
Setelah itu Liam kembali pergi dan meninggalkan mereka berdua, sedangkan Jane kemudian menidurkan Ace di ranjangnya karena dari tadi sudah tidur terlelap di pengkuannya sembari meminum susu. Sebenarnya sedari tadi Liam masih berada di balik pintu dan sudah mendengar semua pembicaraan Jane di telepon. Liam masih tetap berusaha berpositif thinking setelah mendengar pembicaraan Jane tadi, meskipun hatinya terasa sakit. Liam kemudian duduk termenung di salah satu anak tangga rumahnya dan masih merasa tidak percaya dengan yang baru saja dia dengar.
Setelah itu dia pergi ke basement rumahnya untuk melepaskan rasa sakit hatinya itu, dan memilih untuk mengotak - ngatik motor kesayangannya yang sudah lama tidak dia kendarai. Liam lalu membawanya ke bengkel langganannya untuk di service. Tidak lama kemudian datanglah seorang montir yang merupakan teman Liam sendiri, dan dia merasa terkejut melihat kedatangan Liam ke bengkelnya setelah lama dia diberitakan menghilang. Dia lalu menghampiri Liam dengan sangat antusias sekali dan merasa bahagia karena Liam temannya itu sudah kembali.
Setelah itu Liam meminta dia untuk memperbaiki motornya, dan 2 jam kemudian semuanya telah selesai. Liam menyempatkan berbincang - bincang dengannya setelah lama tidak bertemu, serta membahas motor Liam juga. Disisi lain saat jam makan malam sudah hampir tiba, Ace mencari keberadaan ayahnya. Dia berlari kesana - kemari serta menyusuri beberapa lorong rumah untuk menemukan ayahnya. Saat dirinya sudah lelah mencari ayahnya, dia kemudian menangis dan berharap tiba - tiba ayahnya datang untuk menggendongnya.
Mrs Robinson yang tidak sengaja melewati sebuah lorong itu langsung bergegas menghampiri Ace yang sedang terduduk sembari menangis. Mrs Robinson kemudian menggendong Ace dan menenangkannya. Berulang kali Ace menangis sembari memanggil ayahnya, dan itu membuat Mrs Robinson langsung menghubungi Liam untuk memintanya agar segera pulang. Tidak lama kemudian terdengar suara motor Liam yang sudah memasuki basement rumahnya.
"Tuh lihat siapa yang pulang?" tanya Mrs Robinson berusaha menghibur hati kecil Ace.
"Daddy," panggil Ace lirih.
"Eh kenapa menangis heum?" tanya Liam saat menghampiri Ace.
"Daddy kemana saja? aku fikir daddy pergi lagi."
"Daddy tadi habis pergi ke bengkel untuk menservice motor, sudah jangan menangis sini daddy gendong."
"Daddy tidak akan pergi jauh lagi kan?" tanya Ace menatap Liam.
Liam tersenyum.
"Tidak, daddy tidak akan pergi meninggalkan Ace lagi."
"Janji?" tanyanya sembari mengacungkan jari kelingkingnya.
"Janji," ucap Liam mengaitkan jari kelingkingnya di jari Ace.
"Jane kemana mom?"
"Jane sepertinya sedari tadi ada di kamarnya."
"Oh begitu."
Liam kemudian pergi ke kamarnya sembari menggendong Ace.
*Ceklek.*
"Mmm sudah dulu ya."
"Sedang apa Jane?"
"Mmm tadi aku sedang berbincang dengan temanku, ada apa hubby?"
"Tidak ada apa - apa, sudah hampir jam makan malam ayo turun!"
"Baik hubby."
Mereka bertiga lalu turun ke bawah.
"Hai Liam junior," sapa Lian.
"Hai uncle Li."
"Pasti habis menangis, iya kan?"
Ace mengangguk.
"Nee uncle."
"Kenapa menangis? apa tidak dibelikan mainan oleh daddy heum?"
__ADS_1
"Tidak, daddy selalu memberikan mainan yang aku inginkan dan aku tadi menangis karena mencari daddy."
"Memangnya daddy kemana? ckckck daddy nakal sekali ya?"
"Tadi daddy habis pergi kemana?" tanya Ace kembali.
"Habis dari service motor," jawab Liam.
"Service itu apa dad?"
"Service itu memperbaiki sesuatu jika ada yang rusak agar bisa berfungsi seperti semula."
"Oh, motor daddy rusak ya?"
"Ya begitulah."
"Kenapa motor daddy rusak?"
