
Setelah om kumis alias pria asing melangkah pergi, bodyguard tadi nampaknya sedang memarahi Ace karena sudah menyusahkannya apalagi sampai merepotkan orang asing di taman. Bodyguard itu nampaknya memarahi Ace dengan mengeluarkan kata - kata yang sedikit kasar untuk didengar seorang anak kecil, dan saat dia hampir menyeretnya untuk pulang tiba - tiba saja om kumis tadi berlari dan langsung menendang bodyguard itu sampai tersungkur ke tanah.
Bodyguard yang merasa tidak terima dengan pria asing itu kemudian langsung menyerangnya dengan penuh emosi namun sepertinya pria asing itu lebih jago berkelahi darinya, karena buktinya pria asing itu langsung menghajar bodyguard itu habis - habisan. Banyak orang yang sedang berlalu lalang disekitar taman tersebut namun mereka hanya pura - pura tidak melihat perkelahian tersebut karena merasa ngeri, apalagi kedua orang itu memiliki badan yang sangat besar dan kekar.
Akhirnya pria asing itu melepaskan bodyguard Ace dengan kondisi yang penuh luka hingga keluar darah, sedangkan Ace hanya menangis saja karena ketakutan sejak dimarahi oleh bodyguardnya. Pria asing itu kemudian menemui salah satu wanita yang sedang duduk di kursi taman sembari menggandeng tangan Ace. Dia meminta kepada wanita tersebut untuk mengantarkan Ace sampai ke rumahnya serta menjelaskan kronologi yang sebenarnya.
Setelah wanita itu menyanggupi keinginannya, pria asing itu lalu pergi karena ada urusan mendadak untuk menjemput pelanggan ojek onlinenya. Sesampainya di depan kediaman Mr Kim, Ace lalu mengucapkan terima kasih kepada wanita asing sembari membungkuk. Setelah itu dia berlari masuk ke dalam rumahnya, dan para bodyguard yang berjaga di rumah Mr Kim merasa terheran mengapa Ace hanya pulang sendirian sedangkan tadi dia bersama salah satu rekan kerjanya. Namun para bodyguard itu hanya bisa diam menelan pertanyaannya sendiri karena segan ingin bertanya kepada Ace.
"Ace kenapa hanya pulang sendiri, dimana bodyguard yang bersamamu tadi?" tanya Mrs Kim menghampiri cucunya yang naik ke tangga teras rumah.
"Dia dipukuli oleh om kumis tadi," ucap Ace ketakutan.
Mrs Kim lalu menggendong Ace karena merasa khawatir cucunya itu pulang sendirian ke rumah dengan keadaan menangis.
"Kenapa bisa dipukuli oleh om kumis?" tanya Mrs Kim pelan sembari menenangkan Ace.
"Tadi dia memarahi Ace karena berlarian mengejar om kumis dan memengang tangan Ace dengan sangat kuat hingga tangan Ace sakit, terus tiba - tiba om kumis itu menendangnya sampai jatuh bugg huwaaa."
Melihat cucunya yang kembali menangis, Mrs Kim langsung menenangkannya.
"Cup cup cup sudah jangan menangis sayang, kamu sudah aman disini dengan grandma Kim."
"Huwaaa tangan Ace sakit."
"Sakit di bagian mananya sayang?" tanya Mrs Kim memastikan keadaan cucunya itu.
Ace lalu menunjukkan pergelangan tangan mungilnya yang memerah karena ditarik paksa oleh bodyguardnya.
"Ini huwaaa."
Melihat hal tersebut Mrs Kim langsung membawanya masuk ke dalam rumah dan mengobatinya.
"Nah besok pasti akan sembuh," ucap Mrs Kim meniup tangan Ace setelah dia mengobatinya.
Mendengar Ace yang menangis, Mr Kim langsung menghampiri mereka berdua di ruang tengah.
"Kenapa menangis Ace?" tanya Mr Kim.
Mrs Kim lalu menjelaskan kepada suaminya mengenai kronologi yang dialami Ace menurut yang Ace ceritakan kepadanya tadi. Setelah itu Mr Kim membantu istrinya sebentar untuk menenangkan cucunya yang sedang menangis, dan kemudian Mr Kim keluar rumah untuk mencari bodyguard tadi bersama dengan beberapa bodyguardnya yang lain. Mr Kim bersama beberapa bodyguardnya pergi ke taman di dekat rumahnya untuk mencari keberadaan bodyguard tadi.
