Dear Ace

Dear Ace
#86 Petra Sedang Tidur


__ADS_3

Saat ini Liam sedang menghabiskan waktu bersama Ace di ruangan keluarga, dan mereka berdua sedang memperhatikan arena bermain hamster yang baru. Mereka berdua masih dibuat merasa kagum dengan arena tersebut karena grandpa membuatnya dengan sangat baik. Di dalam arena satu kali setengah meter (1 x 0,5) terdapat berbagai jenis wahana yang bisa dicoba oleh hamster Ace layaknya sebuah wahana di taman bermain. Semua itu buatan grandpa sejak tadi, saat mereka berdua sedang tidur sore dan itu dilakukan demi cicit kesayangannya.


Grandpa ingin membuat Ace betah di rumah itu dan akhirnya terpikirkan ide seperti itu, karena dia mengingat bahwa cicitnya itu sangat sayang dengan hamsternya. Grandpa juga sudah menyiapkan kamar khusus untuk Ace disertai dengan berbagai jenis mainan yang mungkin disukai oleh Ace. Setelah lelah memperhatikan hamsternya, Ace lalu mencoba menaiki mobil - mobilan yang sejenis dengan waktu itu, dan dia berkeliling di sekitar ruangan keluarga dengan leluasa karena itu sangatlah luas.


Disisi lain Jane justru sangat tertarik melihat beberapa figura foto yang terpajang di dinding. Jane dibuat gemas dengan foto suaminya saat masih kecil, dan dia kembali teringat dengan kejadian di masa lalu. Dia juga sudah bisa membedakan yang mana Liam dan yang mana Lian, karena Liam selalu memakai pakaian bewarna biru ataupum didominasi dengan warna biru. Mungkin karena hal itulah yang membuat Jane memberikan julukan tersendiri untuk Liam.


"Blue," ucap Jane saat menyadari bahwa Liam berdiri tepat di sebelahnya.


"Ternyata kamu masih ingat dengan panggilan itu."


"Tentu saja aku mengingatnya, karena aku yang membuat panggilan itu untukmu."


"Aku penasaran mengapa kamu memberikan nama itu untukku."


"Karena setiap kali aku melihatmu, kamu pasti selalu memakai pakaian ataupun barang dengan warna yang didominasi oleh warna biru."


"Oh begitu rupanya."


"Bukankah waktu itu aku sudah memberitahukannya kepadamu?"


"Mungkin aku lupa."


Mata Jane langsung tertuju kepada sebuah foto saat Liam dan Lian merayakan ulang tahunnya.


"Eh bukankah ini aku?" tanyanya sembari menunjuk sebuah foto.


"Eh iya, hmm aku tidak menyangka bahwa gadis kecil itu adalah kamu. Padahal dahulu aku selalu bertanya - tanya mengenai gadis kecil itu karena selalu berada di hampir semua fotoku saat bersama kedua saudaraku."


"Sepertinya dahulu kita selalu bermain bersama saat masih kecil namun setelah kita memasuki bangku sekolah, kita tidak pernah bermain lagi karena keluargamu jarang mengunjungi Korea Selatan."


"Kita bertiga selalu sibuk saat sekolah karena daddy sudah membuatkan jadwal yang padat untuk mengikuti beberapa les, salah satunya les piano."


"Hmm pantas saja kamu sangat ahli bermain piano, bagaimana dengan taekwondo? apakah daddy juga menyuruh kalian untuk mengikutinya?"


"Tidak, hanya aku yang mengikutinya. Dahulu aku sangat tertarik mengikuti taekwondo setelah ada demo di SMA, jadi aku meminta izin kepada daddy untuk mengikutinya." (Demo yang dimaksud adalah semacam promosi kegiatan dengan tujuan agar para murid tertarik untuk mengikutinya, dan bukan demo di gedung ehem).


"Oh begitu, tapi keren sih apalagi aku dengar kamu sudah memegang sabuk hitam bukan?"


"Yupss benar, itu karena aku terus mendalaminya meskipun sudah lulus SMA jadi aku datang ke tempat latihannya untuk ikut berlatih hingga memegang sabuk kehormatan."


"Keren, lalu kenapa dahulu kamu tidak melawan saat ada beberapa orang yang mengeroyokmu karena mantan pacarmu itu?"

__ADS_1


Liam langsung menarik nafas dengan sangat dalam untuk bersiap mengingat kejadiaan naas itu, yang menyebabkan dirinya mengalami trauma.


