Dear Ace

Dear Ace
#85 Deeptalk?


__ADS_3

Disisi lain, di bagian belahan bumi lainnya Rosie sedang pergi berjalan - jalan bersama seorang pria yang baru dikencani olehnya selama 3 bulan. Dia adalah Leon yang merupakan adik dari Yunna, sekretaris pribadi alias tangan kanan Liam. Sebenarnya mereka berdua sudah kenal lama sebagai teman dan baru resmi jadian 3 bulanan ini. Awalnya Leon merasa ragu mengingat Rosie adalah putri bunsu keluarga yang terpandang serta derajatnya jauh diatas keluarganya.


Namun setelah memantapkan hatinya serta mendapat support dari kakaknya, akhirnya Leon berani mengutarakan isi hatinya selama ini kepada Rosie. Untungnya Rosie langsung menerima pernyataan cinta Leon karena dia juga cinta dan sayang dengan Leon. Namun setelah mereka berdua resmi jadian, Rosie menjadi pusing memikirkan caranya meminta izin kepada Liam, kakaknya yang sangat posesif itu.


Dahulu mereka berdua juga pernah bertengkar karena Liam sangat menentang jika Rosie sudah menjalin hubungan dengan seorang pria, karena Liam lebih menginginkan jika Rosie fokus untuk kuliah terlebih dahulu. Sekarang mereka berdua sudah hampir lulus, jadi mereka sering bertukar fikiran mengenai tugas akhir meskipun jurusan mereka berdua berbeda. Rosie masuk bisnis, sedangkan Leon masuk fotografi dan mereka berdua berada di satu unniversitas. Saat ini mereka berdua sedang pergi ke suatu tempat di daerah Bukit Bintang untuk refreshing menjernihkan fikiran.


"Baru bertemu dengan Liam dan keluarganya sebentar, eh sekarang aku ditinggalkan lagi ke Aussie."


"Kenapa kamu tidak ikut dengan mereka saja? bukankah dari dulu kamu selalu mengikuti kemanapun mereka pergi?" tanya Leon sedikit mengejek.


"Iya sih, tapi daddy melarang aku bepergian jauh keluar negeri sebelum aku selesai wisuda."


"Oh begitu rupanya, kalau begitu cepatlah selesaikan tugas akhirmu agar kamu bisa pergi ke Aussie untuk menemui mereka."


"Bagaimana denganmu?" tanya Rosie menatap Leon.


"Aku juga akan menyelesaikan tugas akhirku dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan passionku."


"Oh begitu, kamu tidak takut jika kita LDR?" (long distance relationship).


"Tidak, aku selalu percaya denganmu dan sebab itu aku tidak pernah takut untuk LDR. Aku sangat paham jika kamu sangat menyayangi kakakmu Liam bahkan lebih dari rasa sayangmu untuk kedua orang tuamu, jadi aku tidak merasa keberatan sama sekali mengenai hal tersebut."


"Bagiku Liam adalah segalanya, mmm jangan tersinggung dengan ucapanku Leon."


Leon tertawa.


"Hahaha mana mungkin aku tersinggung mengenai hal tersebut, masa aku merasa cemburu jika kekasihku sangat dekat dengan kakaknya."


"Siapa tahu kamu seperti itu."


"Tidak sayang. Ayo lanjutkan!"


"Liam sudah mengurusku dengan baik saat kedua orang tuaku pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis. Dia selalu menyisir rambutku setiap pagi, menata bukuku serta membantuku mengerjakan tugas saat malam, dia selalu memberiku uang jatah bulanan juga meskipun dia sudah menikah, dan lain sebagainya."


"Oh begitu rupanya."


"Dia tidak pernah merasa keberatan sama sekali saat direpotkan olehku sekaligus menuruti semua permintaanku. Meskipun kita berdua bukan saudara kandung namun entah mengapa dia memperlakukanku melebihi adik kandungnya. Keluarga Robinson sudah memperlakukanku dengan sangat baik sehingga aku bisa merasakan kasih sayang orang tua yang utuh serta kasih sayang dari saudaraku."

__ADS_1


"Aku akui keluarga kamu memang keren karena dia bisa menyayangimu dengan sangat tulus serta tidak pernah menganggapmu sebagai anak adopsi, bahkan aku perhatikan wajahmu dengan kedua kakakmu bisa hampir mirip layaknya saudara kandung."


"Eh benarkah?"


"Benar, kamu terlihat sangat bule apalagi dengan rambutmu yang bewarna blonde yah aku akui kamu sangat cocok sekaligus sangat cantik dengan warna rambutmu itu."


