Dear Ace

Dear Ace
#44 Pasar Pagi


__ADS_3

Seketika Ace langsung menangis dengan sangat keras sembari meronta - ronta ingin turun dari gendongan Liam, dan saat itu juga membuat Liam merasa bingung kenapa anaknya tiba - tiba ngereog seperti ini serta rasanya seperti menonton pertunjukan jathilan hahaha yang sedang kerasukan. Melihat kebingungan Liam tersebut, Jane hanya tersenyum dan berjalan menuju ke dapur untuk meletakkan ice cream itu ke dalam kulkas.


Liam tidak tahu saja bagaimana anaknya klo sudah seperti itu pasti semakin menjadi - jadi, apalagi keinginannya tidak dituruti. Liam hanya menatap anaknya yang sedang berguling - guling di lantai. Bukannya malah menenangkannya, Liam justru berteriak memanggil Jane dan juga Mrs Robinson karena dia bingung harus berbuat apa. Setelah itu Mrs Robinson meminta Liam untuk menggendongnya saja dan mengajaknya pergi berjalan - jalan di luar. Ace masih menangis di gendongan Liam dan sedang menenangkannya. Dia menyangka bahwa ternyata anaknya juga bisa atraksi jathilan juga hahaha.


"Ya begitulah anakmu jika keinginanya tidak dituruti," ucap Jane yang sudah malas menghadapi Ace.


"Hufftt iya tidak apa - apa, namanya saja anak kecil hehe tapi menurutku dia keren bisa atraksi jathilan."


"Oh."


"Kita jalan - jalan naik motor saja bagaimana?" tanya Liam kepada Ace.


Ace mengangguk.


"Nee."


"Bukankah tadi kamu ingin pergi ke rumah temanmu?" tanya Jane.


"Ti-tidak, nanti saja setelah aku pergi mengajak Ace berjalan - jalan."


"Oh baiklah."


"Daddy beli ice cream," ucap Ace dengan tatapan memohon.


"Tidak ada ice cream hari ini!! eomma kan sudah bilang jangan minum ice cream!!"


"Huwaaa eomma nakal!!" Ace kembali menangis.


"Eh ssttt cup cup sayang, iya nanti kita beli ice cream."


Jane malah mencubit pantat Ace karena merasa gemas setiap kali Ace selalu menangis saat keinginannya tidak dituruti.


"Jane!! kamu ini apa - apaan?" tanya Liam merasa kesal.


"Habisnya dia selalu saja seperti itu, heran aku!"


"Ayo kita pergi jalan - jalan saja, bagaimana?"


"Nee."


Setelah itu mereka berdua pergi dengan naik motor dan berjalan - jalan berkeliling kota. Liam mengendarai motor sportnya dengan pelan, dan tidak seperti biasanya karena dia sedang memboncengkan Ace. Mereka berdua lalu berhenti di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar terlebih dahulu sebelum lanjut berkeliling kota. Memang beberapa hari sebelumnya Liam sudah membelikan Ace sebuah helm yang persis seperti miliknya, karena dia memang ingin mengajak Ace pergi berkeliling menaiki motor sport kesayangannya. Liam lalu berhenti di sebuah pasar pagi untuk berbelanja sarapan.


Itu kesempatan Ace untuk memoroti ayahnya yang kaya raya itu, apalagi Ace mengerti bahwa ayahnya sangatlah loyal kepadanya dan tidak akan bilang no kepadanya. Sesampainya disana Liam langsung menggandeng tangan Ace untuk mencari jajanan. Liam membeli 2 nasi kuning dengan topping telur dan ayam suwir untuknya dan juga untuk Ace. Liam lalu duduk di trotoar untuk memakan nasi kuning, sedangkan Ace malah sibuk bermain dengan balon yang tadi dibelinya begitu sampai disana.


Liam mempunyai kemampuan makan dengan sangat cepat melebihi manusia normal lainnya, jadi belum ada 6 menit dia sudah menghabiskan nasi kuning miliknya. Setelah itu Liam menyuapi Ace dengan nasi kuning itu sampai dia menghabiskan semua jatahnya. Dengan sabar Liam menyuapi Ace sembari memperhatikannya bermaim dengan balonnya, dan begitu selesai mereka berdua kembali berjalan - jalan di sekitaran pasar pagi untuk melihat orang yang berlalu - lalang melakukan aktivitasnya masing - masing.