"Mmm sepertinya itu tidak penting untuk diceritakan kembali hubby," ucap Jane yang menyadari bahwa Liam belum sanggup untuk menceritakannya secara mendetail.


"Karena waktu itu tiba - tiba ada yang menutupi kepalaku dengan karung hingga aku merasa sangat sesak hingga sulit bernafas, dan akhirnya mereka tetap mengeroyokku dengan keadaan seperti itu. Bukan aku saja, bahkan semua orang seketika akan membeku saat kejadian itu tiba - tiba terjadi meskipun dirimu adalah seorang petarung yang hebat."


"Mmm dan karena itu kamu mengalami koma dengan waktu yang cukup lama?"


"Benar, bukankah aku adalah pria tersial di dunia karena mengalami koma dua kali dan sampai mengakami mati suri karena beberapa kejadian yang menimpaku?" tanyanya bercanda.


"Tidak juga, menurutku kamu adalah pria beruntung yang dapat selamat setelah mengalami hal seperti itu, tapi sekarang aku doakan kamu akan selalu sehat dan tidak akan mengalami kejadian buruk lagi."


"Aminn. Tapi bagian belakang kepalaku terlihat sedikit cacat, makanya aku sering memanjangkan rambutku agar itu tidak terlihat dan bahkan dokter mengatakan bahwa mungkin aku akan menjadi sedikit mmm kurang otaknya karena kecelakaan itu."


"Tapi menurutku kamu masih saja jenius, dan bahkan semakin jenius."


"Nah itu anehnya, dokter yang memeriksaku juga dibuat tercengang karena ternyata kepintaran otakku tidak berubah kurang seperti dugaannya dan malah menjadi semakin jenius."


"Daddy, eomma!!" teriak Ace menghampiri mereka berdua.


"Apa jagoan?" tanya Liam menggendong Ace.


"Malam - malam begini?"


"Iya daddy, itu akan bagus karena Petra pasti tertidur dan tidak menyeramkan."


"Baiklah, tapi jangan mengganggu Petra saat tengah tertidur."


"Okay dad."


Liam lalu menggendong Ace dan mengajaknya untuk melihat Petra yang mungkin tengah bobo ganteng karena sudah malam. Liam berjalan menuju ke kandang belakang rumahnya dengan menggunakan golf car karena jaraknya yang lumayan jauh, apalagi harus melintasi lapangan golf pribadinya. Sesampainya disana Ace dan Jane merasa tercengang karena ternyata kandang belakang rumahnya yang dikatakan oleh Liam, terlihat seperti kebun binatang mini. Tidak hanya singa namun ada berbagai jenis burung yang cantik dan beberapa hewan lainnya.


"Kebun binatang," ucapan Ace yang terlontar dari mulutnya setelah tiba di kandang belakang rumah.


"Hahaha tidak juga, ini semua karena grandpa yang hobi mengoleksi hewan cantik."


"Woahh keren hubby."


"Terima kasih, kamu juga keren karena memiliki kebun strawberry pribadi hingga membuat pipimu semakin chubby hahaha."


"Haiss mulai."

__ADS_1


"Ayo lihat Petra!" ajak Liam.


"Semua hewannya tidur ya dad?"


"Iya semuanya tidur, makanya semua hewannya diam."


"Kalau pagi hari bagaimana?"


"Pagi hari berisik karena semuanya bangun, apalagi waktu jam makan."


"Oh begitu."


"Ihh ular," ucap Jane sembari menggenggam erat tangan Liam.


"Tidak apa - apa, itu jinak kok mungkin kalau gigit hanya bercanda hehe."


"Mengerikan sekali sepertimu."


"Ihh aku tidak gigit kok."


"Benarkah? lalu siapa yang sering membuat leherku serta di beberapa bagian tubuhku ada bekas biru keunguan?"


Liam menggaruk pelipisnya.


"Mmm itu anu, mungkin tidak sengaja dan sedang kerasukan jin hehe."


"Kerasukan jin cab*l!!" teriak Jane kesal.


"Jangan begitu, besoknya langsung hilang kan?"


"3 hari kemudian baru hilang, kadang aku sampai malu sendiri saat menatap cermin."


"Maaf hehe."


"Daddy, itu Petra kan?" tanya Ace menatap ke sebuah kandang besar.


"Benar, itu Petra namun dia sedang tertidur."


"Wahh keren dad, dia sangat besar sekali."


"Benar."

__ADS_1


__ADS_2