__ADS_1
Sesampainya disana Mr Kim melihat bahwa bodyguard itu berlari untuk kabur, mungkin dia takut jika dia pulang ke rumah malah akan semakin dihukum oleh Mr Kim karena Ace adalah cucu kesayangannya. Beberapa bodyguard langsung berlari mengejar bodyguard itu untuk menangkapnya karena perintah dari Mr Kim. Tidak membutuhkan waktu lama beberapa bodyguard Mr Kim berhasil menangkapnya dan membawanya ke dalam sebuah ruangan bawah tanah untuk menghukumnya.
Disisi lain Jane yang baru saja pulang dari sebuah supermarket untuk membeli beberapa perlengkapan Ace yang sudah mulai menipis, Jane langsung menggendong Ace setelah mendengar cerita dari Mrs Kim melalui telepon. Jane merasa sangat khawatir dengan putranya itu apalagi pergelangan tangan mungilnya itu sampai memerah, dan jika disentuh Ace akan merasakan sakit.
"Siapa yang mengantarkan Ace pulang ke rumah eomma?"
"Tadi secara samar - samar eomma melihat ada seorang wanita yang mengantarkan Ace sampai ke depan pintu gerbang."
Jane langsung memeluk Ace dengan sangat erat dan menciumi pipinya.
"Syukurlah kamu tidak apa - apa sayang, eomma sangat khawatir dan takut sekali kehilangan kamu."
"Eomma tadi ada kucing gemuk di taman dan sangat lucu sekali."
"Benarkah?"
"Iya, kucing itu tadi diberi makan oleh om kumis namun saat Ace ingin meminta makanan itu tidak diperbolehkan oleh om kumis."
"Kenapa memangnya?"
"Karena itu makanan kucing."
"Oh begitu rupanya, mungkin saja Ace tidak boleh memintanya karena kucing itu sangat kelaparan jadi jika Ace memintanya pasti tidak cukup untuk kucing itu dan mungkin saja nanti dia masih lapar."
"Eomma, Ace lapar."
"Baiklah, mari kita makan dulu."
"Nee."
"Makan yang banyak ya sayang, biar cepat besar."
"Kalau sudah besar Ace ingin mencari daddy, boleh kan eomma?"
Jane tersenyum sembari mengangguk.
"Iya sayang. Mmm kenapa kamu ingin sekali bertemu daddy?" tanya Jane penasaran.
"Ace ingin dibacakan dongeng sebelum tidur serta bermain dengan daddy."
__ADS_1
"Kan ada eomma yang setiap malam selalu membacakan kamu dongeng serta bermain dengan bersama."
*Nom nom nom.*
"Tetapi Ace ingin melakukan semua hal itu juga dengan daddy, seperti teman - teman Ace yang lain. Ace sedih karena Ace tidak seperti teman - teman Ace yang lain, Ace juga ingin bercerita kepada teman - teman Ace bahwa Ace habis jalan - jalan bersama daddy."
Jane yang menahan tangisnya, lalu dia mengusap rambut Ace.
"Iya sayang, yang sabar ya besok kamu pasti akan bisa melakukan hal itu semua dengan daddy."
"Nee," ucapnya lalu melanjutkan makan.
"Nah setelah ini kamu mandi sore, eomma akan pergi menyiapkan peralatan mandimu terlebih dahulu."
Ace mengangguk.
"Nee eomma."
Jane lalu pergi ke kamar Ace untuk menyiapkan peralatan mandi Ace, dan beberapa menit kemudian Jane menggendong Ace ke kamarnya untuk memandikannya. Saat malam hari Ace bermain mobil - mobilan bersama Josh di ruang tengah.
"Uncle Josh, Ace tadi bertemu kucing gemuk di taman."
"Oh ya? seperti apa kucingnya?"
Ace lalu pergi mengambil kertas serta pensil untuk menggambar kucing itu. Setelah itu dia menunjukkannya kepada Josh.
"Seperti ini kucingnya."
"Wahh keren."
"Uncle, ayo pelihara kucing!"
Josh menggeleng.
"Tidak mau, uncle malas menambah binatang peliharaan lagi."
"Kenapa uncle Josh?"
"Uncle Josh pusing, lebih baik kamu bermain saja dengan Kiko ya?"
__ADS_1
"Hmm baiklah."