"Kamu ingin beli apa lagi heum?" tanya Liam.

__ADS_1


"Mainan, dan ice cream."


"Baiklah mari kita membeli itu semua," ucapnya menggendong Ace sembari mencium pipinya yang chubby.


"Setelah ini kita pergi kemana dad?" tanya Ace.


"Memangnya kamu ingin pergi kemana?"


"Disini ada kebun binatang tidak dad?"


"Ada, kamu ingin pergi kesana heum?"


"Mau dad, tapi katanya daddy akan pergi ke rumah teman kan?"


Liam mengangguk.


"Benar, tapi aku bisa pergi nanti setelah kamu puas berjalan - jalan."


"Pergi ke kebun binatangnya besok saja dad."


"Eh kenapa begitu?"


"Tidak apa - apa, takut nanti dimarahi eomma."


"Tidak kok tenang saja."


"Tidak mau dad, besok saja pergi bersama eomma juga."


"Kamu jadi beli ice cream tidak?"


"Jadi dong," ucapnya dengan sangat antusias.


"Baiklah kita pergi beli ice cream goreng saja."


"Ice cream goreng? bukankah nanti kalau ice creamnya digoreng akan meleleh ya dad? itukan panas."


Liam tertawa.


"Hahaha maksud ice cream goreng itu bukan ice creamnya benar - benar di goreng namun ice creamnya di celup di cokelat cair, dan karena itulah dijuluki dengan ice cream goreng karena terlihat seperti habis di goreng."


"Oh begitu, rasanya lezat tidak dad?"


"Tentu saja sangat lezat, mari kita coba."


"Nee."


Liam lalu membeli ice cream goreng 2 buah, dan setelah itu mereka berdua memakannya sembari berjalan - jalan. Saat selesai memakan ice cream itu, wajah Ace sudah sangat cemong karena terkena cokelat dari ice cream. Liam lalu tertawa kecil melihat wajah Ace yang sudah cemong, dan setelah itu dia mencari toilet terdekat untuk membasuh wajah Ace.

__ADS_1


"Sini dibersihkan dulu agar tidak cemong."


"Nee dad."


"Hahaha kenapa kamu bisa sampai seperti ini makannya?"


"Tidak tahu, cokelatnya yang nakal."


"Nanti jangan cerita ke eomma jika kamu habis beli ice cream, okay?"


"Okay dad, mmm daddy aku ingin pipis."


"Oh ingin pipis? sini lepas dulu celananya!"


Liam lalu melepas celana Ace dan menunggu dia selesai pipis, lalu setelah itu mereka berdua pulang ke rumah. Liam beristirahat sebentar di ruang tengah sembari bermain dengan Ace, barulah dia pergi ke rumah temannya. Liam masih ingat dengan jalan rumah teman lamanya itu, dan bahkan dia sangat hafal sekali dengan rumahnya karena memang dulu Liam sering mengantarkannya pulang. Sesampainya disana Liam langsung mengetuk pintu rumahnya, dan dia langsung memeluk Liam setelah mengetahui bahwa Liam telah berada di depannya.


"Liam, aku sangat merindukanmu."


"Iya aku juga, setelah sekian lama kita tidak bertemu ternyata kamu semakin cantik saja hahaha."


Dia lalu melepaskan pelukannya dan memukul Liam.


"Haiss kamu ini kemana saja? aku juga panik serta khawatir saat kamu dinyatakan hilang."


"Aku tidak hilang namun aku sedang bermeditasi."


"Dih, ingin minum apa?"


"Minuman kesukaanku saja."


"Baiklah, sebentar."


"Oh ya mami dan Leon kemana?"


"Oh mereka berdua sedang pergi ke pasar."


"Bagaimana keadaanmu Yun?"


"Aku baik - baik saja, mmm kamu terlihat sangat kurus."


"Benarkah?"


"Iya Liam. Eh bagaimana anak dan istrimu?" tanya Yunna sembari mengaduk kopi.


"Mereka baik - baik saja dan kita bertiga kembali tinggal di rumah daddy."


"Kenapa tidak tinggal di rumahmu yang dulu?"

__ADS_1


"Belum ingin, lagipula itukan sudah menjadi milik Jane karena aku sudah mengganti nama pemilik. Seharusnya rumah itu menjadi milikmu eh namun kamu malah menolaknya."


Yunna hanya tersenyum saja.


__ADS_2