Dear Ace

Dear Ace
#50 Sudah Mempunyai Kekasih?


__ADS_3

Jane lalu pergi membuatkan jus alpukat kesukaan suaminya yang sangat manis, karena di dalam jus tersebut menggunakan satu sachet susu kental manis dan 3 sendok makan gula. Awalnya dia diajari oleh ibu mertuanya bagaimana cara membuat jus alpukat kesukaan suaminya namun semakin lama dia merasa takut jika dia terkena diabetes, karena terlalu banyak mengkonsumsi gula. Liam sangat suka dengam hal - hal yang manis bahkan jika di dalam jus tersebut gulanya dikurangi maka dia akan tetap menyadarinya. Liam juga merasa tidak berselera saat memakan hidangan yang manisnya kurang, dan akan langsung membuangnya.


Begitu selesai membuat jus alpukat, Jane lalu memberikannya kepada Liam dan beralih memijat kakinya. Saat siang hari tentunya Liam akan menonton spongebob sembari meminum jus alpukat ataupun meminum es lainnya. Semua kebiasaan Liam, Jane sudah sangat hafal sehingga dia bisa langsung menyiapkan segala sesuatu yang harus dia persiapkan.


Nanti setelah minum jus alpukat pasti Liam akan tertidur dengan televisinya yang masih menyala menayangkan spongebob, saat sore hari Liam akan pergi mandi dan setelah itu dia beralih bermain game sampai menjelang makan malam. Sebelum jam makan malam, Liam sudah standby di dapur untuk memasak hidangan makan malam karena memang jatahnya dia untuk memasak saat weekend. Jane sudah menghafal semuanya sejak dahulu, bahkan kebiasaan - kebiasaannya dari hari Senin sampai Minggu semuanya hafal dan mungkin yang berubah hanya sedikit saja.


"Hubby, tadi kamu berkata ingin membersihkan patung Ace."


"Oh iya maaf aku lupa, setelah aku menghabiskan ini nanti aku langsung bergerak membersihkannya."


"Mungkin nanti kamu juga akan langsung tertidur setelah meminum jus alpukat itu," ucap Jane menebak.


"Benarkah? aku bukan orang yang seperti itu."


"Kamu dari dulu selalu mengatakan hal yang sama dan selalu berakhir dengan ketiduran."


"Ya sudah aku akan langsung membersihkannya, tapi itu sedang sangat seru karena akan ada pertunjukan di bikini bottom."


"Hubby, ayo cepat bersihkan! setelah itu baru boleh kembali menonton spongebob."


"I-iya."


"Nanti kasihan Ace jika debunya beterbangan ke dalam rumah."


"Oh iya benar juga, siap laksanakan nyonya!"


Liam kemudian bergegas mengambil peralatan kebersihan di gudang, dan setelah itu dia langsung membersihkan action figure itu dengan sangat hati - hati. Action figure itu bernama Portgas D Ace (nama asli di karakter anime) yang dia beli untuk merayakan kelahiran Ace, karena Liam mendapatkan inspirasi nama anaknya dari karakter itu. Maka terciptalah nama Ace Bryan Robinson, dan nama Bryan yang memberikannya adalah Josh.


"Liamm!!! aku kangen!!" teriak Rosie saat pintu lift pribadinya terbuka.


"Hmm, kangen denganku atau kangen dengam isi kulkasku?" tanyanya sembari membersihkan patung itu.


"Dua - duanya hehe."


"Hai bang Liam, apa kabar?" tanya Leon.


"Oh Leon, aku baik."


"Syukurlah jika begitu, sudah lama kita tidak bertemu."


"Yupss benar, oh ya kemarin aku main ke rumah namun katanya kamu dan mami sedang pergi ke pasar."


"Iya bang, ada acara di rumah nenek."


"Rosie, ambilkan minuman untuk Leon juga!"


"Iya Liam."


"Abang sedang sibuk?" tanya Leon tiba - tiba.


"Tidak terlalu, kenapa memangnya?"

__ADS_1


"Saya ingin membicarakan suatu hal dengam anda."


"Oh kita berbicara di sofa saja, mari."


Liam lalu mencuci tangannya, sedangkan Leon sudah duduk di sofa. Dia merasa sangat gugup untuk membicarakan hal tersebut dengan Liam, sebagai kakak kesayangannya Rosie. Tidak lama kemudian Liam menghampiri Leon.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku, Leon?"


