
Liam terus berbincang dengan Ricko pada malam itu di rumah gubuk milik Liam. Ricko sangat senang bisa berbincang seperti ini lagi kepada Liam setelah mereka berdua berbisah. Dahulu Ricko telah berpisah selama 3 tahun kepada Liam saat Liam pindah ke Australia, lalu berpisah lagi selama hampir 5 bulanan lebih saat Liam mengalami koma, dan belum lama ini mereka berdua berpisah hampir 1 tahunan. Mungkin itu sedikit melelahkan jika terus berpisah dengan sahabatnya namun setelah akhirnya bertemu kembali, rasanya sangat melegakan sekaligus bahagia sekali.
Sekarang semua penantiannya terbayar lunas saat mereka berdua saling berbincang satu sama lain mengenai pengalaman pribadi. Saat jam 11 malam Ricko kemudian pamit pulang, padahal sebenarnya dia masih ingin menemani Liam seperti dulu namun sekarang sudah berbeda karena dirinya sudah menikah. Keesokan harinya Mrs Robinson sedang bersiap - siap untuk pergi bersama suaminya.
Setelah itu dia pergi menuju ke sebuah tempat, dan karena tempat tersebut hanya merupakan gang kecil akhirnya Mr Robinson memutuskan untuk memarkirkan mobilnya di depan gang tersebut. Mereka berdua berjalan menyusuri gang kecil itu sembari berbincang ringan. Begitu sampai di sebuah rumah Mrs Robinson kemudian mengetuk pintu rumah itu. Namun setelah beberapa kali dia mengetuknya, Mrs Robinson tidak mendapatkan jawaban dari penghuni rumah itu.
"Maaf pak, bu sedang mencari siapa?" tanya salah seorang warga.
"Saya sedang mencari penghuni rumah ini, apakah anda mengenalnya?" tanya Mr Robinson.
"Oh mas Gerard? dia jam segini sudah berangkat kerja narik ojek online, dan kalau ingin bertemu dengannya datang saja jam 6 sore pasti dia sudah pulang."
"Oh begitu, biasanya Gerard berangkat kerja jam berapa?" tanya Mr Robinson.
"Biasanya dia berangkat kerja pagi - pagi sekali, mungkin sekitar jam 5 pagi dan pulang jam 6 sore namun kadang pulang jam 7 malam juga."
"Apakah dia tinggal sendirian disini?"
"Iya pak, dia hanya tinggal sendiri dan seperti tidak ada yang mengurusnya namun akhir - akhir ini ada beberapa orang temannya yang datang mengunjunginya dan selalu membawakan makanan."
"Selalu membawakan makanan? siapa orangnya bu?" tanya Mrs Robinson penasaran.
"Kadang seorang pria dan kadang seorang wanita namun kalau yang wanita membawa anak kecil itu hanya sebentar karena istri temannya yang sering kemari juga."
"Jadi hanya sepasang suami istri itu saja yang kemari bu?" tanya Mr Robinson.
"Benar pak, tapi untungnya semenjak sepasang suami istri itu sering kemari dia jadi bisa makan hal lain selain mie instan. Dahulu dia sering makan mie instan karena setiap hari belinya di warung saya, seminggu yang lalu dia juga baru membeli 5 mie instan sekaligus untuk persediaan selama seminggu."
"Oh begitu."
"Mas Gerard orangnya baik dan ramah, jadi saya tidak segan untuk membantu dia."
"Terima kasih ya bu, sudah mau membantu Gerard saya."
"Sama - sama pak, bu. Kalau boleh tahu anda berdua ini siapanya mas Gerard ya?"
"Kami berdua kerabatnya."
"Oh kerabatnya."
"Kalau begitu kita berdua permisi bu, terima kasih banyak telah membantu Gerard."
"Sama - sama."
Setelah itu Mr Robinson dan istrinya kembali pulang ke rumah. Beberapa jam kemudian saat jam 3 sore Liam sudah pulang ke rumah.
"Tumben hari ini sudah pulang mas?"
"Iya bu, mau mandi dan nanti pergi ngojek lagi."
__ADS_1
"Oh begitu, sudah makan?"
"Tadi siang sudah bu."
"Oh ya tadi ada yang mencari mas Gerard kemari."
"Siapa bu?" tanya Liam penasaran.
