
Jane lalu memotong kue tersebut dan menyuapi suaminya namun karena dia juga jahil, dia lalu mengoleskan krim itu ke pipi Liam. Melihat tingkah istrinya yang jahil, dia hanya tersenyun dan membalas perbuatan istrinya itu. Jane merasa sangat bahagia karena di ulang tahunnya kali ini dia bisa merayakannya bersama suami tercinta setelah ditinggal LDM hampir setahun. Melihat istrinya yang melamun Liam lalu meletakkan kue tersebut dan langsung menghujani wajah istrinya dengan ciuman, hingga membuat wajah istrinya sedikit basah.
Setelah itu Liam memeluk Jane namun di dalam hatinya, dia masih merasa khawatir jika Jane akan pergi dengan pria lain lagi. Sejujurnya Liam sangat sayang sekali dengan Jane, meskipun sering kali dia meminta Jane untuk pergi meninggalkannya dan hidup bahagia dengan pria lain. Alasan dibalik semua itu karena Liam merasa insecure terhadap dirinya sendiri, apalagi Jane termasuk seorang superstar.
Liam berfikir bahwa pria brengsek sepertinya tidak pantas untuk mendapatkan hati Jane serta memiliki seorang anak yang dilahirkan dari rahimnya, apalagi diluar sana masih banyak sekali pria yang sangat pantas untuk bersanding dengan Jane. Salah satunya adalah seorang idol yang juga sangat sukses sepertinya, dan memiliki banyak fans juga. Mungkin banyak fansnya yang sangat menginginkan Jane untuk bersama idolanya karena dinilai sangat serasi atau istilahnya couple goals.
Liam merasa bahwa dirinya bukanlah apa - apa jika dia bukan merupakan seorang putra keluarga Robinson yang berada di list 10 besar keluarga terkaya di dunia. Mungkin dia hanyalah seorang pria biasa yang mempunyai mental selembek tahu dan seorang pemabuk. Keesokan harinya Ace yang baru saja bangun tidur langsung pergi ke kamar kedua orang tuanya. Dia lalu masuk ke dalam selimut dari bagian bawah selimut hingga mengejutkan kedua orang tuanya.
"Daddy, eomma bangun!!!"
"Ngg kenapa sayang?" tanya Jane yang baru saja membuka matanya.
"Ayo jalan - jalan lagi, tapi sekarang naik helikopter."
"Coba tanya daddy," jawab Jane mengusap rambut Ace.
"Daddy ayo jalan - jalan naik helikopter, aku ingin naik helikopter."
"Aku baru malas, masih mengantuk Ace."
"Hhmpp ayolah daddy, ayo!!" ucapnya merengek.
"Iya deh nanti kita jalan - jalan naik helikopter, kebetulan daddy mau mengajakmu berenang."
"Berenang dimana dad?"
"Di hotel milik grandpa."
"Wahh asyikk, ayo dad kita pergi!!"
"Nanti, kan daddy bilang nanti."
"Hmm ya sudah hmmpp," jawabnya cemberut.
"Kamu kalau cemberut pipinya jadi kelihatan lebih chubby seperti milik eomma," ucap Liam mencubit pipi Ace.
"Tidak apa - apa, agar tidak terus - menerus dibilang mirip daddy."
"Oh begitu."
"Eomma susu," pintanya menoleh ke arah Jane.
"Iya sini."
Jane menepuk - nepuk pantat Ace sembari memberinya susu, dan hal itu membuat Liam merasa gemas saat melihat putranya itu sedang minum susu.
"Aku senang kita bisa seperti ini lagi."
"Benar Jane, akupun juga merasa seperti itu."
Beberapa menit kemudian mereka bertiga justru kembali tertidur, akan tetapi tiba - tiba saja Ace terbangun dari tidurnya dan langsung memakan kue tart yang diletakkan di atas meja.
"Wahh kue, aku suka kue."
"Eh astaga sayang," ucap Jane menghampiri Ace.
__ADS_1
"Kenapa eomma?" tanyanya yang sudah cemong terkena cokelat di kue itu.
"Ayo sekarang mandi, kamu sudah cemong seperti itu terkena cokelat sampai bajumu juga kotor."
"Nee eomma."
*1 jam kemudian.*
"Wah seru sekali jalan - jalan naik helikopter."
"Tentu saja," jawab Liam sembari fokus menerbangkan helikopter.
"Kita jadi berenang kan dad?"
"Jadi dong masa tidak, sebentar lagi kita akan sampai."