Seketika Rosie menjadi tersipu malu.


"Te-terima kasih Leon hehe. Lalu bagaimana dengamu?"


"Yah kamu tahu sendirikan jika papiku sudah tidak ada dan entah mengapa mami tidak pernah menjelaskan ataupun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan papi, apakah papi masih hidup ataukah sudah meninggal."


"Apakah kamu sudah pernah meminta kejelasan kepada mami mengenai keberadaan papi?"


"Entahlah, mami hanya diam saja saat aku bertanya mengenai hal tersebut dan semenjak aku melihat mami terlihat sedih jika aku bertanya seperti itu, aku jadi tidak pernah bertanya lagi."


"Oh begitu."


"Aku bukan pria yang berasa dari keluarga berada sepertimu, dahulu aku saja bisa kuliah karena mami bekerja serabutan dan tidak lama setelah itu kakak mendapat pekerjaan di perusahaanmu. Setelah kakak mendapat gaji yang lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari - hari, kakak langsung meminta mami untuk berhenti bekerja dan dirumah saja."


"Tapi kamu keren karena kamu berinisiatif untuk bekerja parttime membantu keuangan keluargamu, dan jujur aku merasa tidak enak jika aku selalu meminta jajan kepadamu."


"Kamu bisa mengajakku pergi jajan karena uang hasil kerja kerasmu sendiri yang harusnya kamu bisa berikan untuk keluargamu dan untuk dirimu sendiri."


"Tenang saja itu sudah ada jatahnya masing - masing."


"Tapi tetap saja aku merasa tidak enak hati."


"Hehe. Mmm bagaimana seandainya kedua orang tua kandungmu tiba - tiba datang dan memintamu untuk kembali dengannya?"


"Aku akan menolaknya dan memilih untuk tetap tinggal sebagai Roseanne Zoe Robinson karena daddy dan mommy yang sudah bersusah payah mengurusku sedari kecil. Aku bukannya egois atau bagaimana, hanya saja aku tidak ingin meninggalkan keluargaku ini karena bagiku keluarga Robinson adalah keluargaku satu - satunya dan tidak ada yang lain selain itu."


"Benar sih, lagipula dahulu mereka membuangmu dan untuk apa mereka ingin memgambilmu kembali bukan?"


"Benar "


"Kita jalani saja hubungan kita seperti ini."

__ADS_1


"Hem?"


"Eh maksudku kita jalani saja hubungan kita seperti ini namun suatu saat jika waktunya sudah tiba aku akan melamarmu menjadi istriku. Kamu tahukan jika aku memulai semuanya dari nol karena ekonomi keluargaku yang tidak selalu stabil?"


"Iya tahu, jika aku semakin merasa nyaman denganmu maka aku akan tetap menunggumu sampai kamu siap."


"Setelah aku lulus aku akan mencari pekerjaan untuk menstabilkan ekonomiku terlebih dahulu, lalu setelah itu aku akan melamarmu. Aku ingin membuktikan kepada keluargamu bahwa aku memang pantas untuk menjadi suamimu."


"Hahaha iya aku percaya dan akan selalu mendukung apapun keputusanmu."


"Mari kita pulang!"


"Okay."


Mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang. Sebelum itu Leon memberikan jacketnya untuk dipakai Rosie karena cuacanya semakin dingin, apalagi merwka berdua hanya menaiki motor dan bukannya mobil mewah seperti milik keluarga Rosie. Namun meskipun begitu Rosie tetap senang bepergian bersama Leon karena dirinya sudah merasa nyaman dengannya. Itupun dia hanya mengendarai motor biasa yang merupakan pemberian kakaknya setelah mendapatkan kenaikan gaji, dengan tujuan agar adiknya itu tidak merasa malu pergi ke kampus.


"Nah sudah sampai."


"Mmm jacketmu besok saja ya? aku akan mencucinya terlebih dahulu."


"Eh tidak perlu dicuci."


"Ya sudah, ini jacketmu terima kasih."


"Sama - sama."


"Eh sudah pulang?" tanya Mrs Robinson.


"Baru saja sampai mom."


Leon langsung turun dan bersalaman dengan Mrs Robinson.


"Maaf sedikit kemalaman tante."


"Tidak apa - apa kok, masih jam setengah 9. Main dulu sini."


"Lain kali saja tan, saya mau langsung pamita pulang."

__ADS_1


"Oh begitu, hati - hati dijalan."


"Iya tante."


__ADS_2