Dear Ace

Dear Ace
#15 Om Kumis


__ADS_3

Karena sudah jam 9 malam, Jane lalu menggendong Ace dan membawanya ke kamar untuk menidurkannya. Jane kemudian mengambil buku dongeng yang berjudul angsa bertelor emas, karena Ace sedang menginginkan untuk dibacakan dongeng tersebut. Jane kemudian berbaring di samping Ace dan langsung membaca buku dongeng tersebut hingga Ace tertidur. Namun tidak jarang Ace bukannya malah tertidur, akan tetapi dia justru malah akan melontarkan beberapa pertanyaan kritisnya mengenai isi dalam buku dongeng yang sedang dibacakan oleh Jane hingga membuatnya sedikit kewalahan menangani Ace yang terlalu banyak bertanya.


Ace sangat suka sekali bertanya mengenai sesuatu hal dan jika belum dijawab atau sekiranya jawabannya belum memuaskan, Ace pasti akan terus menanyakan hal tersebut sampai dia merasa puas dengan jawabannya. Sepertinya kebiasaan Ace yang banyak bertanya itu menurun dari ayahnya yang juga sering sekali bertanya mengenai banyak hal, dan terkadang sampai sesuatu hal yang tidak perlu dipertanyakan pasti akan tetap ditanyakan juga olehnya.


Sepertinya Jane benar - benar mendapat karma karena sekarang Tuhan memberikan seorang putra yang sangat mirip sekali dengan musuhnya alias ayah Ace, yang bukan hanya mirip dari segi wajahnya namun dari tingkah dan juga sifatnya juga. 30 menit kemudian Ace akhirnya bisa tidur juga dan setelah itu Jane pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Jane terkadang merasa lelah sekali mengurus Ace yang sangat aktif itu seharian karena dia tidak ingin menyewa baby sister.


Menurut Jane, dia masih mampu mengurus anaknya sendiri bahkan sekarang menjadi single mother namun terkadang dia juga merasakan lelah serta jenuh mengurus anaknya sendirian. Keesokan harinya Ace sudah bersiap - siap menggendong tas ransel kecil miliknya itu yang berisi beberapa camilan dan juga air minum karena dia akan pergi ke taman yang kemarin untuk melihat kucing. Kali ini Ace ditemani oleh salah satu bodyguard kepercayaan Mr Kim karena Pak Kang sedang mengantarkan Jane untuk pemotretan di studionya.


"Pus pus makanlah yang banyak ya kalian semua, maaf aku tidak bisa membawa kalian semua ke rumah singgah milikku karena tempatnya sangat sempit dan aku takut jika kalian menjadi merasa tidak nyaman."


"Om kumiss!!" teriak Ace berlari menghampirinya.


Dia lalu menoleh ke belakang.


"Ah sialan anak kecil pengganggu itu lagi."


Ace lalu jongkok di sampingnya.


"Hai om kumis, kali ini kamu memberi makan kucing lagi ya?" tanya Ace sembari tersenyum.


"Iya, bagaimana keadaanmu?"


"Aku sudah membaik setelah diberikan obat untuk lukaku," ucap Ace menunjukkan pergelangan tangannya yang mungil.


"Baguslah, lain kali belajar bela diri agar bisa melawan jika disakiti oleh orang lain."


"Hmm bela diri? apa itu om kumis?" tanya Ace bingung.


"Ya semacam silat, taekwondo, karate, dan lain - lain yang berguna untuk melawan orang jahat agar kamu tidak disakiti olehnya."


"Oh seperti yang om kumis lakukan kemarin?"


"Ya seperti itulah," ucapnya sembari mengusap bulu salah satu kucing itu.


"Tetapi aku masih kecil, apakah boleh berlatih seperti itu?"

__ADS_1


"Tentu saja boleh, dahulu waktu aku masih dalam pelatihan taekwondo justru banyak sekali anak kecil sepertimu yang juga ikut pelatihan taekwondo."


