Dear Ace

Dear Ace
#101 Menemuinya Lagi


__ADS_3

Setelah Liam kembali menidurkan Ace, dia lalu pergi ke kamarnya karena sudah larut malam. Dia duduk di atas ranjang sembari memainkan handphone miliknya karena dia sedang asyik bertukar pesan dengan teman - temannya di grup chat. Mereka ternyata sedang membicarakan mengenai turnamen game. Mereka berlima sedang sibuk membicarakannya dan berniat untuk mendaftarkan diri mengikuti lomba tersebut. Jika mereka deal untuk mendaftarkan team yang mereka bentuk, maka Liam akan memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.


Di ruangan yang lain, ternyata Jane masih betah di kamar mandi karena dia sedang mencuci wajahnya lalu mengenakan skincare. Sebenarnya Jane hanya sebentar melakukannya namun karena dia sempat menatap wajah cantiknya yang paripurna di cermin, jadi hal itulah yang membuatnya sangat lama di dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian datanglah Liam yang mendobrak pintu kamar mandi tersebut karena dia sedang sangat ingin buang air besar, dan hal itu membuat Jane merasa sangat terkejut.


Barulah Jane memutuskan untuk keluar dari kamar mandi setelah dia berada di dalam tempat itu selama hampir 1 jam. Sebenarnya itu tidak masalah bagi Jane namun suaminya itu sangat pemalu, jadi dia selalu saja mengusir Jane agar cepat - cepat keluar karena dia sedang tidak ingin diganggu saat itu juga. Jane kemudian berjalan keluar dari kamar mandi sembari menggerutu, dan setelah itu dia melanjutkan kegiatannya di depan meja riasnya. Liam kemudian datang menghampiri Jane dan langsung mengalungkan kedua lengannya di bahu Jane.


"Dari tadi tidak selesai-selesai, padahal juga nanti mau dibuat tidur."


"Terserah aku, lagipula aku dandan begini karena untuk suamiku. Masa hanya untuk media alias di depan kamera saja, nanti kalau kamu tiba - tiba mencari wanita lain kan aku sedih."


"Kamu saja bisa mencari pria lain, masa aku tidak boleh mencari wanita lain."


Mendengar hal tersebut, seketika membuat Jane terdiam karena merasa tidak enak hati dengan Liam. Bagaimana tidak? karena Liam merupakan sesosok suami idaman bagi wanita lain karena dia sangat baik, tampan, dan juga kaya raya namun dirinya malah menyelingkuhi suaminya tersebut. Untung saja Liam mau memaafkannya dan sekarang mereka berdua sedang berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka berdua.


"Maaf tadi aku hanya bercanda saja kok Jane," ucap Liam sembari meletakkan kepalanya di bahu Jane lalu mencium pipi chubbynya.


"Tidak perlu meminta maaf, itu semua memang benar kok karena disini aku sepenuhnya yang bersalah."


"Sssttt sudah jangan dibahas lagi, mari kita mulai membuka lembaran baru."


Jane lalu menatap wajah suaminya yang sedang tersenyum manis, hingga memperlihatkan lesung pipinya.


"tapi hubby...."


"Sssttt sudah Jane tidak perlu meminta maaf atas semua yang telah terjadi, aku sudah berusaha untuk memaafkanmu lho dan sekarang aku mencoba memulai lembaran baru denganmu lagi. Aku ingin kita kali ini kembali bertemu dengan versi terbaik kita masing - masing."


"Iya hubby."


"Sudah sini peluk, mmm aku selalu saja merindukan pelukanmu yang hangat dan menenangkan jiwaku."

__ADS_1


"Mari kita tidur," ajak Jane yang beranjak dari kursinya.


"Baiklah," ucap Liam mengikuti Jane.


Liam kemudian memeluk Jane begitu dia berbaring di atas ranjangnya, dan setelah itu dia menyembunyikan wajahnya di dada Jane. Liam merasa sangat nyaman sekali, dan rasanya dia selalu ingin memeluk Jane setiap saat. Jane mengusap rambut Liam sembari sesekali menciumi rambutnya.


"Bagiku kamu itu sudah seperti rumahku, dan jika saja rumah bukanlah hanya sebuah bangunan maka kamulah yang aku maksud sebagai rumahku."


"Iya hubby, aku paham."


"Jadi kamu tidak akan pergi dengan Simon dan lebih memilih untuk menghabiskan sisa umurmu denganku bukan?" tanya Liam mendongak menatap Jane.


"Iya hubby, aku akan menghabiskan sisa umurku untuk hidup bersamamu."


"Terima kasih."


"Sama - sama sayang."


"Daddy, eomma ayo bangun!!" teriak Ace sembari berloncat - loncat di atas ranjang kedua orang tuanya.


"Hoamm, iya ini eomma dan daddy sudah bangun."


"Benar, kenapa kamu bertingkah seperti ini jagoan?" tanya Liam meraih tubuh mungil Ace.


"Ayo jalan - jalan di taman lagi, aku ingin bertemu dengan Lyn."


"Apa kamu suka bermain dengannya?" tanya Liam menggoda Ace.


"Aku suka bermain dengannya, lagipula dia itu gadis yang sangat menggemaskan hehe."

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Liam dan Jane langsung saling bertatapan sembari tersenyum.


"Ayolah dad," ucap Ace merengek.


"Baiklah, tapi kamu harus mandi terlebih dahulu agar terlihat lebih tampan. Masa kamu mau bertemu dengan Lyn dalam keadaan seperti ini."


"Nee dad. Eomma ayo mandi."


"Iya sayang," ucap Jane menggendong Ace untuk membawanya ke dalam kamar mandi.


Tidak lama kemudian sampailah mereka bertiga di taman yang waktu itu mereka kunjungi bersama. Ace kemudian berlari mengelilingi taman tersebut untuk mencari keberadaan Lyn, sedangkan kedua orang tuanya sedang duduk di atas tikar sembari sarapan sandwich bersama.


"Lyn!!" teriak Ace kegirangan menghampiri Lyn yang sedang bermain ayunan.


"Hei siapa kamu?" tanya bodyguard Lyn.


"Jangan berteriak kepadanya, dia itu temanku!"


"Baik nona, maafkan saya."


"Hai Ace sedang apa kamu kemari?" tanya Lyn tersenyum.


"Tentu saja untuk bermain denganmu," ucap Ace sembari menghampiri Lyn.


"Oh ya aku membawa sesuatu untukmu."


"Apa itu Lyn?"


Lyn kemudian merogoh saku celananya dan mengambil sebuah permen.

__ADS_1


"Ini untukmu."


"Terima kasih."


__ADS_2