
Mrs Kim lalu membawakan mainan itu dan menggandeng tangan Ace menuju ke ruang tengah. Ace bermain truck dino itu bersama Mrs Kim, sedangkan Jane pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya dan meletakkan tas yang berisi beberapa barang kebutuhan Ace saat diajak Jane me lokasi syuting. Saat sedang memilih baju yang ingin dia kenakan tiba - tiba saja dia menemukan sebuah kaos favorite Liam yang tertinggal disana saat mereka berdua sedang berlibur di Korea Selatan waktu itu.
Jane mengambil baju tersebut dan memeluknya karena bau parfume Liam masih menempel di baju tersebut. Jane merasa sangat rindu sekali dengan suaminya yang selalu bertingkah konyol dan juga sering menceritakan beberapa lelucon dikala dirinya sedang sedih. Tiba - tiba semua memory kebersamaannya bersama suaminya langsung terputar difikiran Jane hingga membuatnya menangis. Bahkan saat Jane membuka laci lemarinya dengan niatan ingin menyimpan baju suaminya di laci tersebut, Jane malah menemukan sebuah foto pernikahan mereka berdua hingga membuatnya semakin menangis tersedu - sedu.
Jane benar - benar sangat merindukan Liam saat berada disisinya, dan dia merasa bahwa dunia seakan - akan tidak berbuat adil kepadanya karena selalu saja tidak membiarkan dirinya hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Setiap dia bahagia pasti ada saja kejadian yang tidak mengenakkan untuknya dan selalu saja ada ujian di rumah tangganya hingga membuat Jane benar - benar merasa muak dengan semua ini. Jane merasa rapuh saat tidak bersama Liam apalagi menjadi single mother itu tidaklah mudah untuknya yang merupakan seorang wanita manja.
Jane lalu mengambil foto tersebut dan dipandanginya wajah Liam yang sedang tersenyum di foto tersebut. Di foto tersebut mereka berdua nampak sangat bahagia, berbeda dengan sekarang yang isinya hanyalah kesedihan saja karena dirinya saat ini ditinggalkan oleh suaminya. Tiba - tiba saja sebuah tangan mungil sedang menunjuk tepat di wajah Liam.
"Daddy," ucapnya pelan lalu menatap Jane sembari menggigit jarinya.
Jane beralih menatap Ace dan setelah itu dia memeluk Ace.
"Iya itu daddy kamu," ucap Jane setelah mencium Ace.
"Daddy sekarang ada dimana?"
Jane menggelengkan kepalanya pelan.
"Mmm daddy sedang bekerja di luar negeri," ucapnya berbohong.
"Kenapa Ace tidak pernah bertemu dengan daddy?"
"Daddy sedang sibuk, jadi dia belum sempat menemui kita berdua."
"Ace ingin bermain dengan daddy seperti teman - temanku yang lain."
"Sabar ya sayang, pasti suatu saat kamu bisa bermain dengan daddy seperti teman - temanmu yang lain."
"Apa daddy nanti akan datang ke ulang tahunku?"
Jane hanya bisa terdiam.
"Eomma huaaa." Ace mulai menangis.
"Sstt cup cup cup sayangnya eomma, jangan menangis ya."
"Eomma nakal."
"Cup cup cup sayang, lebih baik ayo kita mainan lagi bagaimana?" tanya Jane berusaha menghibur Ace.
"Maunya main dengan daddy."
__ADS_1
"Iya besok main dengan daddy."
"Besok kapan?" tanya Ace menatap Jane.
"Ya besok, sekarang main dengan eomma saja ya?"
Ace lalu mengangguk.
"Tapi besok main dengan daddy."
Jane lalu menggendong Ace ke ruang tengah untuk bermain bersama namun sebelum itu Jane mengambil selembar tissue untuk mengusap air matanya agar tidak membuat kedua orang tuanya khawatir mengenai dirinya. Selama ini Jane sudah merepotkan kedua orang tuanya karena selalu mengurusnya dan juga anaknya yang masih bayi. Bahkan mereka berdua juga rela begadang demi menjaga Ace ataupun menenangkan Ace yang sering rewel di malam hari. Saat Jane pergi bekerja, Jane selalu menitipkan Ace kepada Mrs Kim agar Ace tidak mengganggunya saat tengah menjalani pemotretan dan baru tadi dia mengajak Ace untuk pergi ke studio pemotretan.
