
Yeppa dan Reina saling tatap mereka merasa kasian dengan yunna
"Ka jangan sedih"Ucap Reina
Yunna duduk dan bersandar di punggung ranjang
"Lebih baik sekarang kalian juga istirahat,kaka sudah mengantuk ini"Ucap Yunna bohonh
"Gak ka kami bakal disini temanin kaka"Ucap Yeppa
"Kalian besok sekolah kan?"Tanya Yunna
Reina dan Yeppa mengangguk
"Nah sekarang kalian balik kekamar kalian!istirahat biar besok gak ngantuk disekolah"Ucap Yunna
"Tapi ka kami mau nemanin kaka disini siapa tau kaka butuh telinga kami untuk bercerita"Ucap Reina
Tanpa pikir panjang yeppa langsung melompat diatas ranjang Yunna dan langsung menyelimuti dirinya
"Aku ngantuk mau tidur"Ucap Yeppa
Reina juga mengikuti yeppa tapi Reina memeluk yunna dari samping
"Jangan suka bersedih ka!nanti ponakkan aku juga sedih"Ucap Reina
Yunna mengelus kepala Reina dengan lembut
"Iyah kaka gak sedih lagi"Ucap Yunna sambil tersenyum
Yeppa merasa cemburu melihat kakanya mengelus rambut Reina,Yeppa langsung bangkit dan memeluk yunna dari samping
"Aku sayang ka yunna seorang"Ucap Yeppa
Yunna tersenyum melihat tingkah yeppa karena yeppa bukan orang yang mudah mengatakan sayang kepadanya
"Kaka sayang kalian"Ucap Yunna
Yunna sudah tertidur tapi tidak dengan yeppa dan Reina mereka hanya pura-pura tertidur
"Reina kamu udah tidur belum?"Tanya Yeppa dengan bisik-bisik
Reina melirik yeppa dan menganggukkan kepalanya
"Iya yep gak bisa tidur"Ucap Reina
"kita kekamar kita yu"Ajak Yeppa
"Yuk"Ucap Reina dan bangkit secara perlahan agar tidak membangunkan yunna begitupun juga dengan Yeppa
Ketika Mereka ingin membuka pintu mereka langsung melotot melihat Rein sudah berada didepan pintu kamar Yunna menggunakan kursi Roda yang didorong oleh papah Khalid
"Kaka!"Ucap Reina dan Yeppa bersamaan
Rein tersenyum dan celingak-celinguk lirik kearah kamarnya
"Istriku mana?apa dia sudah tidur?"Tanya Rein
Yeppa dan Reina hanya mengangguk mereka benar-benar kaget dengan kedatangan Rein
Flashback on
Rein benar-benar frustasi sebab pihak rumah sakit melarangnya pulang karena Rein belum di izinkan pulang
"Izinkan saya pulang!"Ucap Rein
__ADS_1
"Tidak bisa tuan muda sebab kesehatan tuan muda masih belum benar-benar fit"Ucap Dokter
Mamah Raisya terus menenangkan Rein
"Sayang pikirkan kesehatanmu sekarang"Ucap Mamah Raisya
Rein menarikkan nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar
"Mah istriku dirumah membutuhkan ku!cukup satu bulan mah dia tanpa aku apalagi dia sekarang sedang hamil anakku"Ucap Rein
Mamah Raisya merasa prihatin kepada anak sulungnya ini
"Tapi sayang!jika kamu sakit lagi bagaimana?"Ucap Mamah Raisya
Rein tidak menghiraukan ucapan sang mamah dan kembali menatap dokter dengan tatapan membunuhnya
"Jika saya tidak diizinkan pulang sekarang saya pastikan besok rumah sakit ini akan saya robohkan berserta dengan anda"Ucap Rein dengan tegas
Mamah Raisya melotot mendengar ucapan Rein yang mengancam dokter sedangkan Papah Khalid hanya tersenyum dengan bangga dia seperti benar-benar melihat dirinya didiri Rein
"Dokter lebih baik ikuti saja ucapan tuan muda songong ini!apakah anda mau anda mati dengan konyol hanya karena melarangnya pulang?"Ucap Papah Khalid dengan santay
Dokter menelan liurnya dengan susah payah
"Oke!!saya akan mengijinkan tuan muda pulang tapi jika terjadi apa-apa ini bukan salah saya tuan karena saya sudah melarang tapi anda tidak mau mendengar!"Ucap dokter
Rein menatap dokter dengan wajah datarnya dan tersenyum sinis
