
Mrs Kim lalu bergegas menghampiri mereka berdua dan langsung menggendong Ace yang tengah menangis histeris. Ace menangis sembari memegangi pantatnya yang habis dicubit oleh Jane, dan setelah itu Mrs Kim meminta penjelasan dari Jane mengapa cucunya sampai menangis seperti ini. Jane lalu menjelaskan semuanya kepada Mrs Kim, dan setelah itu Mrs Kim menenangkannya sembari membawanya ke kamar untuk menidurkan Ace karena dia harus tidur siang.
Ace sepertinya tampak lelah sekali setelah bermain seharian di taman, oleh karena itu dia jadi sedikit sensitif. Mrs Kim menepuk - nepuk pantat Ace secara perlahan sembari menenangkan dia yang masih saja menangis. Jane kemudian duduk di ranjang kamarnya dan menantap foto pernihakannya yang terlihat sangat bahagia. Jane juga melihat - lihat album fotonya saat sedang liburan bersama dengan Liam di beberapa negara. 1 jam kemudian Jane bergegas keluar dari kamarnya untuk pergi ke suatu tempat dan saat Mrs Kim bertanya kepadanya kemana dia akan pergi, Jane mengabaikannya serta terus berjalan menuju ke garasi mobilnya.
Jane lalu mengemudikan mobilnya sendirian keluar dari halaman rumahnya, dan karena Mrs Kim merasa khawatir kepada putrinya tersebut lalu dia meminta Pak Kang untuk mengejar Jane. Pak Kang dan Mrs Kim lalu membuntuti kemana mobil Jane pergi. Setelah dibuntuti ternyata Jane pergi ke rumah lamanya yang dahulu dia tinggali bersama suaminya, sebuah rumah mewah yang merupakan hasil jerih payah suaminya saat dia masih bekerja di perusahaan keluarganya. Rumah itu dibangun di pedesaan dan dahulu dirancang sendiri oleh suami Jane agar mereka berdua merasa nyaman tinggal disana.
Begitu dia sampai di rumah itu Jane lalu membuka pintu gerbang rumah itu dan langsung masuk ke dalam rumah itu. Sekarang rumah itu tampak tidak terawat dan juga banyak tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar rumah itu. Bahkan air kolam ikan koinya saja sudah menghijau dan ditumbuhi oleh lumut. Saat Jane membuka pintu rumah itu semua barangnya termasuk perabotannya masih berada di tempatnya masing namun sangat kotor sekali. Jane lalu mulai membersihkan rumah itu secara perlahan mulai dari mengambil semua foto yang terpajang di dekat tangga.
"Biar eomma bantu ya Jane?" tanya Mrs Kim yang tiba - tiba muncul di samping Jane.
"Tidak perlu eomma, aku bisa membersihkannya sendiri sampai terlihat seperti semula saat aku tiba di rumah ini."
"Jika kamu membersihkannya sendirian, lalu akan sampai kapan ini bisa selesai?"
"Terserah aku ingin akan sampai kapan membersihkannya, lebih baik eomma pulang saja!!"
"Mmm kalau kamu tidak ingin eomma membantumu, eomma akan memanggil beberapa petugas kebersihan untuk membantumu."
"Aku bilang tidak ya tidak!!"
Jane lalu pergi mengambil sebuah alat kebersihan yang berada di gudang rumah tersebut dan saat dia mencoba mengambil alat pemotong rumput, ternyata masih berfungsi dengan baik saat Jane mencoba menghidupkannya. Setelah itu Jane memotong rumput yang berada di halaman rumah itu.
"Lebih baik nyonya berada di sini saja dan jangan menyentuh apapun, karena sepertinya nona Jane sedang merasa tidak baik - baik saja."
Mrs Kim menghela nafasnya kasar.
"Kamu benar Pak Kang, tolong bantu Jane karena sepertinya kalau kamu yang membantunya itu tidak masalah."
"Baik nyonya."
__ADS_1
Pak Kang lalu berjalan menghampiri Jane yang sedang memotong rumput di halaman rumah.
