
Liam mengajak mereka berdua berjalan - jalan di tempat yang diinginkannya dengan mengendarai mobil. Liam menggendong Ace menuju ke basement rumahnya untuk mengambil mobil. Semua mobil mewah itu berjejer rapi yang memiliki keberagaman model, warna, dan juga merk. Liam lalu memilih untuk mengendarai mobil civic yang dahulu merupakan mobil kesayangannya, bahkan Liam sering memodifikasi mobil tersebut agar tampilannya lebih sangar. Ace lalu duduk di kursi penumpang, dan Liam langsung memgeluarkan mobil tersebut dari basement rumahnya.
Setelah itu mereka bertiga pergi ke mall terlebih dahulu karena katanya Ace ingin pergi membeli ice cream. Untungnya tadi Liam sudah diberi sejumlah uang kepada kedua orang tuanya yang jumlahnya lumayan banyak, jadi dia bisa membelikan mereka berdua apapun yang diinginkannya. Jane sempat mengejek Liam dan meragukan kemampuannya mengendarai mobil karena sudah lama dia tidak memegang stir mobil. Namun jangan salah, Liam tetap bisa mengendarai mobilnya dengan sangat lihai karena dia merupakan seorang pembalap.
Pekerjaan sampingan serta pelampiasan rasa bosannya adalah balapan mobil dengan teman - temannya saat dahulu dia masih bekerja di perusahaan. Dia hanya balapan saat di sirkuit saja dan bukannya balapan di jalan karena dia memang mampu menyewa sirkuit untuk balapan, lagipula Mrs Robinson juga sangat melarang dia untuk balapan jika dilakukan di jalan raya.
Sesampainya di mall Ace kembali meminta Liam untuk memggendongnya dan Ace terlihat sangat manja sekali dengannya, maklum Ace sangat senang karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan ayahnya. Tujuan pertama mereka adalah ke kedai ice cream, jadi begitu sampai disana mereka langsung mencari ice cream yang terkenal karena selalu menginvasi ruko kosong. Ace langsung merengek minta dibelikan tumbler dari ice cream tersebut yang bentuknya sangat lucu, dan akhirnya Liam membelikannya agar dia tidak merengek terus.
"Daddy jadi membelikan aku ini kan?" tanya Ace menunjuk ke sebuah tumbler lucu bewarna biru.
"Jadi dong, masa daddy bohong."
Jane lalu tersenyum dan berbisik di telinga Liam.
"Hahaha mampus, belum ada 1 jam disini saja sudah diporotin oleh Ace apalagi nanti setiap ke mall dia selalu jajan banyak."
"Ya bodo amat karena mommy baru saja memberiku uang banyak, lagipula kalau uangnya kurang kan aman - aman saja karena mall ini milikku hahaha."
"I-iya juga sih, hufftt harusnya aku mengajak kamu pergi ke mall yang lain saja."
Liam tertawa jahat.
"Wohahahaha jangan selalu remehkan aku."
"Si-siapa juga yang meremehkan kamu, aku kan hanya memperingatkan kamu saja."
"Iya sayang," ucap Liam mencium pipi Jane.
"Dih sekarang sudah main nyosor - nyosor saja, dasar sialan."
"Hahaha aku sangat merindukanmu, apalagi pipi chubby mu itu."
"Sekarang aku sudah tidak mempunyai pipi chubby karena stress mengurus Ace."
"Eh masih tuh."
"Daddy nanti beli mainan kan?" tanya Ace menarik - narik baju Liam.
"Iya jadi, kamu ingin membeli mainan apa?"
"Puzzle, dan dinosaurus."
"Okay."
Jane semakin tertawa.
"Kan apa yang kubilang hahaha."
"Sstt diamlah!!"
__ADS_1
"Daddy tidak mau membelikan aku mainan?" tanya Ace sedih.
"Iya daddy tidak mau membelikan kamu mainan," jawab Jane.
Liam langsung menggendong Ace.
"Jangan dengarkan ucapan eomma, ayo kita beli mainan dan kalau perlu kita borong satu toko."
Ace mengangguk.
"Nee."
Liam langsung membawa ice cream itu dan berjalan dengan cepat menuju ke sebuah toko mainan sembari menggendong Ace, sedangkan Jane tertawa melihat tingkah suaminya yang sedikit sengklek itu. Setelah itu Jane berlari mengejar mereka karena langkahnya yang lebar, sehingga membuat Liam bisa berjalan dengan sangat cepat.
