Dear Ace

Dear Ace
#18 Perbincangan Serius


__ADS_3

Mrs Kim lalu bergegas mencari menantunya yang tadi berlari masuk ke dalam supermarket itu, meskipun Mrs Kim tahu bahwa supermarket itu sangat besar namun dia akan tetap mencari menantunya yang telah lama hilang. Mrs Kim mencari di setiap sudut gedung supermarket itu dengan bantuan 2 bodyguard pribadinya namun tidak kunjung menemukannya. 30 menit kemudian Mrs Kim masih berkeliling di supermarket itu sembari berfikir bahwa jika dia akan menemukan menantunya.


Mrs Kim berfikir bahwa tadi dia memang tidak salah melihat pria asing yang membantunya mengumpulkan buah - buahannya yang terjatuh itu, karena dia memiliki mata yang sama seperti milik Liam. Bahkan bulu matanya yang lentik persis seperti milik Liam, karena dahulu Mrs Kim sering menatap mata menantunya itu saat dia sedang berbicara kepadanya. 2 jam kemudian, kedua bodyguard tadi lalu menemui Mrs Kim dan melaporkan bahwa dia tidak menemukan seorang pria yang tadi tengah di cari olehnya. Mrs Kim menghela nafasnya kasar dan setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan kecewa.


Selama diperjalanan Mrs Kim tampak murung sembari melihat ke arah kaca jendela mobil dengan harapan dia akan menemukan menantunya secara tidak sengaja. Ayah Ace merupakan menantu keaayangannya orang tua Jane karena dia pria yang memiliki kepribadian baik serta pekerja keras, dan dia juga merupakan putra kedua dari sahabatnya jadi mereka menyayangi ayah Ace seperti putra mereka sendiri. Mrs Kim masih percaya bahwa menantunya itu meninggalkan putrinya karena suatu alasan yang tidak bisa dijelaskan olehnya, sehingga dia memilih menghilang daripada mencoba membuat mereka mengerti tentang keadaannya.


Namun meskipun begitu menantunya tetap mengirimkan jatah uang bulanan kepada putrinya untuk membeli kebutuhan rumah tangga serta tidak lepas dari tanggungjawabnya sebagai suami. Sesampainya di rumah Mrs Kim lalu bercerita kepada suaminya bahwa dia tadi bertemu dengan ayah Ace. Seketika suaminya merasa tidak percaya kepada Mra Kim karena selama ini menantunya sangat sulit dilacak apalagi sampai bertemu dan bertatap muka seperti yang dialami oleh Mrs Kim tadi.


"Kenapa kamu tidak mempercayainya hon? sumpah tadi aku benar - benar melihat Liam dengan penampilan yang berbeda, dan dia membantuku mengumpulkan semua buah - buahan yang terjatuh karena kantongnya berlubang."


"Bagaimana kamu bisa tahu jika itu Liam, meskipun penampilannya sangat berbeda?" tanya Mr Kim penasaran.


"Aku tahu persis bagaimana bentuk matanya, tatapannya, serta bulu matanya yang lentik itu."


Mr Kim tertawa mendengar penyataan istrinya.


"Hahaha kamu ini ada - ada saja, mungkin itu hanya kebetulan mirip saja dengan Liam jadi kamu langsung berfikir seperti itu."


"Hon, tolonglah percaya kepadaku sekali ini saja!"


"Aku akan percaya jika kamu benar - benar bisa menangkap Liam dan membawanya kemari."


"Ya sudah terserah kamu saja, eh Jane kemana?" tanya Mrs Kim mengedarkan matanya melihat sekeliling rumahnya.


"Tidak tahu, sepertinya sejak tadi dia ada di kamarnya."


"Kalau Ace?"


"Tadi Ace diajak Josh keluar untuk pergi jajan."


"Oh begitu."


"Appa dan eomma sedang membicarakan apa? kok kelihatannya sangat serius sekali," ucap Jane yang tiba - tiba berdiri di depan mereka berdua.


"Hmm anu tadi kami berdua sedang membicarakan sebuah berita di televisi," ucap Mr Kim berbohong.


"Berita apa?" tanya Jane penasaran.


"Oh iya Jane, kamu sudah makan malam belum?" tanya Mrs Kim mengalihkan pembicaraan.


"Nanti saja mom, sepertinya aku sedang tidak nafsu untuk makan."


"Kenapa begitu sayang? ayo makan dulu, nanti kamu sakit."