"Bolehkah saya membantu anda nona?"
Jane mengangguk.
"Baiklah Pak Kang, tolong bantu aku memotong semua rumput liar di halaman ini."
"Baik nyonya," ucap Pak Kang tersenyum.
Jane lalu berjalan ke arah kolam ikan tersebut dan bergumam.
"Semua ikan kesayanganmu sudah mati karena tindakan bodohmu itu hubby, lebih baik dahulu aku menggorengnya saja untuk lauk daripada membiarkannya mati mengenaskan seperti ini."
"Anda bisa membelinya yang baru untuk menggantikannya, atau anda bisa menjaring ikan di sungai yang dahulu sering kita datangi saat berjalan - jalan pagi dengan tuan muda."
Jane tertawa.
Pak Kang merasa lega setelah mendengar Jane tertawa karena sejak Liam pergi meninggalkannya, Jane menjadi kembali seperti saat dia belum mengenal Liam. Jane jarang tertawa sebelum mengenal Liam dan saat dia mulai mengenal Liam, Jane berubah menjadi wanita yang ceria serta murah senyum.
"Dia pasti akan berkata, kemana semua ikan kesayanganku pergi dan mengapa kamu mengganti dengan ikan yang seperti ini? aku membeli semua ikan ini dengan uang tabunganku yang harusnya untuk aku beli vidio game."
Pak Kang tertawa.
"Hahaha anda benar nona, mungkin tuan akan berkata seperti itu saat dia melihat semua ikannya telah mati."
"Aku dulu telat memberinya makan saja, dia langsung mengoceh seperti burung beo. Eh kaca aquariumnya bisa sampai berlumut seperti ini, apa bisa bersih seperti semula ya?" tanya Jane kepada Pak Kang.
Pak Kang berfikir sejenak.
__ADS_1
"Mungkin jika kita membeli sebuah cairan pembersih khusus pasti akan bisa bersih seperti sedia kala, akan tetapi jika kita tidak berhasil maka harus diganti dengan yang baru."
"Benar juga, sepertinya aku akan mencari tukang untuk merenovasi rumah ini agar seperti sedia kala."
"Benar nona, besok saya akan membantu anda untuk mencari tukang."
"Semoga saja tidak perlu mengganti lantai marmer karena rumah ini full menggunakan lantai marmer, jadi biayanya akan sangat mahal jika harus diganti."
"Tenang saja sayang, eomma akan membantumu berapapun biayanya untuk merenovasi rumah ini."
"Tidak perlu eomma, uang tabungan yang Liam berikan kepadaku sepertinya akan cukup untuk merenovasi rumah ini."
Saat sore hari Jane yang baru saja selesai mandi langsung duduk di atas ranjangnya sembari mengirimkan sebuah pesan ke nomor Liam yang sudah tidak aktif. Meskipun begitu Jane tetap mengirimkan pesan setiap harinya untuk mengobati kerinduannya terhadap suaminya itu. Jane lalu mengunci pintu kamarnya sebagai tanda bahwa dia sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk anaknya sendiri.
Jane kemudian melihat kembali film yang dia rekam saat dia sedang berlibur serta honeymoon bersama suaminya. Keesokan harinya Mrs Kim saat ini sedang berada di supermarket untuk berbelanja beberapa kebutuhan rumah tangganya, dan saat dia keluar dari supermarket itu tiba - tiba saja kantong belanjaannya jatuh hingga buah - buahan yang baru saja dia beli terjatuh ke lantai.
"Astaga," ucap Mrs Kim sembari memunguti buah - buahannya yang terjatuh.
"Mari saya bantu," ucap seorang pria itu sembari membantu Mrs Kim memunguti semua buah itu.
"Terima kasih."
"Ini buah terakhir," ucap pria itu sembari menatap wajah Mrs Kim.
"Terima kasih, eh kamu itu Liam menantuku kan?"
"Maaf anda salah orang," ucapnya yang lansung bergegas pergi ke dalam.
Mrs Kim lalu mengejarnya.
__ADS_1
"Tunggu!! Liam tunggu eomma!!"