
Dio dan Chicko lalu mengajak Ace pergi jajan yang tidak terlalu jauh dari sana, sedangkan Jane dan Rosie berbincang melepas kerinduan mereka. Sepertinya itu adalah hari sial Dio dan Chicko karena pada malam ini Ace meminta jajan yang lumayan banyak kepada mereka berdua. Ace membeli takoyaki, serta beberapa mainan yang di jual di dekatnya. Namun di dalam batin mereka berdua, mereka telah ikhlas membelikan Ace apapun yang dia inginkan, karena mereka mengingat jika Liam sudah sangat membantu banyak di dalam hidup mereka.
Dahulu saat Dio sedang kesulitan mengenai urusan ekonominya, Liam langsung membantunya dengan membuat sebuah cafe dan setelah itu Liam mempercayakan Dio untuk mengurus cafe impiannya. Sejak Dio bekerja mengurus cafe Liam, sekarang hidup Dio sudah menjadi serba kecukupan dan tidak pernah pusing mengenai masalah ekonominya lagi. Lalu Chicko pernah dibantu oleh Liam membayar uang semesteran kuliahnya saat kedua orang tuanya belum mempunyai uang untuk membayarnya karena tokonya sedang sepi, padahal uang itu adalah uang tabungan Liam untuk membangun rumahnya yang sekarang.
Semua teman - temannya pernah dibantu oleh Liam tanpa memandang apapun, karena Liam memanglah pria yang sangat baik. Jadi sekarang giliran mereka berdua membalas kebaikan Liam selama ini meskipun itu semua tidak sebanding dengan bantuan yang telah diberikan oleh Liam. Meskipun Liam terlahir dari keluarga kaya raya namun Liam tidak pernah merasa gengsi berteman dengan mereka semua yang bisa dibilang statusnya sangat bersebrangan sekali.
Ace lalu memakan ice cream yang baru saja dibelinya sembari memilih mainan di penjual itu. Tidak lama kemudian Ace memilih sebuah maninan truck excavator yang bewarna orange.
"Mau yang ini om," ucap Ace menunjuk truck itu.
"Okay," jawab Dio.
Chicko lalu mengambilnya dan bertanya kepada penjual.
"Berapa harganya untuk yang ini?"
"60 ribu saja mas," jawabnya.
"Tidak bisa kurang?" tanya Chicko menawar.
"Ya sudah 50 ribu bagaimana?" tanya penjual itu.
"Baiklah 50 ribu."
"Kita bayarnya patungan," bisik Dio di telinga Chicko.
"Eh kenapa bukan kamu yang membayarnya?"
"Uangku sudah habis untuk membelikannya makanan tadi."
"Hmmm baiklah," jawab Chicko setuju.
"Nah begitu dong."
"Dasar kamu ini, padahal kamu sudah diberi pekerjaan yang layak kepada ayahnya namun kamu masih saja bersikap seperti ini."
"Aku sekarang belum gajian."
"Iya deh iya," ucap Chicko malas.
Mereka berdua lalu mengeluarkan uangnya masing - masing dan jadi membeli truck itu.
"Ini truck milik Ace," ucap Dio saat memberikan truck itu.
"Terima kasih om."
"Sama - sama, mari kita kembali ke eomma kamu."
"Nee," jawab Ace.
"Sekarang Ace sudah umur berapa?" tanya Chicko sembari menggendong Ace.
"1 tahun."
__ADS_1
"Tapi di hari ulang tahunku daddy tidak datang, dan dia hanya mengirimkan sebuah mobil - mobilan yang bisa jalan sendiri sebagai hadiah ulang tahunku."
"Benarkah?" tanya Dio penasaran.
Ace mengangguk.
"Nee, daddy mengirimkannya melalui grandpa Jo."
"Oh begitu."
"Om ini temannya daddy?"
"Benar, kami berdua teman dekatnya daddy Ace."
"Daddy itu seperti apa om Dio?" tanya Ace menatap Dio.
"Mmm daddy itu pria yang sangat baik, bahkan dia adalah pria yang paling baik hati serta senang membantu orang lain saat orang itu sedang kesulitan."
"Oh begitu, mmm aku besok ingin jadi pria yang baik seperti daddy."
"Nah mantap," ucap Chicko mengacungkan jempolnya.
