
Jane terlihat sangat ingin dekat dengan Liam seperti memeluknya dari samping, bersandar di bahunya, dan lain sebagainya. Namun justru Liam malah bersikap dingin kepadanya karena dia masih merasa tidak nyaman untuk bermesraan di depan keluarganya sendiri, padahal mereka semua sudah tahu bahwa Liam dan Jane sudah sah menjadi suami istri sejak lama. Tetap saja Jane semakin intens menggoda Liam agar dia diperhatikan olehnya, seperti seorang kucing yang kelaparan dan sedang minta makan. Liam yang menyadari hal tersebut justru mengacuhkannya dan memilih sibuk untuk berbincang dengan saudaranya.
Liam masih malas dengan Jane dan mungkin dia akan membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi dengan itu semua, padahal tadi Liam sudah berendam bersama dengan Jane. Ace lalu beralih duduk di pangkuan Liam dan memeluknya karena sudah merasa sedikit mengantuk. Berulang kali Liam ingin membawa Ace ke kamar untuk menidurkannya, akan tetapi Ace selalu saja menolak karena dia masih ingin menonton film bersama anggota keluarganya. Liam lalu mengambil sepotong pizza dan memakannya, akan tetapi tiba - tiba saja Jane mengarahkan tangan Liam ke mulutnya agar dia bisa memakan pizza itu juga.
"Kenapa Jane? kan masih ada yang baru."
"Tidak apa - apa, aku maunya pizza yang kamu pegang."
"Memangnya apa bedanya? ini rasanya sama saja, mungkin yang membedakan hanyalah bekas higitanku saja."
"Ya terserah aku ingin memakan yang mana."
"Ya sudah ini makan saja, aku akan mengambilnya yang baru!"
Lian lalu berbisik di telinga Liam.
"Liam, itu Jane sebenarnya ingin berusaha dekat denganmu namun kamu malah bersikap seperti itu."
"Benarkah? tapi rasanya sangat aneh."
"Maklum dia sudah lama tidak bertemu denganmu, jadi dia menginginkan belaian - belaian kasih sayang darimu hahaha."
Liam lalu memukul tangan kakaknya itu.
"Haiss dasar, kenapa kamu selalu memikirkan hal seperti itu sih?" tanya Liam merasa terheran.
"Intinya karena aku iri kepadamu, dan aku juga sangat ingin mempunyai istri secantik serta sesexy Jane hehe."
"Tidak enak mempunyai istri yang cantik apalagi diidolakan oleh para pria dari seluruh dunia."
"Kenapa begitu?"
"Karena nanti ujung - ujungnya hanya makan hati saja. Para idola lain nanti akan menjodohkan idolanya dengan Jane, dan itu membuatku merasa hufftt."
"Halah bilang saja kalau kamu itu cemburu, apa sih susahnya bilang seperti itu sampai harus berbicara panjang kali lebar kali tinggi dan bahkan sampai berkeliling dunia?"
"Tidak juga, aku tidak cemburu, untuk apa aku cemburu dengannya toh aku tidak begitu cinta dengannya."
"Bilangnya tidak cinta namun dihati sebenarnya sangat cinta bukan?" tanya Lian menggoda adiknya itu.
__ADS_1
"Tidak juga," ucapnya masih menyangkal pernyataan Liam.
"Jane, Liam katanya sangat cinta dan sangat sayang sekali denganmu!" teriak Lian.
Seketika Liam langsung membungkam mulut Lian.
"Ssstt apa - apaan sih? aku tidak berkata seperti itu!"
"Dih bilang saja jika sebenarnya perasaanmu seperti itu, kenapa kamu selalu saja menyangkalnya?"
"Karena aku memang tidak suka, untuk apa aku menyangkalnya jika aku benar - benar suka ha?"
Semua orang langsung melototi Liam bahkan kedua orang tuanya juga, karena menurutnya Liam sudah berbicara sangat keterlaluan.
"Liam jangan begitu! maaf ya Jane," ucap Mrs Robinson merasa tidak enak hati dengan menantunya itu.
"I-iya tidak apa - apa mom, Liam memang selalu seperti itu kok hehe."