"Oh begitu, om kumis pernah ikut yang namanya taekwondo ya?"


Dia mengangguk.


"Iya aku dulu pernah mengikutinya sampai aku mendapatkan sabuk hitam."


"Sabuk hitam itu apa?" tanya Ace penasaran.


"Ck ternyata kamu anak yang banyak bertanya ya rupanya. Hmmm sabuk hitam itu adalah sabuk yang dimiliki oleh anggota taekwondo yang paling tertinggi tingkatannya dan sudah sangat mahir dalam menguasai semua jurus yang diajarkan, ya begitulah intinya."


"Oh pantas saja om kumis kemarin sangat pandai berkelahi hiyatt hiyatt," ucap Ace sembari menirukan jurus saat dia berkelahi kemarin.


"Hup hati - hati nanti kamu kejengkang," ucapnya memegang punggung Ace agar tidak jatuh ke belakang.


"Oh okay."


Dia lalu mengamati pakaian yang dipakai oleh Ace dari atas sampai bawah yang semuanya memiliki merk mewah dan merupakan pakaian mahal, apalagi topi bucket hat yang sedang dipakai oleh Ace itu. Jika dihitung harganya, topinya saja sudah seharga 1 jutaan dan mungkin saja lebih, apalagi itu merupakan rancangan designer terkenal yang berasal dari Paris. Tas ransel mini milik Ace itu sudah menyentuh harga sekitar 10 jutaan karena merk mewah terkenal dari Paris, yaitu merk CC. Pantas saja kemarin dia diawasi oleh seorang bodyguard meskipun bodyguardnya itu sangat bodoh, karena ternyata anak itu adalah anak orang kaya.


"Sekarang kamu bawa tas ransel ya rupanya?" tanyanya berusaha mendekati Ace.


"Iya, eomma yang memberikannya."


"Kamu membawa apa?" tanyanya penasaran.


"Aku membawa camilan dan juga beberapa uang jajan."


"Oh begitu rupanya."


"Ayo duduk disana," ucap Ace menarik tangan orang itu.


"Baiklah."


Bodyguard lalu berlari menghampiri Ace karena sepertinya Ace dalam bahaya.

__ADS_1


"Tenang paman, dia orang baik yang kemarin menyelamatkan aku jadi jangan menyakitinya."


"Baik tuan muda," jawab bodyguard itu yang kemudian mengikuti Ace dibelakangnya.


Setelah mereka berdua duduk di bangku taman, Ace lalu mengeluarkan beberapa camilan yang sangat enak - enak dan juga handsanitizer. Ace lalu memakai handsanitizer di kedua telapak tangan mungilnya itu, sedangkan pria itu hanya memperhatikannya saja.


"Apa kamu suka donat?" tanya Ace.


"Suka, aku menyukai semua makanan."


"Mmm kalau begitu ini untukmu, eitss tapi kamu harus mencuci tanganmu dulu."


"Disini tidak ada kran air untuk aku cuci tangan."


Ace lalu menarik tangan pria itu dan memakaikannya handsanitizer di kedua telapak tangannya.


"Kata eomma setelah memegang apapun apalagi hewan, kamu harus mencuci tanganmu sebelum menyentuh makanan agar terhindar dari kuman yang membuatmu sakit."


"Hmm baiklah."


Ace lalu memberikan donat itu untuk pria itu.


"Ini donatmu tadi, selamat makan."


"Terima kasih, lalu bagaimana denganmu?"


"Disini masih ada satu lagi, tenang saja aku membawa dua untukmu juga."


"Lalu bagaimana dengan bodyguardmu itu?"


Ace menepuk dahinya.


"Oh iya lupa. Paman, ini kita makan setengah - setengah saja."


"Tidak perlu tuan muda, saya sudah makan jadi anda yang memakannya saja."

__ADS_1


"Baiklah paman," ucap Ace lalu memakan donat miliknya.


__ADS_2