Dear Ace

Dear Ace
#08 Camilan


__ADS_3

Ace terus mewarnai gambarnya dan menambahkan beberapa detail kecil seperti burung - burung yang seolah - olah sedang berterbangan di langit biru, bulatan - bulatan kecil bewarna merah di pohon yang merupakan buah apel, serta beberapa macam detail lainnya. Ace sangat lucu karena sesekali Ace malah berlarian sembari menarik truck mainnya, dan ketika sudah lelah berlari dia kembali melanjutkan mewarnai gambar miliknya itu. Hal tersebut membuat Mrs Kim dan Jane tertawa sekaligus menggelengkan kepalanya karena tingkah lucu Ace tersebut.


Ace anaknya memang sangat aktif sekali, meskipun dia sering terjatuh saat sedang berlarian namun hal tersebut justru tidak membuatnya merasa takut ataupun trauma dan malah membuatnya senang sekali berlarian dimana - mana. Jika dilihat - lihat sifat Ace juga mirip dengan ayahnya yang tidak takut pada suatu hal. Sebagai contohnya dahulu ayah Ace pernah beberapa kali terjatuh bahkan hingga kakinya patah karena bermain skateboard namun setelah sembuh justru dia semakin berani bermain skateboard meskipun sudah dilarang oleh orang tuanya.


Semakin lama Jane merasa bahwa Ace itu adalah Liam junior, karena bukan hanya wajahnya saja yang mirip namun sifat serta tingkah lakunya juga sudah mulai seperti Liam. Sepertinya Jane telah mendapatkan sebuah karma karena dahulu dia sangat membenci ayah Ace bahkan selalu merasa jijik dengannya hingga mendengar namanya saja membuatnya merasa mual. Namun 2 tahun kemudian justru mereka berdua menikah setelah menjalani hubungan pertemanan dan dikaruniai seorang anak meskipun ditunda satu tahun.


Saat ini Ace masih menggunakan nama belakang ayahnya alias nama marga yaitu, Ace Bryan Robinson meskipun terkadang ada beberapa orang yang memanggilnya dengan nama Ace Kim. Saat ini Ace sedang pergi ke dapur untuk mengambil camilan, akan tetapi karena tidak ada orang disana serta Ace tidak bisa membuka pintu kulkas akhirnya Ace kembali menghampiri Jane di ruang tengah. Sesampainya di ruang tengah Ace lalu menarik tangan Jane untuk mengikutinya ke dapur namun Jane yang tidak mengerti maksud Ace, Jane hanya diam saja meskipun tangannya ditarik - tarik oleh Ace.


"Eomma, ayo."


"Ayo kemana sayang?" tanya Jane bingung.


"Ke dapur."


"Mau apa?"


"Camilan, Ace tidak bisa mengambilnya karena tidak ada ahjumma."


"Oh kamu ingin camilan?"


Ace mengangguk.


"Nee."


Jane lalu menggendong Ace dan mengajaknya ke dapur, lalu setelah itu Jane membuka kulkas untuk mengambil beberapa camilan yang sengaja dia beli khusus untuk Ace.


"Ini camilannya," ucap Jane memberikan beberapa roti bayi kepada Ace.


"Ace tidak mau yang ini."


"Maunya yang apa?"


"Ya itu," ucap Ace sembari menunjuk sebuah keripik pedas.


"Nope, itu makanan orang dewasa sayang."


"Kenapa begitu eomma?"


"Karena ini pedas, huhah."


"Ace sudah dewasa eomma."


"Nope, kamu masih bayi."

__ADS_1


"Siapa bilang?"


"Eomma yang bilang."


"Ya sudah besok kalau Ace sudah dewasa, Ace akan membeli banyak yang seperti itu."


Jane tertawa mendengar ucapan Ace.


"Iya."


Jane dan Ace lalu kembali ke ruang tengah untuk menyelesaikan gambar mereka berdua sembari bermain warna. Malam sudah semakin larut dan mata Ace masih merasa segar hingga mau tidak mau Jane harus menemani Ace bermain sampai dia mengantuk. Beberapa menit kemudian Jane membawa Ace ke kamarnya untuk menidurkannya karena Jane sudah merasa lelah serta ingin segera tidur.


