Dear Ace

Dear Ace
#55 Ace Hilang?


__ADS_3

Jane yang menghampiri Liam lalu menggeser Ace dan berbaring di sebelah Liam karena badannya terasa lelah sekali. Ace hanya cemberut melihat Jane karena dia masih ingin berbincang dengan ayahnya. Ace mengambil boneka trex yang baru saja dia beli di kebun binatang, dan memainkannya sendirian karena ayahnya sedang sibuk dengan ibunya. Ace tiba - tiba saja menghampiri kandang hamsternya dan melihat bahwa tempat makannya kosong, lalu dia mengisi tempat makan hamster agar mereka bisa makan.


Karena semakin lama merasa bosan Ace lalu pergi ke luar rumah, dan saat di luar dia melihat dari kejauhan ada beberapa anak kecil yang sedang bermain di lapangan voly. Ace lalu mendekati mereka agar dia bisa ikut main juga, sedangkan kedua orang tua Ace malah tertidur nyenyak di ruang tengah dan lupa mengunci pintu utama. Untung saja ada Pak Kang yang selalu siaga memantau Ace, jadi saat ini dia sedang mengikuti kemana perginya Ace.


Sesampainya di lapangan voly yang tak jauh dari rumahnya, Ace lalu berkenalan dengan mereka dan ingin ikut bermain juga. Mereka semua langsung menyetujuinya dan mengajak Ace untuk ikut bermain dengan mereka. Rupanya mereka sedang bermain kejar - kejaran serta yang lainnya bermain sepeda. Ace lalu ikut bermain kejar - kejaran serta petak umpet karena dia tidak mempunyai sepeda. Awalnya Ace tidak tahu bagaimana caranya bermain petak umpet namun untungnya mereka bersedia mengajari Ace untuk bermain.


Ace merasa sangat senang bermain dengan mereka semua, meskipun dia terlihat sedikit kotor karena berkeringat dan terkena debu. Biasanya Ace tidak pernah sampai sekotor itu ketika bermain, karena selalu bermain di dalam rumah ataupun di mall yang sangat terjaga kebersihannya.


"Hei nama kamu Ace ya?" tanya salah satu anak itu.


Ace mengangguk.


"Nee."


"Kamu tinggal dimana, kok bisa sampai kemari sendirian?"


"Di rumah pojok sana," ucapnya sembari menunjukkan bangunan rumahnya.


"Oh dirumah yang sangat besar itu?"


"Nee, memangnya kenapa?"


"Tidak apa - apa."


"Oh."


"Kamu tidak takut diculik jika keluar rumah sendirian?"


"Tidak, karena ada Pak Kang yang sedang duduk disana."


"Itu ayahmu?"


"Bukan, tapi bodyguardku."


"Kamu pasti anak orang kaya ya?"


"Tidak tahu. Aku ingin bermain sepeda namun aku tidak punya."


"Ini coba saja sepedaku jika kamu bisa mengendarainya," ucap anak yang lain.


"Tidak usah, aku takut jatuh karena belum bisa menaikinya."


"Oh ya sudah."


"Ayo mau ikut bermain petak umpet lagi tidak?"


"Mau!!" teriak Ace sangat antusias.


"Tapi sebentar saja, karena sebentar lagi sudah mau maghrib."


"Oh baiklah."


*Disisi lain.*


"Ace kemana ya? eh astaga pintunya lupa ku kunci," gumam Jane merasa panik."

__ADS_1


Jane memutuskan untuk berkeliling di sekitar rumahnya mencari Ace namun dia tidak kunjung menemukannya.


"Hubby bangun!! Ace tidak ada dirumah!!" teriak Jane panik.


"Hah apa? kenapa Ace bisa tidak ada dirumah?" tanyanya yang baru saja bangun tidur.


"Aku lupa mengunci pintu depan, jadi sepertinya Ace pergi keluar."


"Astaga Jane, bisa - bisanya kamu seceroboh itu."


"Kalau Ace diculik bagaimana hubby?"


"Ya tidak tahu, ya sudah aku akan pergi mencari Ace."


"Iya hubby, tolong temukan Ace."


"Ck iya. Dulu waktu masih ada selalu dimarahi habis - habisan, giliran hilang malah dicariin sampai sepanik itu."


"Y-ya kan Ace darah dagingku juga, biar bagimanapun aku tetap menyayanginya hubby."


"Iya, aku pergi sekarang."