"Nah pilihlah mainan yang kamu suka," ucap Liam begitu sampai di toko itu.
"Boleh terserah aku?"
"Iya, kamu bebas memilih mainan apapun yang kamu inginkan."
"Okay dad," jawab Ace tersenyum.
Tidak lama kemudian Jane menghampiri mereka berdua.
"Ckckck kamu sangat cepat sekali."
"Hahaha makanya punya kaki panjang."
"Iya Jane maaf."
Liam kemudian menemani Ace memilih mainan yang dia inginkan, dan melihat hal itu Jane merasa sangat bahagia karena semuanya akan kembali ke tempatnya masing - masing.
"Woahhh dinosaurusnya sangat besar sekali dad," ucap Ace merasa kagum.
"Benar, ayo kita membelinya."
"Memangnya boleh?"
"Tentu saja, let's go."
Mereka berdua lalu menggotong dinosaurus itu dan langsung membawanya ke kasir.
"Aku ingin membeli yang ini," ucap Liam.
"Maaf itu hanya pajangan saja dan tidak dijual pak," ucap kasir itu.
"Oh aku kira ini dijual, kenapa tidak dijual saja?"
"Maaf ya, anda bisa membeli dinosaurus yang lain."
__ADS_1
"Baiklah. Hei buddy, kita tidak bisa membeli dinosaurus ini."
"Kenapa begitu dad?" tanya Ace bingung.
"Ini tidak dijual, mari kita beli yang lain saja."
"Sumpah aku tidak mengenal mereka berdua," ucap Jane yang melihat tingkah anak dan suaminya itu dari kejauhan.
Mereka bertiga bersenang - senang di mall itu sampai sore hari, dan setelah itu mereka kembali pulang ke kediaman keluarga Robinson.
"Rosie belum pulang mom?" tanya Liam yang datang sembari menggendong Ace.
"Belum, adikmu masih hangout bersama teman - temannya."
"Oh begitu."
"Kalian membeli apa sampai sebanyak itu?" tanya Mrs Robinson merasa terheran.
"Biasa mom jika si maniac mainan saling bertemu," ucap Jane kesal.
Mrs Robinson tertawa.
"Ya ampun, Liam masih saja tidak berubah."
"Sekarang malah tambah parah karena anaknya juga sama hufftt."
"Oh begitu, ya sudah kalian bertiga beristirahatlah di kamar saja kasihan Ace yang sudah mengantuk."
"Baik mom," ucap mereka berdua serempak.
Liam lalu menidurkan Ace begitu sesampainya di kamar, dan setelah itu mereka berbincang di atas ranjang sembari menunggu Ace yang tengah tertidur.
"Jujur ternyata sangat sulit mengurus Ace tanpa kamu," ucap Jane tiba - tiba.
"Aku fikir kamu lebih bahagia saat aku pergi dari hidupmu, karena dahulu kamu sangat benci jika aku selalu mengganggumu."
"Tidak hubby, setelah difikir - fikir sepertinya lebih menyenangkan terus diganggu olehmu seumur hidupku daripada aku harus mencari keberadaanmu seumur hidupku."
"Maaf, aku tidak akan melakukan hal seperti ini jika aku masih bekerja di perusahaan. Jujur aku sangat merindukan kalian berdua serta ingin melihat pertumbuhan Ace secara langsung, akan tetapi waktu itu aku juga merasa tidak yakin apakah aku masih mampu menghidupi kalian berdua atau tidak setelah dipecat dari perusahaan."
"Jika kamu memberitahuku mengenai kondisimu waktu itu, aku juga pasti akan mengerti namun kamu selalu saja tidak terbuka denganku dan juga selalu memendamnya sendirian."
"Maafkan aku, aku hanyalah seorang pria yang selalu berusaha ingin membahagiakan kalian."
"Iya aku paham namun tidak dengan seperti caranya sayang. Kamu waktu itu kan sudah berjanji untuk selalu terbuka denganku, akan tetapi kamu masih saja selalu memendamnya sendirian."
"Iya maaf."
"Sekarang kamu sangat kurus sekali."
__ADS_1
"Meskipun begitu aku masih selalu kuat menggendongmu hehe."
"Haiss."