Jane membacakan buku dongeng untuk Ace, dan setelah itu Jane menyanyikan sebuah lagu selamat tidur untuk anaknya tersayang. Ace suda mulai tertidur, setelah itu Jane menyelimuti Ace dan mencium kening Ace sebelum dia pergi ke kamarnya. Namun entah mengapa dia malah pergi ke teras rumahnya untuk melihat langit malam, dan siapa tahu tiba - tiba Liam pulang ke rumah.


"Hai nyonya, sedang apa?" tanya Pak Kang menghampiri Jane.


"Aku hanya sedang bersantai saja Pak Kang."


Pak Kang lalu duduk di samping Jane.


"Oh begitu, aku fikir anda sedang menunggu tuan pulang hehe."


"Itu juga termasuk sih, siapa tahu tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba - tiba dia pulang sekaligus berkata bahwa ini semua hanya prank."


"Liam itu orangnya sangat jahil, dan aku berharap bahwa selama ini dia hanya ingin menjahiliku saja serta tidak berniat untuk meninggalkan kami berdua secara sungguhan."


"Oh begitu."


"Oh ya Pak Kang, besok tolong antarkan aku ke toko peralatan pesta ya?"


"Baik nyonya, oh ya apa sebentar lagi tuan muda akan berulang tahun?"


"Benar Pak Kang, dia sebentar lagi akan genap berusia 1 tahun namun sebenarnya aku fikir dia tidak terlihat seperti seorang anak yang berusia 1 tahun."


"Kenapa begitu nyonya?" tanya Pak Kang penasaran.


"Kecerdasan otaknya serta tingkah lakunya tidak seperti anak seusianya."


"Apa anda sudah mencoba untuk test IQ?"


"Belum sama sekali, dan aku masih belum menginginkan Ace untuk ikut test IQ karena aku ingin membiarkan dia bereskplorasi seperti anak seusianya pada umumnya."


"Benar juga sih nyonya, biarkan tuan muda untuk bermain serta belajar seperti anak pada umumnya karena terkadang hal seperti itu akan selalu dirindukan saat kita sudah menginjak dewasa."

__ADS_1


"Iya Pak Kang."


Keesokan harinya Jane pergi dengan Pak Kang sesuai yang telah direncanakan semalam. Begitu sesampainya disana Jane lalu mencari beberapa barang ataupun perlengkapan yang sesuai dengan catatannya yang telah dia buat sebelum berangkat ke toko tersebut.


"Bagus tidak kalau aku membeli balon yang bertuliskan ACE?" tanya Jane kepada Pak Kang.


"Bagus nyonya, coba yang warna biru ini karena sepertinya lebih bagus daripada warna gold."


"Kenapa begitu?"


"Karena banyak orang sering menggunakan balon dengan warna tersebut alias sudah pasaran."


"Benar juga."


"Apakah anda ingin merayakannya dengan sangat meriah?"


"Tentu saja Pak Kang apalagi itu ulang tahun Ace yang pertama, dan aku berharap semoga Liam bisa datang ke acara ulang tahun anaknya besok."


"Iya nyonya semoga saja begitu."


"Balon sudah, hiasan sudah, hadiah untuk Ace sudah, dan sekarang tinggal kue ulang tahunnya saja yang belum."


"Snack dan hidangan untuk tamu juga belum nyonya," ucap Pak Kang mengingatkan Jane.


Jane langsung menepuk dahinya.


"Astaga, aku sampai melupakan hal itu Pak Kang."


Pak Kang tertawa.


"Untung saja aku mengingatkan anda, kalau tidak pasti akan sangat repot sekali apalagi itu tidak bisa dipesan secara mendadak."


"Iya Pak Kang, kamu memang sangat benar."


Setelah memastikan bahwa semuanya telah dibeli sesuai daftar catatan, Jane lalu pergi ke sebuah toko kue yang letaknya tidak terlalu jauh dari toko perlengkapan alat pesta tersebut.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan toko kue tersebut.


"Apakah saya bisa memesan kue untuk tanggal 4 September?"


"Bisa nona, anda menginginkan design yang seperti apa untuk kuenya?"


"Kuenya bewarna hijau serta ada hiasan dinosaurusnya. Oh ya, ada tulisannya nama Ace juga."

__ADS_1


"Baik nona."


__ADS_2