"Jadi begini bang, sebenarnya saya sudah menjalin hubungan dengan Rosie jadi..."


Seketika Liam langsung menyemburkan minumannya.


"Apa? kapan kalian berdua jadian? kalian berdua tidak akan menikah dalam kurun waktu yang singkat?" tanya Liam memborbardir Leon dengan beberapa pertanyaan.


"Sudah 6 bulanan ini kami berdua menjalin hubungan namun bang Liam tidak perlu khawatir karena saya belum ada niatan untuk menikahi Rosie, karena saya juga harus mengejar karier saya."


"Oh begitu, baguslah aku fikir kalian akan segera menikah."


"Belum ada niatan seperti itu bang, karena kami berdua juga masih dalam tahap pendekatan serta mengenal pribadi masing - masing."


"Janee!!!" teriak Liam.


"Iya, ada apa hubby?" tanyanya menghampiri Liam sembari menggendong Ace.


"Masa katanya mereka berdua sudah jadian."


"Iya, aku sudah tahu dan menurutku tidak apa - apa karena mereka berdua juga sangat cocok."


"Tapi.. mmppp." Belum selesai berbicara mulut Liam langsung dibungkam oleh Jane.


"Iya, aku kan tadi sudah mengatakan tidak apa - apa dan yang terpenting jangan cepat - cepat menikah."


"Memangnya kenapa bang?" tanya Leon penasaran.


"Adikku itu jalannya masih panjang, dan aku belum rela melepaskannya bersama orang lain karena aku masih menginginkan dia untuk fokus mengurus restaurant bagiannya."


"Oh begitu. Iya bang, Rosie juga sudah memberitahukan hal itu kepadaku."


"Baguslah jika begitu, tapi ingat jangan sampai diluar batas!! awas saja kamu!!"


"Si-siap bang Liam."


"Leon, ayo diminum."


"Baik kak Jane."


Ace terus memperhatikan Leon sembari meminum susu dari botolnya, sepertinya Ace masih merasa asing dengannya karena belum pernah bertemu dengan Leon sama sekali. Ace memang selalu seperti itu saat bertemu dengan orang baru, dan dia selalu memperhatikannya secara mendetail. Setelah itu Ace menatap Liam lalu kembali menatap Leon, dan dia seperti itu terus sekitar 10 menitan.


"Siapa ini namanya?" tanya Leon menoel pipi chubby Ace.


Ace lalu menatap Liam dan mengusap pipinya yang baru saja ditoel oleh Leon.

__ADS_1


"Kalau ditanya oleh orang itu dijawab ya sayang," ucap Liam memberitahu Ace.


"Tidak mau."


"Kenapa memangnya heum?"


"Om nya baik atau jahat?" tanya Ace polos.


Liam tersenyum.


"Om nya baik sayang, kan om itu temannya aunty Rosie."


"Oh begitu. Namaku Ace, tapi aku lupa lanjutannya."


"Oh namanya Ace."


"Bukan Ace saja namun masih ada lanjutannya."


"Lanjutannya apa?"


"Namaku yang selanjutnya siapa eomma?"


"Ace Bryan Robinson," jawab Jane.


"Nah itu lanjutannya."


"Oh begitu. Itu baru minum susu?"


Ace mengangguk.


"Nee, agar cepat dewasa terus bisa mengendarai mobil sendiri."


"Tapi kamu masih kecil."


"Iya tahu, maka dari itu aku selalu minum susu agar cepat dewasa karena saat ini aku hanya diizinkan untuk naik mobil yang itu."


"Tapi lebih menyenangkan naik mobil yang itu."


"Tidak om Leon, lebih menyenangkan mengendarai mobil yang sungguhan karena bisa jalan - jalan sendiri tanpa membujuk daddy."


Sontak semua orang langsung tertawa.


"Oh begitu."


Ace kembali meminum susunya, dan dia beralih memperhatikan kartun spongebob yang sedang diputar di televisi. Ace juga sangat menyukai kartun tersebut, maka tidak heran jika dia akan berubah menjadi sangat tenang saat menontonnya.


"Spongebobnya disengat ubur - ubur dad," ucapnya sembari menunjuk ke layar televisi.


"Iya, spongebobnya disengat ubur - ubur."


"Sakit tidak?"

__ADS_1


"Sakit sekali rasanya."


"Oh."


__ADS_2