Dear Ace

Dear Ace
#21 Rumah Singgah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, pada malam itu Ace sedang bermain bersama Josh dan juga Jane. Mereka bermain permainan puzzle, meminum cokelat panas, bermain tic tac toe, bermain permainan papan, dan meminum cokelat paanaass. Setelah lelah bermain puzzle Ace lalu mengendarai mobilnya untuk berkeliling di ruang tamu rumahnya, dan kemudian Ace belajar membaca sekaligus menulis. Semakin lama Ace semakin menunjukkan ketertarikannya terhadap sebuah buku bacaan serta menggambar, tidak jarang setiap seminggu sekali Jane pasti membelikan Ace 5-10 buku cerita sekaligus karena Ace selalu bisa membaca semua buku itu dalam kurun waktu seminggu.


Ace semakin boros buku cerita dan juga buku gambar, jadi pasti Jane selalu mengajak Ace ke toko buku setiap hari Minggu. Ace juga terkadang membawa buku - buku itu di taman dengan gerobak mainannya yang bewarna merah seperti di film - film kartun. Katanya Ace sangat suka dibacakan buku cerita dongeng oleh om kumis karena katanya om kumis bisa menirukan suara - suara hewan maupun karakter yang terdapat di cerita tersebut.


Setelah jam 9 malam, Jane lalu membereskan semua mainan Ace dan mengajak Ace untuk tidur karena sudah larut malam. Sebelum tidur Ace juga pasti dibacakan cerita dongeng oleh Jane namun menurut Ace lebih seru dibacakan oleh om kumis daripada dibacakan oleh Jane sendiri, karena Jane tidak bisa menirukan suara - suara dari karakter di buku tersebut.


Setelah Ace tertidur, Jane lalu menyempatkan untuk saling bertukar pesan dengan Simon dan akhirnya Jane ketiduran. Keesokan harinya, seperti biasa Ace sedang berada di taman bersama om kumis untuk memberi makan kucing liar. Ace terkadang merasa bingung darimana om kumis mendapatkan uang untuk membeli makanan kucing, padahal dia adalah orang susah, apalagi harga makanan kucing juga sebenarnya tidak murah.


"Om kumis dapat uang darimana untuk membeli makanan kucing?" tanya Ace penasaran.


"Aku dapat uang untuk membeli ini semua dari para donatur rumah singgahku."


"Donatur itu apa?"


"Donatur itu seseorang ataupun sekelompok orang yang memberikan ataupun menyumbangkan sejumlah uang, makanan dan lain sebagainya secara tetap di kepada suatu perkumpulan. Aku kan mempunyai rumah singgah untuk merawat hewan - hewan terlantar, jadi ada beberapa orang yang tiba - tiba menawarkan dirinya untuk memberikan bantuan di rumah singgahku."


"Oh begitu, jadi om kumis mempunyai rumah singgah untuk hewan - hewan terlantar ya?"


"Benar sekali."


"Jika om kumis mempunyai rumah singgah, lalu mengapa om kumis tidak membawa semua kucing ini ke rumah singgah om kumis saja?"


"Ah sebenarnya aku berniat seperti itu, akan tetapi rumah singgahku sudah penuh jadi aku tidak bisa membawa mereka ke rumah singgahku."


"Kenapa begitu?"


"Nanti kalau terlalu penuh kasihan hewan - hewan yang lainnya merasa sesak dan tidak dapat bergerak dengan bebas. Memangnya kamu mau ditempatkan di suatu tempat ataupun ruangan yang penuh dengan banyak orang?"


Ace menggeleng.


"Tidak mau, sesak."


"Nah itu tahu, jadi aku tidak ingin mereka merasakan seperti itu."


"Oh begitu."


"Jadi doakan saja agar aku mempunyai uang yang lebih agar bisa membangun rumah singgah lagi yang lebih luas beserta dengan perlengkapan yang sangat lengkap seperti makanan, minuman, dan obat - obatan."


"Aku doakan agar om kumis bisa membuat rumah singgah yang lebih luas lagi seperti keinginan om kumis."

__ADS_1


"Aminn," ucapnya tersenyum lalu mengusap rambut Ace.


"Om kumis sudah sarapan?"


"Sudah, tadi sebelum berangkat ke mari aku sudah sarapan kok."