"Tidak apa - apa mom, aku tidak akan sakit kok."

__ADS_1


"Sayang...."


"Jane ke kamar dulu."


Setelah itu Jane melenggang pergi menuju ke kamarnya.


"Tuh kan lihat, jangan sampai Jane mengetahui pembicaraan tadi apalagi mengenai ucapanmu yang mengada - ngada seperti tadi."


Mrs Kim berdecak.


"Ck iya hon."


"Grandpa Kim!! grandma Kim!!" teriak Ace sembari berlari menghampiri mereka berdua.


"Eh sayang, cucu grandpa yang paling pintar."


"Lihat ini! Ace baru saja membeli banyak mainan puzzle dan buku cerita," ucap Ace sembari menunjukkan beberapa kantong belanjaannya.


Mr Kim lalu menggendong Ace dan membawa dia kepangkuannya.


"Wah banyak sekali, siapa yang membelikan ini semua?" tanya Mr Kim.


"Uncle Josh," ucap Ace sembari menunjuk Josh.


"Sudah bilang terima kasih kepada uncle Josh?"


Mr Kim lalu menyingkirkan jari Ace dari mulutnya.


"Jangan digigit terus seperti itu jarinya."


"Memangnya kenapa grandpa Kim?"


"Banyak kumannya, nanti membuatmu sakit perut."


"Oh. Mmm eomma kemana?"


"Eomma sedang berada di kamarnya, kenapa?"


Ace lalu turun dari pangkuan Mr Kim dan langsung berjalan menuju ke kamar Jane. Namun sesampainya disana saat Ace mengetuk pintu kamar Jane sembari memanggil namanya, justru Ace malah mendapat penolakan dari Jane karena dia sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk dirinya. Seketika Ace menangis dengan sangat keras sembari menggedor - nggedor pintu kamar Jane, dan tidak lama kemudian Mr Kim menghampiri sumber suara itu. Mr Kim lalu menggendong Ace yang tengah menangis untuk menenangkannya.


"Jane sayang, buka pintunya!!"


"Aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun appa!!" teriak Jane.


"Eomma, maaf jika Ace berbuat nakal!!" teriak Ace sembari menangis.

__ADS_1


"Ssstt sudah ya jangan menangis, ayo lebih baik bermain bersama grandpa saja."


"Tidak mau huwaaa, eomma!!"


"Cup cup cup sayang, jagoan tidak boleh menangis."


"Eomma!!"


1 Minggu kemudian Ace yang baru saja terbangun dari tidurnya dan masih menggunakan piyama, langsung berlari keluar kamarnya. Saat ditanya oleh Mrs Kim mengapa dia berlari seperti itu, Ace menjawab bahwa dia telat bangun untuk bertemu dengan om kumis idolanya. Ya sekarang pria asing yang dulu pernah menyelamatkannya dari bodyguard kurang ajar, sekarang dia telah menjadi idola Ace karena menurutnya dia sangat keren saat menunjukkan berbagai jurus bela diri taekwondo.


"Mandi dulu sayang!!" teriak Jane mengejar Ace.


"Nanti saja eomma, nanti om kumis keburu pergi bekerja."


"Mandi dulu sebentar, jangan jadi anak yang jorok karena tidak mau mandi."


"Nanti setelah bertemu dengan om kumis, Ace janji bahwa ini hanya sebentar saja kok."


Jane menghela nafasnya.


"Ya sudah, jangan kelamaan karena nanti kita akan pergi ke salon."


"Nee," ucap Ace yang langsung berlari keluar dengan diikuti oleh salah satu bodyguardnya.


"Akhir - akhir ini Ace sering sekali bertemu dengan om kumis itu semenjak dia datang ke Indonesia," ucap Mrs Kim.


"Iya eomma, aku merasa penasaran siapa om kumis itu."


"Benar, eomma juga."


Sesampainya di taman, Ace lalu berlari menghampiri om kumis yang tengah memberi makan kucing liar di taman.


"Om kumis!!"


"Hei, baru bangun tidur?"


"Nee, aku sempat berfikir jika aku terlambat menemuimu."


"Hahaha tidak juga, aku sengaja masih disini karena ingin bertemu denganmu."


"Oh, tetapi aku tidak bisa terlalu lama disini."


"Kenapa?"


"Aku akan pergi ke salon dengan eomma."

__ADS_1


"Oh begitu."


__ADS_2