
Ace memakan donat itu sembari mengayun - ngayunkan kaki mungilnya itu serta juga menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri. Hal tersebut membuat pria itu merasa sedikit terganggu karena Ace tidak ingin diam bahkan saat sedang makan. Pria itu lalu menengur Ace agar tenang saat sedang makan dan menikmati makannya. Setelah selesai memakan donat tersebut Ace lalu membersihkan tangannya kembali dengan handsanitizer dan tidak lupa dia juga membersihkan tangan pria itu.
Lalu pria itu dengan senyuman begitu Ace selesai membersihkan tangannya, dan setelah itu dia turun dari bangku itu untuk kembali melihat kucing yang sedang tiduran di atas rumput. Ace juga berlarian kesana kemari hingga membuat pria itu sangat lelah memperhatikannya. Pria tersebut lalu berfikir mengapa Ace sangat aktif sekali serta baterainya tidak kunjung habis, sedangkan pria itu hanya duduk di atas rumput memperhatikan Ace yang berlarian kesana kemari meskipun dia sudah sangat lelah memperhatikan Ace yang berlarian.
Ace lalu berlari menghampiri pria itu dan memeluknya karena dia hampir jatuh tersungkur ke tanah. Beruntung pria itu langsung menangkap Ace, coba kalau tidak pasti Ace akan terjatuh karena tersandung. Entah mengapa pria itu merasa bahwa Ace itu anak yang sangat lucu serta sangat pintar, apa mungkin itu karena Ace berasal dari keluarga yang kaya raya sehingga nutrisinya tercukupi hingga membuatnya pintar? dan kemudian pria itu lalu mendudukkan Ace di pangkuannya.
Ace berbincang dengan pria itu layaknya seperti teman seumuran pria itu. Akhirnya pria tersebut mempunyai teman berbincang setelah hampir 1 tahun lebih dia tidak mempunyai orang yang bisa diajak berbincang. Ace mengeluarkan mobil - mobilan dari tas ranselnya dan memainkannya bersama dengan pria itu. Mereka berdua mengambil tanah ditaman tersebut untuk mengisi bak truck itu, dan setelah itu mereka berdua memindahkannya di tempat lain.
"Om kumis kenapa disebut om kumis?" tanya Ace yang duduk di pangkuan pria itu.
"Tidak tahu, bukankah kamu yang memberiku julukan itu?"
Ace mengangguk.
"Nee."
"Lalu sekarang aku tanya, mengapa kamu memberiku julukan itu?"
Ace berfikir sejenak.
"Mmm karena om kumis dan jenggotnya sangat tebal seperti pohon yang disana," ucap Ace menunjuk sebuah pohon beringin yang besar.
Pria itu lalu tertawa.
"Hahaha kamu ini bisa saja."
"Kenapa om kumis tidak mencukur kumis dan jenggotnya?" tanya Ace penasaran.
"Karena aku lebih suka seperti ini serta aku sangat malas mencukurnya."
"Apakah om kumis sudah tua seperti seorang kakek - kakek?"
"Tidak, aku masih muda."
"Berapa umurmu?"
"Mmm mungkin sekarang 28 tahun jika aku tidak salah mengingatnya."
"Wah masih muda, lebih muda dari eomma satu tahun."
"Benarkah?"
"Nee, eomma sekarang umurnya 29 tahun."
"Oh begitu, kalau umurmu berapa?"
"Umurku satu tahun lebih satu bulan."
"Oh begitu."
"Om kumis pernah merayakan ulang tahun?"
__ADS_1
"Pernah tetapi itu dulu."
"Kalau sekarang?"
Pria itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak pernah."
"Kenapa begitu om kumis?"
"Aku tidak mempunyai uang untuk merayakan ulang tahun karena aku hanya seorang driver ojek online, dan daripada uangnya untuk berfoya - foya merayakan ulang tahun lebih baik uangnya untuk ditabung saja."
"Kenapa harus menabung? kita hidup hanya sekali, jadi tidak apa - apa kita merayakan ulang tahun kita yang hanya datang setahun sekali."
"Kamu bisa berkata seperti itu karena uangmu sangat banyak sehingga kamu bisa merayakan ulang tahun, berbeda dengan diriku yang harus bekerja seharian dari pagi sampai malam agar kebutuhanku bisa tercukupi."
