Dear Ace

Dear Ace
#13 Indonesia


__ADS_3

Mr Robinson lalu mengajak Ace serta Seojun untuk pergi keluar membeli camilan ataupun hal lainnya di sebuah mall yang letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman Mr Kim. Mr Robinson mengajak mereka berdua berjalan - jalan keliling mall serta membeli apapun yang mereka inginkan, kecuali saham mall tersebut. Beberapa jam kemudian saat malam hari Jane sedang bermain dengan Ace, dan kali ini Jane mengajarkan permainan susun balok serta puzzle yang tadi dia dapat di hari ulang tahunnya.


Ace menyusun puzzle itu bersama dengan Jane, dan tidak lama kemudian Josh juga ikut bergabung bersama mereka berdua. Ace mengambil sebuah potongan puzzle secara acak dan dia menempatkannya di salah satu kotak tersebut, karena potongan puzzle tersebut tidak pas akhirnya Ace memukul - mukul potongan puzzle itu agar bisa pas di kotaknya. Melihat hal tersebut Jane lalu memberitahu Ace bagaimana caranya menyusun puzzle, dan tidak lama kemudian Ace sudah bisa menyelesaikan puzzle tersebut bersama Jane.


Ace kemudian mengambil lagi puzzle yang lain dan langsung menyusunnya, akan tetapi kali ini dia hanya ingin mencoba menyusunnya sendiri tanpa bantuan dari Jane. Akhirnya Jane membiarkan Ace menyusunnya sendirian, sedangkan dia hanya duduk memperhatikan putra kecilnya itu bermain puzzle. Mungkin karena Ace sudah bosan bermain puzzle, dia kemudian meninggalkan puzzle yang belum sepenuhnya jadi dan langsung mengendarai mobilnya untuk berjalan - jalan di sekeliling rumah.


Jane hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat kebiasaan putranya yang selalu menjelajahi semua mainannya hingga berserakan di lantai, maklum namanya juga anak kecil. Namun meskipun begitu Jane tetap bersabar karena mungkin jika Ace sudah besar, mungkin hal seperti itulah yang akan dirindukan oleh Jane ketika menjadi seorang ibu. Saat berada di tengah jalan tiba - tiba saja mobil Ace mogok, dan dia kemudian turun mobilnya untuk mendorongnya menghampiri Jane yang berada di ruangan lain.


"Hiyatt," ucap Ace sembari berusaha mendorong mobilnya yang mogok.


"Kenapa Ace?" tanya Mr Kim yang tiba - tiba muncul di belakang Ace.


Ace kemudian menoleh ke belakang.


"Tidak tau, tiba - tiba mobilnya tidak bisa jalan grandpa Kim."


"Ya sudah sini biar grandpa Kim periksa dulu."


Ace mengangguk.


"Nee."


"Kenapa appa?" tanya Jane menghampirinya.


Mendengar suara Jane, Ace langsung mendekati Mr Kim untuk berlindung kepadanya karena takut jika Jane akan memarahinya karena mobil barunya rusak.


"Kenapa Ace?" tanya Mr Kim yang menyadari bahwa cucunya itu sedang bersembunyi disampingnya.


"Takut eomma marah jika tahu mobilnya rusak."


"Tenang saja eomma tidak akan marah kepada Ace," ucap Mr Kim menenangkan Ace.


Jane lalu berdiri di samping Mr Kim, sedangkan Ace terus menatap Jane sembari jongkok di samping Mr Kim untuk bersembunyi.


"Ini ternyata mobil milik Ace mogok karena baterainya habis dan harus di charge."


"Oh begitu, pantas saja habis soalnya tadi Ace memainkannya seharian."


"Iya benar, tolong kamu carikan alat charge nya biar aku yang mengurusnya!"


"Baik appa. Eh Ace kenapa memegangi kaki appa seperti itu?" tanya Jane penasaran.


"Dia takut dimarahi olehmu jika mobilnya rusak, ternyata setelah aku check hanya karena baterainya habis saja."


"Oh begitu. Sini sayang, ayo main lagi."


Ace menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Tidak mau."


"Kenapa?"


"Nanti eomma akan memarahi Ace."


"Tidak sayang, eomma tidak akan memarahi Ace."


"Benarkah?"


"Iya, sini eomma gendong."


