
Liam kemudian kembali bermain game, sedangkan Jane menyusul Ace tidur. Ace terbangun sebentar dan merengek minta susu kepada Jane. Mendengar hal itu Jane langsung terbangun dan memberikan Ace susu. Jane lalu menatap Liam yang tengah asyik bermain game, yah dia memang selalu seperti itu jika sudah bermain game dan pastinya dia selalu lupa waktu.
Hal itulah yang terkadang membuat Jane kesal, karena jika dia mengganggunya pasti dia akan marah - marah tidak jelas. Jane kemudian mencoba mengetest Liam dengan cara menyuruh Ace untuk mengganggunya. Ace lalu bangun dan menghampiri Liam untuk menuruti perintah Jane.
"Daddy!!" teriak Ace menarik - narik baju Liam.
"Apa?" tanya Liam setelah melepas headsetnya.
"Ayo main."
"Ya sudah ayo kita main," ucap Liam menggendong Ace ke pangkuannya.
"Main apa?" tanyanya menatap Liam.
"Main ini saja, okay?"
"Okay."
Melihat hal tersebut Jane hanya bisa menepuk dahinya sembari menggelengkan kepalanya, karena ternyata Ace justru malah diajak Liam bermain game. Semakin lama bapak dan anak itu justru semakin asyik bermain game, alhasil Jane memilih untuk kembali tidur karena dicueki oleh mereka berdua. Rupanya Ace sangat senang bermain game di komputer milik ayahnya, dan dia juga sudah beberapa kali menang melawan musuh saat dia bermain bersama teman - teman ayahnya.
Justru hal itu semakin membuat Liam merasa bangga karena ternyata putranya mewarisi kemampuannya dalam bermain game. Liam lalu membiarkan Ace untuk bermain game bersama teman - temannya, sedangkan dirinya hanya memperhatikannya saja sembari memberikan arahan untuk anaknya. 1 jam telah berlalu, dan Liam langsung mematikan komputernya agar Ace tidak kecanduan bermain game. Liam lalu menggendong Ace dan membawanya ke luar agar dia bermain permainan yang lain.
"Siapa itu?" tanya Liam.
"Aunty Rosie," jawab Ace tersenyum.
"Pintarnya jagoan daddy."
"Eh Liam?" tanya Rosie merasa tidak percaya dengan yang dilihat olehnya.
"Rosie?"
Rosie lalu berlari menghampiri Liam dan memeluknya.
"Liam, kemana saja kamu? dompetku kering saat kamu tidak ada."
"Dasar adik durjana."
Rosie tertawa.
"Hahaha aku bercanda, eh kapan kamu pulang?"
"Tadi pagi, dijemput mommy."
"Oh begitu, sekarang kamu kurusan jadi tidak enak dipeluk."
"Hehe besok aku akan berolahraga serta mengembalikan tubuhku seperti semula agar kamu nyaman memeluknya."
"Siapp. Hai Ace, pasti baru bangun tidur?"
"Tidak aunty, tadi habis main game sama daddy."
Rosie lalu mencubit pinggul Liam.
"Dasar keterlaluan, kamu malah mengajari Ace main game."
"Hahaha sekali - kali kan tidak apa - apa."
"Nanti pasti akan dimarahi oleh eonni jika kamu ketahuan mengajari Ace bermain game."
__ADS_1
"Tenang saja hahaha."
"Sini aunty gendong."
Ace menggeleng.
"Tidak mau, maunya dengan daddy karena Ace sudah bertemu dengan daddy."
"Iya sudah kalau tidak mau."
"Daddy ayo jalan - jalan keluar!"
"Jalan - jalan kemana?"
"Di taman belakang."
"Hei tidak usah, jalan - jalan di taman depan saja."
"Ayolah dad, di taman belakang."
"Ya sudah."
Liam lalu berjalan ke taman belakang rumahnya dengan perasaan takut karena di taman itu banyak sekali tanaman kesayangan Mrs Robinson, dan jika Ace memetik salah satu bunga ataupun daun di sana pasti nanti Mrs Robinson akan mengamuk. Sesampainya disana Liam lalu menurunkan Ace dan membiarkan Ace berlarian di taman belakang, karena dia tahu jika putranya itu sangat senang sekali berlarian kesana kemari seperti kincir angin. Liam kemudian menemui Mrs Robinson yang sedang mengurus beberapa bunganya.
