
Setelah pembicaraan tersebut Jane lalu memutuskan untuk pulang dengan kondisi masih menangis. Selama diperjalanan Jane terus menangis sembari menatap ke arah luar jendela. Sedari tadi sebelum Jane memasuki rumah orang tuanya, dia sudah mengira bahwa hal ini pasti akan terjadi. Seharusnya dia bisa mencegahnya namun dia sadar akan posisinya sehingga membuatnya mengurungkan niat tersebut.
Begitu sesampainya di rumah Jane mendapati bahwa suaminya sedang mengajari putranya membaca dan juga berhitung. Hal itu membuat Jane merasa semakin bersalah kepadanya, dan setelah itu dia pergi ke kamar dengan menaiki lift pribadi. Jane langsung terduduk di lantai samping ranjangnya dan semakin menangis, karena dia tidak habis fikir dengan dirinya sendiri yang sudah tega menyelingkuhi suaminya.
Padahal selama ini dia sudah berusaha untuk menjadi seorang suami serta ayah yang baik dibalik semua kekurangannya itu. Dia alias Liam awalnya tidak ingin menikah karena sebuah trauma yang dia alami di masa kecilnya, akan tetapi tiba - tiba saja dia memutuskan untuk mengurungkan semua niatannya itu dan menikah dengan Jane. Sejak menikah dia selalu berusaha belajar untuk menjadi suami yang baik.
Saat Jane sedang mengandung Ace, Liam juga banyak membaca serta mempelajari bagaimana menjadi seorang ayah yang baik agar anaknya nanti tidak sepertinya saat masih kecil. Di tengah rasa penyesalannya itu tiba - tiba saja Jane merasa ada seseorang yang memeluknya dari samping, dan saat itu juga Jane langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang sedang memeluknya.
"Li-Liam."
"Hmm. Kenapa lagi? kehabisan barang incaranmu di mall heum?"
"Maaf."
"Maaf kenapa? perasaan aku tidak memesan apapun kepadamu."
"Bukan itu, maaf karena telah menyakitimu serta menghilangkan kepercayaanmu kepadaku."
Liam menghela nafasnya.
"Santai saja, aku sudah terlalu sering mengalami hal seperti itu dari dulu. Yah meskipun hatiku terasa sangat sakit, toh semua ini sudah terjadi dan aku tidak bisa membalikkan waktu untuk mencegahnya karena memang sedari awal aku yang salah karena telah meninggalkanmu jadi wajar saja jika kamu menemukan seseorang yang bisa membuatmu merasa nyaman saat aku tidak ada."
"Tidak hubby, memang akunya saja yang brengsek karena tidak bisa menepati janji setia kita saat mengucap sumpah pernikahan."
"Ssttt aku tidak suka jika ibu dari anakku mengucapkan kata - kata kasar seperti itu."
"Hatimu itu terbuat dari apa sih hubby? bisa - bisanya kamu sangat santai seperti ini saat mengetahui bahwa aku telah menyelingkuhimu."
"Sejak dulu hatiku sudah mati, makanya aku bisa sesantai ini."
"Hubby," panggil Jane sembari menangis di pelukan Liam.
"Sepertinya aku harus kembali ke bawah karena setelah ini aku akan menidurkan Ace."
"I-iya hubby."
"Sudah jangan menangis, kamu jelek kalau sedang menangis."
Setelah itu Liam pergi untuk kembali menemui Ace di kamarnya, karena tadi Liam sudah membawa Ace ke kamarnya.
"Eomma kenapa dad?" tanya Ace penasaran.
"Mmm eomma kehabisan barang yang dia inginkan di mall."
"Oh begitu, memangnya tidak akan ada restock lagi ya?"
"Sepertinya tidak, ya sudah mari kita lanjutkan belajarnya."
"Nee dad."
"Mana tadi kerjaanmu yang daddy suruh untuk kamu kerjakan, apa sudah selesai menjawab kuisnya?"
__ADS_1
"Sudah dad, ini sudah semuanya."
"Bagus, daddy periksa jawabanmu terlebih dahulu."
Liam kemudian memeriksa semua jawaban dari soal kuis yang sudah Ace kerjakan.
"Hmm ini ada yang salah, harusnya 5 ditambah 3 itu berapa?"
Ace berfikir sejenak dan mulai menghitung dengan jarinya.