"Banyak bicara!lebih baik sekarang anda urus semuanya sebelum saya benar-benar akan menghancurkan anda"Ucap Rein
Dokter semakin ketakutan dan langsung pergi meninggalkan Ruangan Rein
Flashback off
Rein masuk kedalam kamar Yunna dibantu oleh Reina dan yeppa yang mendorong kursi roda Rein melihat wajah damai istrinya
Yeppa dan Reina pun keluar dari kamar meninggalkan Rein bersama dengan yunna
Rein terus menatap wajah yunna dan membelai rambutnya dengan lembut
"Sayang maafkan aku jika aku tadi telah menyuruhmu pulang"Ucap Rein
Rein benar-benar merasa bersalah karena telah mengusir istrinya dan membuat yunna sedih
Rein terus saja mengelus wajah yunna
"Sayang aku tidak akan lagi pergi dan membiarkan mu sendiri lagi"Ucap Rein
"Aku sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri"Ucap Rein dengan suara gemetar menahan tangisnya dan tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya
Rein mengelus perut yunna
"Anak papi!sehat-sehat yah diperut mami!papi akan menjaga kalian"
"Anak papi juga jangan menyusahkan mami kasian maminya!anak papi harus kuat biar nanti kalau udah keluar dari perut mami kita godain maminya yah jadi patner papi"Ucap Rein sambil terkekeh
Rein menaruh kepalanya disisi ranjang dan menangis disitu
Rein menangis sambil sesegugukkan dan dia merasa ada yang mengelus rambutnya dia pun melongak dan ternyata yunna mengelus rambutnya,,Sebenarnya yunna sudah terbangun sejak Rein masuk tadi tapi dia pura-pura tidur dan dia pun mendengar semua ucapan Rein
"Hubby kamu cengeng!"Ucap Yunna sambil terkekeh
Rein menggenggam tangan yunna dan menciumnya
"Aku mencintaimu"Ucap Rein
__ADS_1
Yunna tersenyum
"Aku juga cinta sama hubby"Ucap yunna
Yunna pun bangkit dari tidurnya dan duduk disisi rajang menghadap Rein dan menghapus air mata Rein
"Hubby kenapa pulang?kan hubby masih belum boleh pulang kan?"Ucap Yunna
"Sayang sini duduknya!"Ucap Rein sambil menepuk pahanya
Yunna menggelengakan kepalanya
"Sini"Ucap Rein sambil menarik tangan yunna
Akhirnya yunna pun duduk dipangkuan Rein
"Nah kan enak aku ceritanya"Ucap Rein sambil merapikan rambut yunna
"Sekarang jawab hubby!kenapa hubby bisa disini"Ucap yunna
"Aku gak tenang sayang apalagi kamu tadi kan sedih karna ku suruh pulang"Ucap Rein
Yunna hanya tersenyum kecut
"Maafkan aku yah sayang!"Ucap Rein
Yunna menganggukkan kepalnya
"Hubby.."Ucap yunna dengan manja
Rein tersenyum dan mengelus rambut yunna dia paham jika yunna sudah memanggilnya dengan nada manja pasti akan ada sesuatu yang diinginkan yunna
"Kamu mau apa?"Tanya Rein
Yunna tertawa kecil
"Kok hubby tau?aku mau apa?"Tanya Rein
Rein mencubit hidung yunna
"Ya karna kamu istriku dan aku hapal betul sifat istri cantiku ini"Ucap Rein
Wajah yunna seketika memerah karena dipuji cantik oleh Rein
Rein tertawa kecil dan menusuk-nusuk pipi yunna dengan telujuknya
"Sayang pipimu merah!"Ucap Rein
Yunna memegang pipinya dan untuk menutupi pipinya
"Hubby ih"Ucap yunna
Rein geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya
"Tadi kamu mau apa sayang?"Tanya Rein
"Ah iya aku sampai lupa"Ucap yunna
"Hubby elus perutku"Ucap Yunna sambil mengalungkan tanganya dileher Rein
Rein tersenyum
"Cuma itu permintaanmu?"Tanya Rein
"Iyah"Ucap yunna
__ADS_1
Rein pun mengelus perut yunna sambil berbicara kepada calon anaknya,,yunna merasa menjadi wanita paling bahagia karena sekarang dia sudah hamil dan Rein juga sudah berada disisinya lagi