"Baik hubby."


Liam lalu pergi mencari Ace, dan sesampaimya di depan rumah di bertanya mengenai keberadaan Ace kepada pak satpam. Mereka berdua lalu menjawab bahwa tadi Ace pergi keluar dan setelah itu Pak Kang mengikutinya. Setidaknya Liam bisa langsung bernafas lega setelah mendengar bahwa putranya ada bersama Pak Kang. Liam kemudian mencari keberadaan Ace di sekitar desa itu, dan sesekali bertanya kepada warga.


"Hai Jane, kami datang!!" teriak Mr Kim.


Jane yang merasa cemas itu langsung memeluk ayahnya.


"Appa, Ace."


"Ace hilang, tadi pintu depan lupa dikunci jadi mungkin saja Ace pergi keluar."


Kedua orang tua Jane merasa terkejut sekaligus juga merasa khawatir dengan cucu kesayangannya.


"Lalu sekarang bagaimana sayang?" tanya Mrs Kim yang mulai ikut panik.


"Liam sedang pergi mencarinya keluar."


Mr Kim lalu memerintahkan kedua bodyguardnya mencari Ace di sekitar rumahnya, dan mereka berdua langsung melaksanakan perintah tuannya.


"Kalau Ace sampai diculik bagaimana eomma?" tanya Jane menangis di pelukan Mrs Kim.


"Tidak akan sayang, mudah - mudahan saja Ace hanya pergi di sekitar sini."


"Benar yang dikatakan oleh eomma kamu, siapa tau Ace hanya ingin bermain keluar seperti biasanya."


30 menit telah berlalu namun Liam dan kedua bodyguardnya belum kunjung kembali ke rumah, hingga membuat rasa khawatir mereka semakin memuncak.


"Eomma!!"


Suara itu berhasil memecahkan keheningan di rumah tersebut, hingga membuat mereka bertiga langsung menoleh ke sumber suara secara bersamaan.


"Ace!!" teriak Jane yang berlari menghampirinya dan langsung memeluknya sembari menciuminya.

__ADS_1


"Hah syukurlah," ucap Mr Kim bernafas lega.


"Eh appa?"


"Iya Liam, tadi kami kemari untuk bertemu dengan Ace namun begitu sampai malah diberitahu jika Ace menghilang."


"Ace tidak menghilang kok appa, dia sedang bermain di lapangan voly bersama teman - teman barunya."


"Eomma kenapa?" tanya Acr bingung.


"Kamu ini kemana saja? lain kali kalau ingin pergi bilang dulu, eomma jadi panik dan mengira kalau kamu diculik."


"Ace tadi pergi bermain bersama teman - teman di sana karena merasa bosan dirumah, apalagi eomma dan daddy sedang tidur."


"Maafkan eomma dan daddy ya, lain kali jangan seperti itu."


"Nee eomma."


"Ayo mandi dulu, kamu bau matahari."


"Nee."


Jane lalu membawa Ace ke kamarnya untuk mandi, sedangkan Liam duduk di sofa dan berbincang kepada orang tua Jane.


"Mmm appa dan eomma ingin minum apa? aku buatkan teh hangat sebentar ya?"


"Eh tidak perlu Liam, tidak perlu repot - repot."


"Tidak apa - apa eomma."


*Beberapa menit kemudian.*


"Ini tehnya appa, eomma silahkan diminum."


"Terima kasih Liam."


"Sama - sama."


"Sekarang kamu kurusan ya?" ucap Mr Kim.


"Hehe iya appa, tapi badannya sekarang terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya."


"Iya benar juga sih hahaha."


"Mmm appa, eomma maafkan Liam selama ini ya karena sudah merepotkan kalian berdua lagi untuk menjaga Jane dan Ace. Padahal dahulu Liam sudah berjanji untuk menjaga mereka berdua."


"Haiss tidak apa - apa, justru aku yang harusnya meminta maaf padamu karena ulah Josh itu kamu menjadi seperti ini."


"Iya appa."


"Yang terpenting sekarang kamu sudah kembali dan Ace sudah tidak kehilangan figure seorang ayah lagi. Appa yakin bahwa kamu bisa menjadi ayah yang baik untuk Ace."


"Iya appa, terima kasih."


Mr Kim menepuk punggung Liam.

__ADS_1


"Haiss walau bagimanapun kamu ini tetap menantu kesayanganku."


"Hehe."


__ADS_2