
Disisi lain Ace saat ini sedang memainkan mobil - mobilan miliknya, dan dia sedang menata semua mobil - mobilan itu dia lantai yang berada di samping kandang hamsternya. Mungkin ada sekitar 30 mobil - mobilan dengan berbagai jenis bentuknya yang ditata di atas lantai tersebut. Tidak lama kemudian Jane mendekatinya dan membereskannya namun tiba - tiba saja Ace malah menangis karena dia tidak ingij siapapun membereskannya. Ace menangis dengan sangat keras hingga membuat Jane berdecak kesal. Berulang kali Jane mencoba menenangkan Ace namun usahanya itu sia - sia dan Ace justru tambah mengamuk.
Grandma lalu mendekati Jane dan berkata untuk membiarkan Ace melakukan apapun yang dia inginkan, lagipula itu tidak mengganggu hal apapun. Setelah itu grandma mengajak Jane pergi ke ruang tengah untuk berbincang ringan, dan membiarkan Ace bermain sendirian agar tidak menangis lagi. Ace yang sudah berhenti menangis kemudian mengambil mobil - mobilannya di keranjang dan menatanya kembali.
Dia juga mengambil sebuah mobil truck yang lumayan besar dan meletakkan hamsternya di bak truck tersebut untuk di ajak berkeliling di sekitar rumah. Memang di bagian depan truck tersebut sudah diberi seutas pita yang Liam dapat dari paperbag milik Jane, agar Ace dengan mudah menariknya serta berjalan - jalan dengan truck tersebut. Ace berkeliling di dalam rumah sembari menarik truck mainannya itu dan saat dia berjalan di depan Jane, tiba - tiba saja grandma menahan Jane agar dia tidak memarahinya atau melarangnya.
Setelah itu grandma memperingatkan Ace agar berhati - hati menarik truck yang berisi hamster agar tidak terjatuh. Mendengar hal tersebut Ace mengangguk dan kembali menarik truck mainannya, akan tetapi saat di berjalan sembari menatap Jane tiba - tiba saja dia menjulurkan lidahnya. Grandma hanya tertawa melihat tingkah ibu dan anak itu. Jane menunjukkan ekspresi kesal, sedangkan Ace menunjukkan ekspresi songongnya persis seperti Liam.
"Semakin lama Ace terlihat sangat menyebalkan sekali seperti Liam," gerutu Jane kepada grandma.
"Hahaha grandma fikir hanya wajahnya saja yang sangat persis seperti Liam namun ternyata sifatnya juga persis seperti Liam," ucap grandma sembari tertawa.
"Benar grandma, Ace itu 11-12 dengan Liam."
"Hahaha kamu benar sekali."
"Oh ya grandma, daddy dan mommy tidak ke Australia?"
"Grandma juga kurang tau mengenai hal itu Jane."
"Oh begitu rupanya."
"Bagaimana Jane, betah tidak tinggal disini?" tanya grandma sembari menyeruput teh hangat.
"Lumayan grandma, mau tinggal dimanapun Jane tidak masalah karena yang terpenting ada Liam disisi Jane. Waktu itu Jane merasa sedikit kesulitan saat ditinggal oleh Liam."
"Jane, Ace kemana?" tanya Liam yang baru saja pulang hangout dengan Arthur.
"Eh itu dia sedang disana bermain dengan hamsternya," ucap Jane menunjuk ke arah kandang hamster.
"Oh tumben sekali dia sangat anteng dan tidak rewel."
__ADS_1
"Tidak rewel apa? tadi dia habis menangis dengan sangat keras seperti biasanya, lalu berjalan - jalan menarik truck mainannya yang sudah diisi oleh hamster."
"Kenapa lagi memangnya?"
"Itu lho mainannya tidak boleh dibereskan oleh istrimu," ucap grandma menjelaskan.
"Oh begitu rupanya."
Liam lalu menghampiri Ace dan memeluknya dari belakang.
"Jagoan daddy sedang apa?"
Ace lalu menengok kebelakang.
"Daddy!! daddy kenapa perginya sangat lama sekali?"
"Daddy tadi ada urusan dengan uncle Arthur."
"Mainan apa?"
"Mobil - mobilan."
"Kan ini sudah banyak."
"Maunya yang versi terbaru, jenis lainnya kalau perlu yang bisa buat mengajak hamster jalan - jalan."
Jane lalu menatap ke arah Liam.
"Jangann!!" ucap Jane memberi kode kepada suaminya.
"Ehh mmm, baiklah nanti kita cari mobil - mobilan seperti yang kamu inginkan."
__ADS_1
"Yeayyy!!" ucap Ace bersorak gembira.
"Sekarang, bereskan mainannya dan kembali masukkan ke keranjang!" ucap Liam tegas.
"Nee daddy."
Ace lalu bergegas membereskan mainannya serta memasukkannya kembali ke dalam keranjang, setelah itu mereka semua pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama - sama sembari berbincang. Setelah itu Liam mengajak Ace untuk berjalan - jalan membeli mainan tanpa Jane karena dia sedang ingin dirumah saja bersama dengan Josh.
"Hmmm rasanya aku betah disini karena selain memiliki pemandangan yang indah, aku juga bisa kembali berkumpul bersama pria yang aku cintai."
"Iya Jane, bukankah kamu juga sudah mengatakan hal tersebut berulang kali kepadaku?" tanya Josh menggoda.
"Eh maaf, habisnya aku merasa sangat senang sekali meskipun terkadang Liam membuatku merasa jengkel. Ibaratnya dia itu luka namun dia juga yang jadi obatnya."
"Oh begitu rupanya."
"Permisi nona, saya ingin mengantarkan camilan dan minuman ini untuk anda dan tuan Josh."
"Eh tapi aku tidak memintanya," ucap Jane merasa keheranan."
"Grandma yang meminta saya untuk mengantarkan ini sebagai teman berbincang," jawab bibi.
"Oh begitu rupanya, terima kasih banyak."
"Sama - sama nona, kalau begitu saya permisi."
"Silahkan."
"Semua anggota keluarga Liam juga sangat baik kepada kita, bukankah begitu Jane?"
"Tentu saja oppa, maka dari itu aku merasa sangat nyaman menjadi istri Liam. Kalau tidak begitu, mana mungkin aku nyaman dan betah menjadi istri Liam."
__ADS_1
"Benar juga."