saat Simon hendak mengatakannya ternyata Jane sudah mengumumkan rencana pernikahannya bersama Liam, seorang pria yang merupakan pengusaha kaya raya berasal dari Australia. Tentu hal itu membuat nyali Simon menjadi ciut karena Simon hanyalah seorang karyawan biasa dan sekarang dia sudah mendirikan perusahaan sendiri. Simon lalu memeluk Jane saat sesampainya di rumah tersebut serta memberikan beberapa mainan untuk Ace.


"Hai Simon, apa kabar? sudah lama aku tidak mendengar kabar tentangmu."


"Aku baik Jane, hai tante apa kabar?" tanya Simon menyapa Mrs Kim.


"Aku baik Simon, mari silahkan duduk."


"Iya tante, mmm anakmu Ace kemana?" tanya Simon mengedarkan matanya melihat sekeliling rumah Jane.


"Oh Ace sedang bermain di taman bersama temannya, mmm lebih tepatnya bersama kenalannnya si om kumis."


"Om kumis, siapa itu?" tanya Simon penasaran.


"Dia seorang pria yang dia kenal sewaktu taman saat dia pertama kali datang ke Indonesia dan katanya pria itu suka memberi makan kucing - kucing liar di taman," jawab Mrs Kim menjelaskan.


"Oh begitu rupanya, tetapi menurutku Ace harus berhati - hati dengannya karena bisa saja dia adalah orang jahat. Ya untuk antisipasi saja agar Ace tidak menjadi korban penculikan."


"Iya benar, aku sudah berulang kali mengatakan hal tersebut kepadanya namun dia selalu saja ingin pergi ke taman untuk menemuinya karena mereka berdua sudah sangat dekat."


"Tetapi tidak apa - apa karena selalu ada bodyguard yang ikut bersamanya," ucap Mrs Kim.


"Oh sudah ada bodyguard? baguslah jika seperti itu tante, sudah sedikit lega."


"Aku akan pergi menyusul Ace ketaman ya eomma?"


"Oh iya Jane."


"Aku ikut Jane," ucap Simon tiba - tiba.


Jane dan Simon lalu pergi ke taman untuk menjemput Ace karena Jane akan mengajaknya pergi dengan Simon ke salon serta ke beberapa tempat. Selama mereka berjalan menuju ke taman, mereka sempat berbincang santai mengenai Ace yang sekarang sudah dinilai menjadi anak yang lebih pintar daripada anak seusianya. Beberapa menit kemudian mereka berdua telah sampai di taman, dan Jane langsung memanggil Ace yang sedang bermain bersama om kumis.


"Ace, ayo pulang sayang!"

__ADS_1


Mendengar suara Jane, Ace langsung menoleh kebelakang dan berlari menghampiri Jane dan Simon.


"Eomma!!!" teriak Ace menghampiri Jane.


"Ayo pulang, kita akan pergi bersama uncle Simon."


"Uncle Simon itu siapa?" tanya Ace bingung.


"Ini uncle Simon," ucap Jane sembari menepuk bahu Simon.


Ace lalu memperhatikan Simon dari ujung rambut sampai kaki.


"Kenapa kita tidak pergi dengan om kumis saja?" tanya Ace menatap Jane.


"Lalu mana om kumis?"


Ace lalu menunjuk ke belakang.


"Itu om, eh mana om kumis tadi ya?"


"Mungkin dia sudah pergi bekerja," ucap Jane meyakinkan Ace.


"Paman bodyguard, om kumis tadi mana?"


"Maaf tuan muda, saya juga tidak tahu kemana perginya."


"Pasti om kumis masih disekitar sini," ucap Ace berjalan yang hendak ingin mencari keberadaan om kumis tadi.


Tiba - tiba saja Ace dicegah oleh Jane.


"Sudah besok lagi, kita akan pergi sekarang."


"Benar Ace, lagipula akan lebih seru bermain bersama uncle Simon karena uncle akan mengajakmu pergi ke taman bermain yang berada di mall."


"Tidak mau!! Ace ingin bermain bersama om kumis saja!" teriak Ace.


Jane langsung menggendong Ace dan menenangkannya.


"Sssttt besok lagi bermain bersama om kumisnya, dan sekarang gantian Ace yang bermain bersama eomma dan uncle Simon.

__ADS_1


"Hmmpp ya sudah."


"Uncle sudah membawakan kamu beberapa mainan yang mungkin akan kamu sukai," ucap Simon berjalan di samping Ace.


"Gomawo," ucap Ace malas. (terima kasih).


Mereka bertiga berjalan untuk pulang ke rumah, dan mereka sudah terlihat seperti keluarga yang harmonis saat seperti itu. Jane lalu memandikan Ace begitu mereka sesampainya di rumah, dan setelah itu mereka bertiga langsung pergi ke salon untuk mengantarkan Jane. Ace hanya diam saja memainkan mainannya tanpa memperdulikan kehadiran Simon yang selalu terlihat seperti ingin mengajaknya bermain, mungkin itu semua karena mereka berdua belum terlalu dekat jadi mereka berdua masih terlihat sangat canggung.


"Kamu terlihat sangat cantik sekali saat kamu menggunakan model rambut yang seperti itu," ucap Simon memegang kedua bahu Jane.


"Thank you," ucap Jane tersenyum.


*30 menit kemudian.*


"Sudah?" tanya Simon yang sedang duduk di sofa bersama Ace.


"Sudah, mari kita pergi."


"Let's go boy, ayo kita bersenang - senang!"


Ace lalu berdiri sembari memegang mainannya, dan tiba - tiba saja Simon langsung menggendong Ace saat mereka berdua hendak pergi ke tempat bermain.


"Kita akan pergi kemana?" tanya Ace.


"Kita akan pergi ke taman bermain, bukankah kamu menyukai tempat seperti itu heum?"


"Ace sangat menyukainya Simon," jawab Jane.


"Aku ingin berjalan saja," ucap Ace yang meronta - ronta ingin turun dari gendongan Simon.


"Oh iya," ucap Simon menurunkan Ace.


"Maaf ya Ace memang anaknya suka berjalan sendiri."


"Tidak apa - apa Jane, lagipula namanya juga anak - anak pasti mereka ingin bebas."


"Iya Simon, nanti kita akan makan siang dimana?"


"Terserah kamu saja Jane."

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita mencoba steak yang berada disana saja?" tanya Jane sembari menunjuk ke toko yang berada di bagian tengah mall itu.


"Boleh," ucap Simon tersenyum.


__ADS_2