"Eh kenapa sayang?" tanya Mrs Kim khawatir.
"Ace mencari daddy nya eomma."
"Daddy," ucap Ace.
"Daddy sedang sibuk bekerja, kalau dia memiliki waktu senggang pasti dia akan menemui kamu."
"Apa Ace bisa bermain dengan daddy?"
"Tentu saja, kalau daddy menemui Ace nanti jangan lupa tunjukkan semua mainan kamu ya?"
"Nee."
"Sekarang mainnya sama eomma dan grandma dulu ya?"
"Biar eomma yang menggendong Ace, kamu istirahat saja jika sedang lelah."
"Tidak apa - apa eomma, Jane memang sedang ingin bermain dengan Ace."
Jane kemudian duduk di sofa dan menemani Ace bermain truck dino yang baru saja dia beli di mall. Sesekali Jane juga mengajari Ace untuk membaca maupun menulis, akan tetapi sepertinya Ace mulai menyukai menggambar karena dia sering sekali mencoret - coret mainannya. Oleh sebab itu Jane membelikan Ace sebuah buku gambar A3 saat dirinya pulang dari studio agar Ace tidak mencoret - coret mainannya. Jane juga membelikan Ace seperangkat crayon, pensil warna, dan juga spidol yang bewarna - warni agar Ace semakin senang.
Setiap awal bulan Jane pasti sudah mendapat transferan ghaib dari suaminya untuk membeli kebutuhannya dan juga anaknya, kenapa dinamakan transferan ghaib? karena orang yang mengirimkan uang tersebut tidak pernah menampakkan wujudnya lagi dan julukan tersebut diberikan oleh Jane karena merasa kesal dengan suaminya yang tidak pernah pulang seperti bang Toyyib. Beberapa hari kemudian Josh sedang berpamitan kepada semua anggota keluarganya sebelum dia terbang ke Indonesia untuk mencari adik iparnya.
"Doakan aku agar aku bisa segera menemukan Liam."
"Pasti oppa," jawab Jane.
"Ace, uncle Josh pergi dulu sebentar ya?"
__ADS_1
"Lama tidak?" tanya Ace.
"Tidak akan lama kok."
"Ace ingin ikut."
"Jangan dulu ya, besok kapan - kapan saja."
"Kenapa tidak boleh?"
"Karena sebentar lagi kamu akan berulang tahun, jadi kamu disini saja membantu eomma mempersiapkan ulang tahunmu."
"Apa ada balon?"
Josh tersenyum dan mengusap rambut Ace.
"Besok akan ada banyak sekali balon."
"Yeaayy," ucap Ace bersorak gembira.
"Ya sudah uncle pergi."
"Nee."
Josh kemudian berangkat menuju ke bandara. Josh sebenarnya berat sekali meninggalkan adiknya serta keponakannya yang masih kecil disana karena sekarang keponakannya telah menganggap Josh seperti ayahnya sendiri yang selalu melindunginya serta mengajaknya bermain setelah dia ditinggalkan oleh ayah kandungnya. Beberapa jam kemudian Josh telah mendarat di Indonesia dan saat ini dia sedang beristirahat di rumahnya sembari menyusun rencana untuk menemukan Liam.
1 Jam kemudian setelah Josh mandi, dia lalu pergi keluar mencari makan malam sekalian memulai pencariannya untuk menemukan Liam. Sebenarnya Josh ingin pergi ke rumah keluarga Liam namun mereka semua sedang berada di Australia karena ada acara keluarga. Untung saja saat di restaurant Josh bertemu dengan Ricko beserta keluarganya yang sedang makan malam juga.
"Ricko," panggil Josh.
Ricko lalu menoleh ke arah sumber suara itu.
"Eh Josh, kapan kamu sampai?" tanya Ricko.
"Baru 1 jam yang lalu, eh itu anak kamu si Ibra?" tanya Josh saat menatap seorang anak yang duduk di dekat Gita.
"Iya, ini Ibra."
"Wah sudah lama aku tidak bertemu dengannya."
"Ibra, ini om Josh temannya papa."
__ADS_1
"Hai, aku Josh."
"Ibra," ucapnya malu - malu."