
Mrs Kim lalu membawa Liam ke rumah sakit, dan tentunya dengan bantuan beberapa bodyguardnya juga. Sesampainya di rumah sakit Liam langsung diperiksa oleh dokter. Untungnya hari ini dokter Ben ada di rumah sakit, jadinya Liam bisa langsung ditangani olehnya. Mrs Kim sedang duduk di luar ruangan perawatan dan merasa sangat cemas mengenai kondisi menantunya.
Begitu sesampainya disana Mrs Kim sudah menghubungi Jane dan juga Mrs Robinson agar mereka berdua bisa segera datang ke rumah sakit. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan Liam, dan Mrs Kim langsung melontarkan beberapa pertanyaan seputar kondisi menantunya. Dokter Ben mengatakan bahwa Liam pingsan karena dia mengalami stress serta banyak fikiran.
Dari dulu Liam memang selalu seperti itu saat sedang stress jadi dokter Ben menyarankan agar orang - orang sekitarnya untuk menjaga fikirannya agar tidak sampai seperti ini. Saat ini Liam belum juga siuman dan masih terbaring pingsan di atas ranjangnya. Mrs Kim kemudian menjenguk Liam di ruangannya untuk meminta maaf kepadanya mengenai perilaku putrinya. Setelah itu dia pergi menjemput Jane di lobby rumah sakit.
Namun saat kembali ke ruangannya ternyata Liam sudah tidak ada, bahkan selang infusnya juga sudah tercabut. Mereka berdua dan ditambah dengan Mrs Robinson ikut kebingungan mencari Liam disekitar rumah sakit. Jane sampai bertanya kepada beberapa orang apakah mereka melihat Liam atau tidak namuj mereka tidak melihatnya.
"Ricko," ucap Liam ketika dia sampai di depan ruangan Ricko.
"Eh Liam," ucapnya berdiri menghampiri Liam.
"Ternyata mereka berdua memang benar - benar berselingkuh dariku," ucapnya sembari menangis.
"Ayo masuk dulu."
*Blam.*
"Kamu tahu darimana? bisa saja pria yang waktu itu hanya bermain - main denganmu, dan mengaku - ngaku sebagai selingkuhannya."
"Tidak, ini benar - benar terjadi karena Jane yang menceritakannya kepadaku dan dia mengaku bahwa dia memang berselingkuh. A-aku harus bagaimana Ric?"
Ricko langsung memeluk Liam dari samping.
"Ssttt pasti ada jalan keluarnya, kamu harus sabar dan anggap saja ini ujian di pernikahanmu."
"Apa aku akan melepaskan Jane saja?" tanyanya menatap Ricko.
"Jangan terlalu gegabah mengambil keputusan meskipun perselingkuhan adalah suatu hal yang tidak bisa dimaafkan, yah aku berkata seperti ini karena aku ingin bahwa kamu memikirkan bagaimana perasaan Ace jika kalian berdua memutuskan untuk berpisah."
"I-iya Ric, aku tidak tega jika aku mengatakan kepada Ace bahwa daddy dan eommanya sudah tidak bisa hidup bersama lagi."
"Eh kenapa tubuhmu terasa panas sekali dan kenapa wajahmu juga sangat pucat?"
"Tadi aku dirumahnya eomma, lalu aku tiba - tiba saja terbangun di ranjang rumah sakit, dan setelah itu aku naik taksi kemari."
"Ya ampun, tadi kamu kan bisa menghubungiku untuk menemuimu dan tidak perlu kabur dari rumah sakit juga."
"Maaf aku bingung harus bagaimana, jadi aku langsung kemari."
__ADS_1
"Lalu tadi kamu ke rumah eomma kamu untuk apa?"
"Aku ingin mengatakan bahwa jangan sampai berita ini tersebar ke keluarga besarku apalagi mommy dan Rosie. Aku tidak ingin image Jane menjadi jelek di mata mereka semua apalagi keluargaku paling tidak suka dengan masalah perselingkuhan, aku tidak salah kan?"
"Itu semua tidak salah, yang salah adalah kamu kabur dari rumah sakit. Untung saja tidak terjadi hal buruk ketika kamu kabur dari rumah sakit, aku sangat cemas jika terjadi hal buruk yang menimpamu."
"Iya Ric, sekarang rasanya sangat pusing sampai kepalaku mau pecah."