"Kerabatnya katanya."
"Oh begitu."
Disisi lain Jane saat ini tengah berkunjung di rumah Gita karena Ace ingin bermain dengan Ibra. Saat ini Ace sedang bermain sepak bola di halaman rumah Ibra.
"Ayo kita beristirahat sebentar," ajak Ibra.
"Nee."
Mereka berdua lalu menghampiri ibunya masing - masing yang sedang berbincang di teras rumah.
"Sudah main sepak bolanya?" tanya Gita.
"Sudah mah, nanti lagi aku lelah."
"Eomma, belikan aku bola."
"Sekarang kamu masih tinggal di rumah kedua otang tuanya Liam?"
"Tidak, sekarang kami berdua sudah tinggal di rumahnya Liam dan mungkin sudah sekitar 1 mingguan ini."
"Oh begitu. Eh ini silahkan diminum dan dimakan."
"Iya terima kasih Git."
"Sama - sama."
"Aku rencananya ingin memasukkan Ace ke preschool namun aku akan menunggu umurnya menginjak 2 tahun terlebih dahulu."
"Iya sama Jane, aku juga ingin memasukkan Ibra ke preschool setelah dia berumur 2 tahun."
"Eomma, preschool itu apa?" tanya Ace penasaran.
"Preschool itu semacam sekolah namun sekolahnya hanya bermain saja yang diberikan sebelum memulai pendidikan formal, itu tidak seperti sekolah pada umumnya dan dikhususkan untuk anak kecil."
"Oh begitu."
"Ace sekarang sudah bisa apa saja?" tanya Gita.
"Bermain," jawab Ace polos.
__ADS_1
Gita dan Jane langsung tertawa kecil mendengar jawaban polos Ace.
"Ace sekarang sudah mulai bisa membaca, menggambar, dan menulis namu belum terlalu lancar."
"Oh begitu, Ibra juga sama sih meskipun lebih banyak mainnya."
"Eomma gendong."
Jane lalu menggendong Ace ke pangkuannya.
"Aku pulang," ucap Ricko yang turun dari mobilnya.
"Papa!!" teriak Ibra menghampiri Ricko.
"Woahh anak papa," ucap Ricko menggendong Ibra.
"Papa bawa apa?"
"Kue untuk dimakan bersama Ace, ini kuenya."
"Okay pa."
1 bulan kemudian setelah perbincanga dengan kedua orang tuanya itu, Liam sudah memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya setelah mereka berdua meminta maaf sekaligus mengatakan bahwa Liam tidak bersalah sama sekali. Namun disisi lain Mr Robinson waktu itu sudah dimarahi habis - habisan oleh orang tua Mr Robinson sendiri karena telah memecat cucu kesayangannya, sekaligus pewaris utama keluarga Robinson. Pada saat siang hari Liam dijemput oleh Mrs Robinson beserta bodyguard pribadinya untuk kembali ke rumah.
Tidak lupa Liam juga berpamitan kepada ibu penjaga warung langganannya karena sudah banyak membantunya. Mrs Robinson merasa sedih sekali dengan penampilan putranya yang hampir berubah drastis, mungkin karena itu dia sulit sekali ditemukan. Sesampainya di rumah Liam langsung memeluk adik kesayangannya dan berbincang sebentar sebelum dia beristirahat di kamarnya. Tentu saja dia akan langsung bermain game setelah beristirahat karena dia sudah merindukan kekasihnya itu.
"Grandmom," ucap Ace menyapa Mrs Robinson.
"Hai sayang, ayo ikut grandmom."
"Nee."
Ace lalu berjalan di sebelah Mrs Robinson sembari menggandeng tangannya, dan setelah itu Ace diminta untuk mengetuk pintu kamar tersebut. Mrs Robinson lalu kembali menemui Jane untuk menceritakan kabar baik ini.
*Tok tok tok.*
Liam lalu membuka pintu kamarnya itu.
"Ck ternyata kamu, kenapa kamu kemari?" tanya Liam sinis.
"Daddy," panggil Ace lirih sembari menatapnya.
"A-aku bukan daddy mu, sudah pergi sana!"
"Ta-tapi kata grandmon, om kumis itu daddy Ace."
"Salah orang."
*Blam.*
__ADS_1