"Kenapa daddy selalu sibuk bekerja hingga tidak pulang untuk menemuiku? apa eomma selalu bercerita kepada daddy bahwa Ace adalah anak nakal, jadi daddy tidak ingin menemui Ace?"
"Ace adalah anak yang baik, dan pasti daddy sangat ingin bertemu dengannya karena kamu adalah jagoannya namun karena dia terlalu sibuk jadi belum bisa menemuimu."
"Benarkah begitu om Dio?" tanya Ace memastikan.
"Tentu saja semua yang dikatakan oleh om Dio itu adalah benar," ucap Chicko menambahkan.
"Hai sayang, eh kamu membawa apa itu?" tanya Jane menatap truck mainannya.
"Truck yang dibelikan oleh om," jawab Ace.
"Eh kamu ini jangan begitu."
"Sudah tidak apa - apa Jane, lagipula Ace hanya meminta truck mainan saja kok dan bukannya saham hahaha."
"Berapa harganya biar aku ganti?" tanya Jane.
"Tidak perlu diganti Jane, kami berdua memang ingin membelikan truck ini kok."
"Terima kasih ya Dio, Chicko."
"Iya sama - sama Jane," ucap mereka serempak.
"Maaf jika Ace merepotkan kalian berdua."
"Ace anak yang pintar dan baik jadi dia tidak merepotkan kami sama sekali, iya kan Dio?"
"Benar Jane, Ace anak yang pintar."
"Ace ingin menjadi pria yang baik seperti daddy, eomma."
__ADS_1
"Iya sayang, jadilah pria yang baik seperti daddy."
Setelah itu mereka duduk lesehan bersama sembari berbincang bersama, karena sudah lama mereka tidak seperti itu. Dahulu hanya Liam lah yang bisa menyatukan beberapa orang dengan latar belakang yang berbeda, agama yang berbeda, suku serta ras yang berbeda menjadi satu meja untuk berbincang bersama namun setelah dia tidak ada rasanya sangat hampa sekali karena mereka semua sibuk dengan urusannya masing - masing. Ace lalu duduk di pangkuan Jane sembari memeluk truck mainannya tadi. Ace mendengarkan semua perbincangan orang - orang dewasa itu.
"Bagaimana dengan cafe Dio?" tanya Jane membuka pembicaraan.
"Semuanya baik dan bahkan semakin hari pengunjungnya semakin meningkat saja, terutama di hari weekend."
"Syukurlah jika seperti itu, terima kasih ya sudah bersedia untuk mengelolanya."
"Justru aku yang sangat berterima kasih denganmu dan juga dengan Liam karena telah mempercayakan aku untuk mengelola cafe itu."
"Tidak juga Dio, semua ini berkat Liam karena bagaimanapun cafe itu adalah cafe impian Liam."
"Jadi kapan kamu akan mengambil alih cafe itu untuk menggantikan Liam selama sementara?"
"Aku tidak akan mengambil alih cafe itu meskipun aku istri Liam, karena Liam sudah mempercayakannya kepadamu yang berarti Liam sudah sangat mengandalkan kamu untuk mengelola cafe itu."
"Oh begitu, jadi kalau misalnya kamu ingin mengambil alih cafe itu maka katakan saja kepadaku."
"Iya Dio namun sepertinya aku akan membiarkannya tetap seperti ini saja sesuai yang diinginkan oleh Liam."
"Okay Jane, sekali lagi terima kasih ya?"
"Iya."
Setelah pembicaraan itu mereka pulang.
"Hai grandmom," sapa Ace.
"Hai cucu grandmom yang pintar, tadi jalan - jalan kemana saja?" tanya Mrs Robinson.
"Tadi kita kemana eomma?"
"Ke alun - alun kota," jawab Jane.
"Nah itu grandmom, tadi ke alun - alun kota."
"Kamu membeli apa ini?"
"Ini truck untuk mengambil pasir."
"Tadi Ace dibelikan truck ini oleh Dio dan Chicko, mom."
"Oh sempat bertemu dengan mereka berdua?"
"Iya mom, kalau begitu Jane akan menidurkan Ace karena sudah malam."
"Iya Jane."
Mrs Robinson lalu mencium pipi Ace.
"Bye Ace."
__ADS_1
"Bye grandmom."