"Kalau begitu berbaring saja disini nanti aku antar pulang," ucapnya berdiri.
Liam langsung memegang tangan Ricko sembari menggelengkan kepalanya.
"Tidak mau."
"Lalu kamu ingin bagaimana heum?"
"Ajak aku jalan - jalan bersamamu," ucap Liam memperlihatkan ekspresi imutnya.
Ricko mengusap rambut Liam.
"Iya nanti setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, mmm kamu sudah makan siang?"
"Belum," jawabnya menggeleng.
"Lalu nanti jalan - jalan kan?"
"Iya jalan - jalan."
Ricko lalu memesan makanan kesukaan Liam, yaitu ayam bakar dan es teh. Setelah makanan tersebut datang, Liam langsung memakannya dan Ricko kembali bekerja. Sesekali dia melirik Liam yang sedang makan dan merasa iba karena kondisi sahabatnya yang seperti ini.
"Bagaimana ayam bakarnya, lezat tidak?" tanya Ricko.
"Heem sangat lezat dan aku sangat menyukainya."
"Nanti kalau ingin lagi bilang saja kepadaku, aku akan memesannya lagi."
"Okay."
*Saat sore hari.*
__ADS_1
"Bagaimana pemandangan disini, bagus bukan?"
"Benar Ric, dan udaranya juga sangat sejuk. Aku bisa melupakan masalahku sejenak."
"Iya namun aku ingin kalian berdua bisa berunding dengan kepala dingin, dan jangan mengandalkan emosi sesaat yang dapat merusak segalanya."
"Iya Ricko, tenang saja."
Disisi lain setelah Jane dan Mrs Robinson tiba di rumah Liam, Jane lalu berbincang bersama. Tentunya Mrs Robinson sudah mendengar semua cerita dari Mrs Kim bahwa Jane telah berselingkuh. Awalnya Mrs Kim tidak ingin mengatakannya sesuai dengan permintaan Liam namun rasanya aneh saja bahwa dia tidak mengatakan kepadanya, dan saat itu juga Mrs Kim juga meminta maaf atas perbuatan putrinya.
"Maafkan atas semua perilaku putra mommy," ucap Mrs Robinson tiba - tiba.
"Ma-maksud mommy apa?"
"Mommy sudah mengetahuinya dari eomma kamu bahwa kamu telah berselingkuh dengan pria lain. Disini mommy tidak ingin berkomentar apapun mengenai masalah kalian berdua karena kalian sudah sama - sama dewasa dan pasti bisa menyelesaikannya sendiri, jadi mommy tidak ingin ikut campur mengenai masalah kalian."
"Mommy maafkan Jane yang telah memperlakukan putra mommy seperti ini padahal selama ini Jane sudah diperlakukan dengan sangat baik olehnya," ucapnya dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
"Justru mommy yang harusnya meminta maaf kepadamu sayang, mommy tahu bahwa perilaku Liam mungkin sering membuatmu merasa tidak nyaman apalagi dia sering merepotkanmu jadi...."
Jane memeluk Mrs Robinson.
"Mom harusnya yang meminta maaf itu Jane dan bukannya mommy karena disini Jane yang paling bersalah atas semua ini, apalagi Liam termasuk putra sekaligus cucu yang paling disayang oleh mommy dan grandma."
"Mommy ingin kalian berdua merundingkan hal ini secara baik - baik dan mommy akan selalu mendukung apapun keputusan kalian karena pasti itu adalah hal yang terbaik."
"Mom, aku ingin terus bersama Liam."
"Iya mommy tahu namun mommy juga tidak bisa berbuat apapun dan tidak bisa memaksakan kehendak Liam, biarkan Liam yang memutuskan ingin bagaimana."
"Mom," ucap Liam lirih.
Mrs Robinson langsung menoleh ke arah pintu.
"Eh Liam."
"Mommy maafkan Liam karena telah gagal menjadi seorang suami sekaligus kepala rumah tangga seperti yang diinginkan oleh mommy."
"Aku yang gagal menjadi seorang istri mom, dan bukan Liam jadi marahi saja aku dan jangan marahi Liam."
__ADS_1
"Anak - anakku, kalian berdua tidak gagal melainkan sedang mengalami sebuah ujian dalam rumah tangga. Lebih baik kalian berdua bicarakan semuanya bagaimana keputusannya."
"Liam..."