"Oh begitu, ayo bacakan lagi aku buku dongeng."


"Baiklah, ayo."


Om kumis lalu membacakan Ace sebuah buku dongeng sesuai dengan permintaan Ace. 1 jam kemudian om kumis lalu pergi untuk kembali bekerja menarik ojek online, sedangkan Ace pulang ke rumahnya bersama bodyguardnya sembari menarik gerobak mainannya. Sesampainya di rumah Ace langsung menghampiri Jane yang sedang berbincang dengan Simon. Rupanya akhir - akhir ini Simon semakin rajin mengunjungi rumah Jane untuk mendekatinya.


Terkadang Simon juga membawakan buah tangan untuk Jane maupun untuk Ace dengan niat terselubungnya, padahal sudah jelas - jelas Jane masih memakai cincin pernikahannya saat bersama Liam masih saja Simon mendekatinya untuk mengambil hati Jane. Mereka berdua memang belum resmi berpisah dan bahkan Jane tidak ingin mengajukan gugatan cerai dengan suaminya meski sekarang dia tidak tahu dimana keberadaan suaminya. Jane lalu menggendong Ace dan pergi memberikan susu untuk Ace, sedangkan Simon masih menunggu di luar rumah.


"Haus ya sayang?" tanya Jane saat memberikan susu kepada Ace sembari mengusap rambutnya.


Ace mengangguk.


"Iya, tadi aku habis memberi makan kucing lagi bersama om kumis serta dibacakan cerita dongeng."


"Benarkah begitu? sepertinya pertemanan kalian sangat seru sekali."


"Tentu saja, aku ingin dibacakan cerita dongeng oleh om kumis setiap malam sebelum tidur."


"Iya sih, tapi dibacakan oleh om kumis sangat seru karena om kumis pintar menirukan suara - suara hewan dan bahkan dia bisa menirukan karakter di spongebob."


"Benarkah begitu?"


"Nee, om kumis bisa menirukan suara squidward saat sedang tertawa dan itu sangat lucu."


"Oh begitu. Mmm kalau begitu kapan - kapan kamu boleh mengundang om kumis ke rumah."


"Benarkah?" tanya Ace merasa tidak percaya.


"Tentu saja sayang muach," ucap Jane memcium pipi Ace.


"Yeayy asik!!"


"Mau makan siang sekarang atau nanti?"

__ADS_1


"Nanti, mmm eomma lebih baik menikah saja dengan om kumis dan jangan dengan uncle Simon."


"Eh eomma tidak akan menikah lagi sayang."


"Kenapa begitu?"


"Eomma kan sudah menikah dengan daddy Ace, jadi menurut eomma itu tidak akan tergantikan oleh siapapun."


"Oh."


Ace lalu kembali meminum susu, dan setelah itu dia memilih bermain bersama dengan Mrs Kim daripada bersama Jane karena dia tidak suka dengan Simon. Saat sore hari setelah Jane memandikan Ace, dia langsung pergi ke taman untuk menemui om kumis kembali. Tidak lupa Ace juga membawa beberapa camilan untuk dimakan bersama om kumis.


"Kata eomma, om kumis boleh datang ke rumah."


"Benarkah?"


"Nee," ucap Ace mengangguk.


"Oh begitu, mmm kapan - kapan aku akan mampir ke rumahmu."


"Kenapa tidak nanti saja? aku ingin dibacakan dongeng sebelum tidur oleh om kumis."


"Kenapa kamu tidak meminta daddy kamu saja untuk membacakanmu sebuah cerita dongeng?"


"Tidak bisa, aku saja tidak tahu dimana daddy sekarang."


"Oh kasihan."


"Tidak juga, sekarang aku mempunyai om kumis juga sebagai teman bermainku."


"Terima kasih sudah menganggapku seperti itu."


Pandangan Ace lalu tertuju kepada sebuah cincin yang digunakan oleh om kumis.


"Eh apakah ini cincin nikah?" tanya Ace sembari menarik jari om kumis.


"Ya begitulah."


"Yah aku fikir om kumis belum menikah, ternyata sudah menikah."

__ADS_1


"Hahaha benar, aku sudah menikah."


"Yah," ucap Ace kecewa.


__ADS_2