Ace lalu berjalan menuju ke arah Jane dan setelah itu Jane langsung menggendongnya untuk dibawa ke ruang tengah. Saat hampir sampai ternyata Ace sudah mengantuk, lalu setelah itu Jane membawa Ace ke kamar dan menidurkannya. Ace lalu memeluk Jane saat dia tidur sembari meminum susu dari Jane. Ditatapnya wajah polosnya yang mungil itu sembari mengusap rambutnya yang bewarna coklat keemasan atau apalah orang menyebutnya mengenai warna rambut Ace, mungkin golden brown.


1 bulan kemudian Jane sudah mendarat di Indonesia bersama anggota keluarganya karena dia ingin mencari Liam sendiri dan sudah tidak ingin mengandalkan orang suruhan Mr Kim itu. Pada hari Minggu yang cerah, Ace sedang berjalan - jalan dengan Pak Kang di sebuah taman dekat rumahnya. Ace berlarian di taman itu dengan diawasi oleh salah satu bodyguard kepercayaan Mr Kim dari kejauhan, dan tiba - tiba saja Ace berlari mendekati seekor kucing yang sedang bersantai di bawah pohon. Kucing ras kampung dengan bulu bewarna kuning putih dan juga perutnya yang besar.


Ternyata saat didekati oleh Ace, kucing tersebut sudah jinak dan malah berguling - guling di rumput karena suka dengan sentuhan Ace.


"Kucingnya lucu," gumam Ace sembari mengusap bulu kucing itu.


Tidak lama kemudian datanglah seorang pria yang membawa sebuah wadah dari plastik dan hendak memberi makan kucing itu.


"Puss puss makanlah! perutmu semakin gembul saja."


"Aku juga mau ini," ucap Ace menatapnya sembari menunjuk dryfood.


"Tidak! ini makanan kucing dan bukan makanan manusia."


"Kamu tahu darimana?" tanyanya penasaran.


"Dari vidio di instamili," jawab Ace polos.


"Iya benar begitu namun apa kamu tetap mau memakannya?"


Ace mengangguk.


"Mau," jawabnya yang langsung mengambil sebuah makanan kucing itu dari mangkuknya, dan saat Ace akan memasukkannya ke dalam mulutnya tiba - tiba saja dia menyingkirkan tangan Ace dari mulutnya.


"Ck sudah kubilang jangan dimakan masih saja bandel, nanti kalau perutmu sakit bagaimana?" tanyanya memarahi Ace.


"Kan ada dokter."


"Dibilangin orang tua malah menjawab seperti itu, ckckck pintarnya dirimu."


"Aku memang pintar."


Dia berdecak.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu ini anaknya siapa sih? kecil - kecil sok pintar sekali."


"Kenapa kamu memarahiku seperti ini?"


"Habisnya kamu juga ngeyel, dasar anak nakal."


"Aku tidak nakal."


"Hmmm terserah."


"Kamu ingin memberi makan kucing lagi?"


"Iya," jawabnya singkat.


Dia lalu berjalan pergi menjauh dari Ace namun tiba - tiba saja entah mengapa Ace justru mengikuti langkahnya di belakangnya.


"Om kumis ikut!!" teriak Ace mengejar pria itu.


"Tidak boleh!!"


"Kenapa?" tanya Ace menghentikan langkahnya.


"Setelah ini aku akan pergi jauh, lebih baik kamu pulang saja sana nanti dicariin oleh ayah dan ibumu."


"Aku tidak punya ayah," ucap Ace kembali berlari mengejarnya.


*Bug!!* Ace terjauh. Pria itu lalu berbalik dan menghampiri Ace.


"Kamu tidak apa - apa?" tanyanya cemas.


Ace menggeleng pelan.


"Tidak apa - apa karena aku terbiasa jatuh," ucap Ace tersenyum.


Dia lalu membantu Ace berdiri dan mengusap rambutnya.


"Lain kali hati - hati dan jangan berlari, nanti kamu akan terjatuh lagi."


"Nee," ucap Ace mengangguk.


Tidak lama setelah itu seorang pria bertubuh besar dan kekar yang merupakan bodyguard Ace langsung menghampiri Ace untuk membantunya.


"Kamu bodyguardnya?" tanyanya tegas.


"Benar."


"Lainkali jaga dia dengan baik dan jangan sampai lepas dari pengawasanmu."

__ADS_1


"Baik, maafkan saya telah merepotkan anda."


"Tidak masalah."


__ADS_2