"Sedang apa mom?" tanya Liam.
"Mommy sedang mengurus bunga - bunga mommy serta membuang daun yang sudah mulai kering."
"Oh begitu."
"Ace dan Jane kemana?"
"Oh begitu. Besok kalau ada apa - apa katakan saja kepada mommy dan jangam dipendam sendirian, mommy sangat sedih saat mengetahui bahwa kamu tiba - tiba menghilang seperti kakakmu."
"Iya mom maafkan Liam, karena sudah berbuat seperti itu dan juga mempermalukan mommy di depan orang tua Jane."
"Mommy sudah memaafkan Liam dari dulu dan bahkan seharusnya mommy yang meminta maaf kepadamu, lagipula karena ini juga kamu kehilangan moment untuk melihat Ace belajar berjalan."
"Iya sih mom namun masih banyak moment keren yang mungkin saja tidak akan Liam lewatkan sama sekali."
"Iya sayang, tuh lihat anakmu sudah berlarian kesana kemari."
"Iya mom, Ace memang sangat suka sekali berlari dan bertanya."
"Daddy!!" teriak Ace sembari berlari menghampiri Liam.
"Hei jangan berlarian seperti itu nanti kamu jatuh!" ucap Liam memperingatkan Ace.
*Brughh.*
*Huwaaa.* Ace terjatuh dan menangis.
Liam dan Mrs Robinson langsung berlari menghampiri Ace.
"Cup cup cup sayang," ucap Mrs Robinson yang tengah menggendong Ace.
"Jagoan tidak boleh menangis," ucap Liam menambahkan.
"Daddy sakit," ucap Ace merintih kesakitan.
__ADS_1
"Iya nanti diobati."
"Daddy huwaa."
Ace yang melihat Jane datang langsung tiba - tiba berhenti menangis, dan langsung mengusap air matanya sendiri.
"Daddy gendong," ucap Ace.
"Ace ayo mandi dulu, sudah sore nanti kamu kedinginan!"
"Nee eomma," ucapnya lalu berjalan menghampiri Jane.
"Li, mommy ingin berbicara sebentar denganmu."
"Oh baik mom."
Liam lalu duduk di kursi taman bersama dengan Mrs Robinson, dan saat itu juga dia langsung mengatakan kepada putranya mengenai Jane yang sebenarnya serta bagaimana Jane dulu memperlakukan Ace. Mrs Robinson bisa mengetahui itu semua karena dia dahulu pernah diberitahu oleh Mrs Kim. Sontak Liam langsung terkejut setelah mendengar hal tersebut sekaligus merasa tidak percaya dengan sikap Jane tersebut.
"Pantas saja Gita waktu itu mengatakan bahwa Ace ingin dititipkan di panti asuhan, dan karena hal itulah yang membuat Liam kembali ke rumah ini agar Ace tidak jadi dititipkan disana."
"Maka dari itu Liam, mommy mohon tolong selalu dampingi Jane seperti dahulu agar kejadian ini tidak kembali terjadi."
"Baik mom, Liam akan selalu mendampingi Jane."
"Jadi single mother itu tidaklah mudah, maka dari itu kesehatan mental Jane menjadi berubah saat kamu pergi meninggalkannya waktu itu. Jane menjadi lebih sering marah - marah karena emosinya tidak terkendali, kasihan Ace yang selalu menjadi pelampiasan emosinya."
"Iya mom."
"Sudah sana mandi dulu!"
"Baik mom."
Liam lalu pergi ke kamarnya dan menghampiri Jane yang sedang memandikan Ace. Beberapa jam kemudian saat malam hari, Liam sedang membacakan dongeng sebelum tidur untuk Ace.
"Daddy, lebih besar harimau atau dinosaurus?"
"Lebih besar dinosaurus."
"Oh begitu, dad ayo kita pelihara dinosaurus saja."
"Sekarang dinosaurus sudah tidak ada."
"Kenapa bisa tidak ada?"
"Karena sudah punah terkena meteor."
"Oh ya dad, aku punya teman baru."
"Siapa?"
"Namanya Ibra, anaknya tante Gita."
"Oh begitu, baguslah."
"Daddy mengenal tante Gita?"
"Tentu saja daddy mengenalnya, kan tante Gita itu teman daddy juga."
"Oh."
__ADS_1