Sebenarnya hati Jane merasa sangat sedih sekaligus kecewa dengan Liam, akan tetapi dia tidak bisa menunjukkan rasa sedihnya itu di depan mereka semua jadi Jane hanya tersenyum saja. 1 Minggu kemudian Jane sedang duduk di atas ranjangnya sembari menatap Liam yang terus saja asyik bermain game. Sudah semingguan ini sejak Liam kembali ke rumah, dia enggan tidur satu ranjang dengannya. Liam lebih memilih untuk tidur di sofa dan setiap hari selalu sibuk dengan dunianya sendiri. Bahkan malam ini pun pasti akan sama yaitu Liam memilih untuk tidur di sofa, dan akhirnya Jane memilih untuk tidur lebih dulu karena dia sedang pusing.
"Hei bangun, ayo temani aku membuat mie instan."
Seketika Jane langsung terbangun.
"Ayo temani aku membuat mie instan!"
"Oh baik hubby."
*Beberapa menit kemudian.*
"Hmm rasanya sangat syahdu sekali hujan - hujan sembari makan mie instan," ucap Liam menatap ke luar jendela.
"Iya hubby namun sayang kita berdua rasanya sudah sangat asing, tidak seperti dulu yang selalu bercanda bersama sembari makan mie instan di malam hari."
"Entahlah Jane, rasanya aku masih harus memulai untuk beradaptasi denganmu lagi."
"Kenapa hubby? apa sebenarnya kamu pergi meninggalkanku karena aku membuat kesalahan kepadamu ha?"
"Ti-tidak, kan aku sudah menjelaskan bahwa...." Belum selesai berbicara Jane langsung menyerang Liam dan menciumnya hingga membuat Liam merasa terkejut.
__ADS_1
"Hufftt kenapa selalu saja aku merasa sangat haus sekali saat tengah malam begini," ucap Mr Robinson yang sedang berjalan menuju ke dapur.
Tiba - tiba saja begitu dia hampir sampai di dapur....
"Hoammm astaga," ucap Mr Robinson yang langsung membungkam mulutnya dan pergi untuk bersembunyi.
Liam langsung mendorong Jane.
"Apa - apaan kamu ini!!" ucapnya membentak Jane karena merasa terkejut.
"Aku hanya melakukan hal yang biasa kita lakukan dulu."
"Haiss mereka berdua kenapa?" tanya Mr Robinson di dalam hati.
"Sudah jangan mengungkit - ungkit hal itu lagi, aku sudah muak dengan semua ini."
"Kamu ini kenapa? apa kamu sudah menemukan wanita lain ha?"
"Tidak, asal kamu tahu ya bahwa aku menghindarimu karena aku merasa tertekan. Kamu selalu mendesakku untuk melakukan berbagai hal!!"
"Aku tidak mendesakmu, aku hanya ingin kita kembali seperti dulu!! KITA KEMBALI SEPERTI DULU LAGI!!"
"Kenapa kamu tidak mencari pria lain saja ha? aku ini tidak pantas untukmu, Jane. Aku tidak pantas untukmu, seharusnya kamu mencari pria lain saat aku pergi."
"Berapa kali sudah ku katakam bahwa aku ini tidak ingin bersama pria lain, aku hanya ingin bersamamu saja hubby."
"Kenapa Jane? aku pergi meninggalkan kalian berdua hanya karena aku ingin kalian hidup bahagia bersama orang lain, akan tetapi kamu malah menghabiskan waktumu untuk mencariku."
"Aku hanya ingin bersamamu, dan kenapa kamu selalu merasa bahwa kamu tidak pantas untukku heum?"
"Aku pria yang lemah dan juga selama ini sebenarnya aku punya penyakit."
"Penyakit apa?"
Tiba - tiba saja Mr Robinson langsung berjalan menghampiri mereka dan bertingkah seolah - olah tidak mendengar apapun yang baru saja dia dengar. Seketika Liam dan Jane kembali ke tempatnya masing - masing.
"Eh sedang apa kalian berdua disini tengah malam begini?" tanya Mr Robinson.
"Liam sedang ingin makan mie instan dad, jadi aku menemani Liam memakan mie instan."
__ADS_1
"Oh begitu, cuacanya memang sangat enak jika makan mie instan."
"Iya dad hehe."