Melihat Ace yang terus bertanya kepada ayahnya, membuat Lian tertawa karena dia merasa bahwa sepertinya adiknya itu sudah lelah untuk menjawab pertanyaan dari anaknya.
"Ssstt sudah jangan bertanya lagi!"
"Kenapa dad? kenapa aku tidak boleh bertanya lagi, dan kenapa motor daddy rusak?"
"Hahaha anakmu ternyata mirip sekali denganmu Li," ucap Lian mengejek.
"Sstt diam bodoh, jangan mengejekku."
"Jawab dad, jawab!!!" teriak Ace.
"Motornya lelah, jadi dia rusak."
"Iya, hufftt."
"Dia siapa dad, kenapa dia selalu berdiri disana?"
"Dia bodyguard yang akan membungkam mulutmu agar berhenti bertanya."
"Kenapa begitu? apa dia tidak lelah terus menerus berdiri disana?" tanya Ace lagi dan lagi.
"Mom!!" teriak Liam.
"Ada apa sayang, sampai berteriak seperti itu?" tanya Mrs Robinson menghampiri mereka.
"Daddy kenapa berteriak kepada grandmom?"
"Liam sudah merasa pusing mendengar Ace yang selalu bertanya mom," jawab Lian.
Seketika Mrs Robinson tertawa.
"Ya ampun sayang, harusnya kamu menjawabnya saja."
"Tapi dia terus bertanya saat aku sudah menjawabnya."
"Daddy, ayo nanti ajari aku menggambar."
"Baiklah."
Setelah itu mereka semua makan malam bersama, dan Ace selalu membuat suasana menjadi ramai karena tingkahnya yang menggemaskan. Terkadang mereka juga sampai tertawa kecil saat memperhatikan tingkah Ace. Setelah itu Ace sedang bermain bersama Mr Robinson di ruang tengah. Ace mengemudikan mobilnya berkeliling ruang tengah yang sangat luas dengan diawasi oleh Mr Robinson, dan tidak lama kemudian Mrs Robinson ikut bergabung bersama mereka. Jane dan Liam sedang berbincang di kamarnya mengenai keinginan Liam yang ingin ikut bergabung di cafe miliknya.
"Aku besok akan bekerja di cafe saja," ucap Liam yang sudah membulatkan tekadnya.
__ADS_1
"Kenapa tidak bekerja kembali di perusahaan?"
"Aku malas, apapun itu selalu dilimpahkan semuanya kepadaku meskipun aku tidak bersalah sama sekali dasar sialan."
Jane menghela nafasnya.
"Baiklah jika itu keputusanmu, aku sebagai istri hanya bisa mendukungmu saja."
"Kenapa kamu terlihat tidak senang dengan keinginanku itu?" tanya Liam merasa curiga.
"Tidak kok, aku justru merasa senang juga."
"Ekspresimu serta sorot matamu itu menunjukkan bahwa kamu sedang berbohong kepadaku, hufftt baiklah aku akan kembali bekerja di perusahaan setelah aku puas menata ulang cafeku."
"Iya."
Liam lalu berbalik dan menatap pemandangan luar dari balcony kamarnya.
"Aku selalu mengetahui suatu hal apapun meskipun kamu berusaha menyembunyikan kepadaku."
*Deg.*
"Ma-maksud hubby?"
"Lupakan saja mengenai ucapanku tadi, dan ingatlah peribahasa bahwa sepandai - pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga."
"Iya hubby."
Liam langsung melenggang pergi meninggalkan Jane untuk bermain dengan Ace.
"Daddy!!" teriak Ace merasa antusias.
"Hup jagoan daddy sedang apa?"
"Main mobil - mobilan dengan grandpa Jo dan juga grandmom."
"Oh begitu."
"Daddy belikan aku mobil sungguhan seperti milik daddy yang berjejer di basement rumah ini."
"Itu bukan punya daddy, itu punya grandpa Jo."
Ace langsung menatap Mr Robinson dengan wajah memelasnya.
"Grandpa Jo, belikan aku mobil sungguhan seperti milik grandpa."
"Kamu masih kecil Ace, besok kalau kamu sudah besar nanti grandpa Jo akan membelikan satu untukmu yang lebih bagus dari itu semua."
"Baiklah grandpa Jo."
"Mari kita tidur."
"Ceritakan dongeng dad."
"Okay."
Liam lalu menidurkan Ace, dan setelah itu dia pergi ke kamarnya namun Liam malah memilih untuk tidur di sofa.
"Hubby."
"Aku sedang malas," ucapnya dingin.
__ADS_1