"Hidup om kumis sangat susah ya? om kumis memangnya tinggal dimana?"
"Aku tinggal di sebuah kontrakan kecil yang tidak jauh dari sini, kalau kamu pasti tinggal di perumahan elit itu ya?"
Ace mengangguk.
"Iya, kapan - kapan main ke rumahku ya?"
"Baiklah jika aku tidak sibuk, asalkan kamu juga menyiapkan makanan yang sangat lezat untukku beserta beraneka macam kue."
"Itu hal yang mudah, aku akan menunjukkan mobil baruku jika om kumis main ke rumah."
Ace mengangguk.
"Nee, tetapi hanya mobil listri mainan yang seperti di sewakan di mall."
"Oh itu harganya sudah cukup mahal meskipun hanya mobil seperti itu."
"Itu murah, hanya seharga satu tas eomma."
"Oh," ucap pria itu merasa tercengang.
"Ayo main lagi!"
Tiba - tiba handphone pria itu berdering.
"Maaf, aku harus pergi karena ada penumpang."
"Oh okay, nanti sore kita bertemu lagi disini dan aku akan membawakan om kumis makanan lagi."
"Okay."
Setelah pria itu melangkah pergi menuju motornya, tiba - tiba saja Jane memanggil Ace untuk makan siang serta meminum vitaminnya. Mendengar panggilan dari Jane yang memanggil namanya, Ace lalu berlari menghampiri Jane. Setelah itu Jane menggendong Ace sampai ke dalam rumah. Namun tiba - tiba saja terlintas di fikiran Jane bahwa tadi sepertinya dia melihat seseorang yang dia kenal melalui cara berjalannya, akan tetapi Jane merasa bahwa mungkin itu hanya perasaannya saja karena selalu merindukannya. Sesampainya di rumah Jane lalu menyiapkan makan siang untuk Ace dan juga vitaminnya.
"Tadi Ace main di taman lagi dengan siapa itu? yang kemarin kamu ceritakan kepada eomma jika dia suka memberi makan kucing liar."
__ADS_1
"Om kumis," jawab Ace.
"Ah nah itu, tadi kamu bermain dengan om kumis lagi?"
Ace mengangguk sembari mengunyah makanannya.
"Nee eomma."
"Memangnya om kumis itu seperti apa sih?" tanya Jane berusaha menginterogasi Ace.
"Badannya sangat tinggi namun kurus, lalu kumis serta jenggotnya sangat lebat seperti pohon beringin yang berada di taman. Om kumis sangat baik dan juga dia sangat pintar bela diri taekwondo karena dia mempunyai sabuk hitam, oleh karena itu Ace diminta untuk ikut taekwondo agar Ace bisa memukul orang - orang jahat."
"Oh begitu, lalu berapa umurnya?"
"Lebih muda dari eomma satu tahun."
"Kalau tempat kerjanya serta rumahnya dimana?"
"Katanya dia bekerja sebagai driver ojek online dan tinggal di kontrakan yang tidak jauh dari sini."
"Oh."
"Om kumis kasihan karena hidupnya sangat susah, jadi aku sudah berjanji untuk menbawakan dia makanan jika kami berdua bertemu kembali."
"Hei jangan terlalu baik dan jangan terlalu dekat dengan orang asing sayang," ucap Jane memperingatkan Ace.
"Kenapa begitu eomma?"
"Nanti kamu bisa diculik olehnya, eomma tidak mau kamu diculik."
"Tenang saja eomma, kan ada paman bodyguard."
"Iya sih, tapi tetap saja jangan seperti itu."
"Hmm baiklah."
Mata Jane lalu melotot melihat Ace yang sedang makan.
"Ckckck jika diberitahu oleh eomma jangan seperti itu."
"Kenapa memangnya?" tanya Ace menantang Jane.
"Oh berani sama eomma?" tanyanya lalu dia mencubit bokong Ace.
Ace lalu menangis.
"Huwaaa sakit eomma, huwaaa grandma Kim."
"Hemm masih mau seperti itu jika diberi tahu oleh eomna heum?"
"Tidak huwaa."
__ADS_1