"Jawabannya 7 dad," ucap Ace menunjukkan kedua telapak tangannya.
"Kamu menjawab 7, tapi disini jawabannya 6 padahal jawabannya yang benar adalah 8."
"Oh salah semua ya dad?" tanya Ace tersenyum.
"Iya, jawaban yang benar adalah 8."
"Kenapa bisa 8 dad?"
Liam lalu kembali mengajari Ace berhitung.
"Sudah paham?"
Ace mengangguk.
"Sudah dad hoamm."
"Nee dad, apakah daddy akan membacakan aku sebuah cerita dongeng lagi?"
"Tentu saja, aku akan selalu membacakan kamu cerita dongeng setiap malamnya."
"Yeayy asikk!!" teriak Ace yang langsung melompat ke atas ranjangnya.
Liam lalu memilih salah satu buku dongeng yang berjudul serigala berbulu ayam, dan saat itu juga dia langsung menyampaikan sebuah isi cerita dongeng kepada Ace sampai dia tertidur. Beberapa hari kemudian Liam memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri agar dia tidak terus menerus memikirkan perselingkuhan istrinya. Malam ini sekitar pukul 10 malam dia hendak pergi ke mini market karena ingin membeli mie instan.
Namun tiba - tiba saja ada 4 orang yang menghadangnya dan memintanya untuk menepi sebentar. Setelah Liam menghentikan kendaraannya tiba - tiba saja mereka semua menyerang Liam secara bergantian, dan Liam menghadapi mereka sendirian karena kondisi jalanan yang sudah mulai sepi. Dengan sekuat tenaga dia melawan mereka semua namun tiba - tiba saja ada yang menusuk perutnya di bagian kiri, dan seketika Liam terjatuh.
"Bagus dia sudah mulai tumbang, jujur saja aku merasa kewalahan menghadapi cecunguk itu."
"Benar boss, pasti boss besar merasa bangga kepada kita."
"Hei apa yang telah kamu perbuat kepada ketua kita?" tanya salah satu dari anggota geng motor yang sedang berpatroli malam.
"Haiss sialan, mereka geng motor yang sangat ditakuti oleh masyarakat."
Saat mereka hendak kabur, tiba - tiba saja para anggota geng motor itu berhasil mengejarnya dan langsung terlibat perkelahian dengan 4 orang itu.
*Disisi lain.*
"Nanti setelah ini kita langsung pulang saja."
__ADS_1
"Baik nyonya."
"Eh ada apa itu ramai - ramai?"
"Sepertinya perkelahian antara geng motor nyonya."
"Berhenti sebentar!! eh itu ada Liam," ucap Mrs Kim langsung turun dari mobil.
"Bahaya nyonya," ucap salah satu bodyguard yang mengejar Mrs Kim.
Seketika Mrs Kim merasa terkejut dengan kondisi Liam.
"Sudah hentikan!! pergi kalian semua dari sini, dan jangan sakiti menantuku yang sudah tidak berdaya," ucapnya sembari menangis.
"E-eomma pergi dari sini."
"Aigoo pisau, Liam mari kita pergi dari sini dan langsung ke rumah sakit."
"Tenang saja tante, aku akan melindungi anda sampai ke mobil anda untuk membawa ketua ke rumah sakit."
"Haiss kamu ini siapa? jangan sakiti menantuku!!"
"Di-dia temanku eomma," ucap Liam.
"Ayo cepat kita ke rumah sakit!!"
Tidak lama kemudian begitu sampai di rumah sakit, dokter langsung menangani Liam yang kondisinya sudah parah dan ditambah dia sudah kehilangan banyak darah.
"Eomma Liam bagaimana eomma?" tanya Jane panik.
"Aku juga belum tahu."
"Keluarga Liam," ucap dokter setelah keluar dari ruangan itu.
"Ya, saya istrinya."
"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa Liam namun Tuhan berkehendak lain."
Jane langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Liam dan memeluknya sembari menangis.
"Hubby bangun! kamu sedang bercanda bukan? maafkan aku hubby. aku janji untuk selalu setia kepadamu."
"Sayang.."
"Eomma, Liam sedang bercanda denganku bukan?"
"Ikhlaskan Liam meskipun sangat sulit."
"Tidak mau eomma, Liam masih hidup dan dia sedang bercanda denganku. Ayo bangun hubby, kamu sudah berhasil mengerjaiku."
"Jane.."
__ADS_1