"Yeay asikk."
"Jane, perlengkapanmu dan juga Ace tidak ada yang tertinggal bukan?"
"Tidak ada hubby, semuanya sudah berada di dalam tas ini termasuk perlengkapanmu juga."
"Oh begitu."
Liam lalu mendaratkan helikopternya di atas gedung hotelnya. General manager yang mengetahui kedatangan Liam langsung menghampirinya untuk menyambut kedatangannya.
"Good morning Mr Liam," sama general manager itu.
"Good morning," jawab Liam.
"Ace," ucap Ace menyela pembicaraan mereka.
"Ah iya, Mr Ace."
"Saya ingin berenang, tolong sediakan perlengkapannya!" titah Liam.
"Baik Mr Liam, mari saya antar."
General manager itu lalu mengantar Liam ke sebuah kamar yang terdapat private pool di dalamnya, dan setelah itu mereka bertiga berganti pakaian lalu mulai berenang.
"Kelihatannya hotelmu yang ada disini tidak kalah mewah dari yang berada di Korea Selatan maupun di Bali."
"Ya begitulah, grandpa maupun daddy sengaja hanya membangun hotel bintang 4 maupun bintang 5 saja agar kita juga merasa nyaman saat tinggal disana."
"Oh begitu rupanya."
"Namun sepertinya saat di Korea Selatan daddy lebih memilih untuk tinggal di villa karena waktu itu dia sudah membelinya."
"Benar, kalau tidak salah daddy membeli villa saat sebelum acara pertunangan kita bukan?"
"Tepat sekali."
"Daddy ayo ajari aku untuk berenang!!"
"Okay buddy," jawabnya menghampiri Ace.
__ADS_1
"Tapi aku takut, sepertinya ini sangat dalam sekali dad."
"Jangan takut, kan ada daddy yang akan menjagamu."
"Benar juga."
Liam lalu mengajari Ace berenang, dan 2 jam kemudian Ace sudah berganti baju. Sekarang Ace sudah tertidur nyenyak di atas ranjang karena kelelahan setelah berenang.
"Aku sangat suka melihatmu berenang," ucap Jane mulai menggoda Liam.
"Memangnya kenapa?"
"Kamu terlihat sangat sexy saat berenang apalagi perut sixpackmu yang membuatmu semakin terluhat sexy."
"Oh begitu. Aku justru heran, mengapa kamu sangat suka sekali memakai pakaian bikini."
"Namanya juga sedang berenang, kalau aku berenang memakai gaun nanti orang - orang akan menertawakanku."
"Benar juga sih namun itu membuatku merasa..." Liam tidak jadi melanjutkan ucapannya.
"Membuatmu merasa apa?" tanyanya menatap Liam dan mulai mengalungkan tangannya dileher Liam.
"Mmm btw kamu ingin meminta hadiah apa dariku?"
"Terserah kamu ingin memberiku apa. Ingin memberiku sebuah malam yang indah dan tidak akan terlupakan juga tidak masalah hehe."
"Baiklah, kita istirahat sebentar lalu nanti kita pergi jalan - jalan lagi."
"Okay hubby."
Beberapa jam kemudian saat menjelang malam mereka bertiga sudah sampai di dalam rumah setelah seharian berjalan - jalan ke berbagai destinasi wisata. Ace langsung menghampiri hamsternya untuk memberinya makan dan setelah itu dia menghampiri grandpa dan grandpa yang sedang berbincang. Ace merasa senang duduk di pangkuan grandma, meskipun awalnya dia merasa takut dan malu - malu karena dia belum pernah bertemu grandma sama sekali.
"Tadi habis diajak jalan - jalan kemana oleh daddy?" tanya grandma.
"Keliling kota dan berenang. Daddy juga membelikanku ice cream."
"Wah kelihatannya menyenangkan sekali."
Ace mengangguk.
"Nee, memang sangat menyenangkan sekali naik helikopter."
"Besok ajak daddy naik helikopter lagi ya?"
"Nee grandma buyut."
"Oh ya Jane, ini ada sedikit dari kami berdua untuk hadiah ulang tahunmu. Selamat ulang tahun sayang, semoga selalu bahagia."
"Terima kasih banyak grandma," ucap Jane menerima sebuah kotak perhiasan mahal.
"Selamat ulang tahun eomma, terima kasih sudah mau menjadi eomma Ace meskipun terkadang galak."
Jane mencubit pipi Ace.
"Sama - sama sayang."
__ADS_1