
Mereka pun memakan kue buatan Yunna,Ange dan juga Vina
"Bagaimana rasanya?"Ucap Angel menanyai Indra
"Enak Honey"Ucap Indra sambil memasukan muffin kedalam mulutnya dan Angel menjadi senang
Vina dari tadi terus menatap Ical karena Ical memakan pudding buatan tapi tidak berbicara apapun
"Baby kenapa diam saja?gak enak yah"Ucap Vina
"Kata siapa by?aku diam Karena menghayati rasanya yang sangat enak"Ucap Ical
Vina memeluk Ical dari samping karena senang ical menyukai pudding buatannya
Berbeda dengan Rein Yunna hanya menyiapkan untuk Reina tidak untuknya karena dia kesal dengan Rein
"Sayang brownies untuk ku mana?"Ucap Rein dengan wajah melasnya
"Itu"Ucap Yunna menunjuk brownies yang belum dipotong
"Potongin yang"Ucap Rein
"Potong sendiri!"Ucap Yunna dengan cueknya
Rein pun meraih brownies itu dan langsung memakannya dengan sendok tanpa dipotong membuat Yunna menahan tawanya melihat tingkah suaminya
"Hm brownies Kaka enak banget"Ucap Reina
"Makasih"Ucap Yunna
"Ini buatan mu nona?"Ucap Erlangga
Yunna menganggukkan kepalanya
"Enak sekali boleh aku tambah"Ucap Erlangga
"Boleh silahkan"Ucap Yunna
"Woy jaga sikapmu jangan mengambil kesempatan kau"Ucap Rein kepada Erlangga
Yunna mencubit pinggang Rein
"Aduh yang sakit"Ucap Rein
"Rasain"Ucap Yunna
Rein memanyunkan bibirkannya dan memasukkan kue kedalam mulutnya dengan kesel
DOR!!
Bunyi tembakan beberapa kali membuat mereka kaget
"Apa itu?"Ucap Ical
"Biar ku lihat!"Ucap Indra,Angel menarik baju Indra terlihat kekhawatiran dimatanya
"Aku hanya sebentar dan aku akan kembali"Ucap Indra dan mengelus rambut Angel
"Aku ikut!"Ucap Rein
"Hubby!"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan mencium rambut Yunna
"Aku akan ikut!"Ucap Erlangga
"Oke!Cal bawa para wanita masuk kedalam kamar ku dan kunci mereka pasti Aman Karena kamarku anti peluru"Ucap Rein
__ADS_1
Ical mengangguk
"Hubby hati-hati lah"Ucap Yunna dengan khawatir
"Aku akan kembali dan menghabiskan kue buatan mu sayang"Ucap Rein
Rein,Indra dan Erlangga pun pergi untuk melihat keadaan diluar dan benar saja banyak bodyguard terdampar Karena tertembak
"Ada apa ini?"Ucap Rein
"Ada yang menembaki secara membabi buta tuan dan bahkan kami dari tadi belum menemukan pelakunya karena gelap"Ucap Bodyguard
Dari kejauhan dia membedik Rein
"Matilah Kau Rein!"Ucap Nya
Dor!
Indra mendorong Rein dan mereka berdua terjatuh dilantai dengan cepat Indra berdiri dan menembak kearah peluru datang
"Kau tidak papa Rein?"Ucap Erlangga
Rein berdiri dan mengeluarkan pistolnya
"Aku tidak papa"Ucap Rein
"Kita harus waspada"Ucap Indra
"Tuan lebih baik kalian menjaga para nona didalam aku kurang yakin jika mereka hanya mengincar Tuan muda saja"Ucap Bodyguard
"Baiklah Rein kau dan Erlangga menjaga didalam biar aku disini sendiri dan aku juga akan menghubungi bodyguard yang ada di pulau untuk cepat kesini"Ucap Indra
"Baiklah aku percaya dengan mu"Ucap Rein dan berlalu pergi
Rein pun masuk dan benar saja didalam sudah ada tiga orang bertopeng dan membawa senjata menuju kamar Rein dimana para wanita berada
Rein langsung menembak salah satu dari mereka dan tepat mengenai kepala nya,Mereka kaget dan langsung mengacung kan pistolnya kearah Rein dan Erlangga
Rein tersenyum jahat membuat nyali mereka menciut karena tau siapa Rein sedangkan Erlangga dia kagum dengan Rein
"Siapa yang menyuruh kalian?"Ucap Rein
"Tidak penting siapa yang menyuruh kami"Ucap Nya
"Baiklah aku akan membuatmu sama seperti temenmu itu"Ucap Rein
Dengan kelicainya Rein bisa melesatkan satu tembakan dengan sangat cepat tepat mengenai matanya orang itu dan tersisa satu lagi
Dia semakin ketakutan membuat Rein tersenyum puas
"Jika kau mengakatan siapa yang menyuruh mu aku akan membuat matimu nyaman"Ucap Rein
"Jika aku harus mati lebih baik aku mati ketimbang memberi tahumu"Ucapnya
"Mau kita apain nih?"Ucap Erlangga
Dor!
Orang itu menembak Erlangga tapi karena tangan bergemetar hebat jadi tembakannya meleset dan mengenai lengan Erlangga
Rein langsung menembak orang itu sebanyak tiga kali
"Kau tidak apa?"Ucap Rein
Erlangga meringis sambil memegangi luka tembakannya
Rein pun merobek bajunya dan mengikat tangan Erlangga
__ADS_1
"Tunggu sini aku mau panggil Ical"Ucap Rein
Erlangga menganggukkan kepalanya
"Sayang buka ini aku"Ucap Rein sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarnya
Pintun pun terbuka dan Yunna langsung memeluk Rein
"Kamu gak papa kan hubby,aku takut kamu kenapa-napa"Ucap Yunna
"Aku tidak papa tapi Erlangga yang terluka"Ucap Rein
"Cal tolong dia"Ucap Rein
"Aku tidak bisa menolong nya kita bawa kerumah sakit saja"Ucap Ical
"Tunggu tapi keadaan diluar belum aman"Ucap Rein
"Tapi kau bisa kan membuat pendarahannya berhenti"Ucap Rein
"Ya aku bisa"Ucap Ical
"Oke kalian masuk lagi aku biar aku lihat keluar"Ucap Rein
"Jangan hubby"Rengek
"Hei aku keluar ingin melihat keadaan saja biar kita bisa membawa Erlangga ke rumah sakit"Ucap Rein
"Aku takut"Ucap Yunna
"Aku janji aku akan kembali"Ucap Rein
Yunna menganggukkan kepalanya
Rein dan Ical pun membawa Erlangga masuk kedalam Kamar Rein setelahnya dia keluar menyusul Indra
"Bagaiaman ndra?"Ucap Rein
"Semuanya aman karena mereka melarikan diri?bagaimana denganmu?"Ucap Indra
"Aku baik-baik saja tapi Erlangga tertembak tadi ada tiga orang yang masuk dan mereka membawa senjata"Ucap Rein
"Tapi mereka sudah kutembak mati"Ucap Rein
"Karena bodyguard banyak yang tewas membuat pengawasan menjadi lemah"Ucap Indra
"Incaran mereka kau Rein"Ucap Indra
"Ya aku tahu"Ucap Rein
"Cepat siapkan mobil kita bawa Erlangga kerumah sakit"Ucap Rein
"Baik"Ucap Indra
Erlangga pun dibawa oleh bodyguard kerumah sakit tapi semuanya tidak ada yang ikut karena permintaan Erlangga ditakutkan mereka akan menyerang lagi
Yunna terus saja memeluk Rein dia benar-benar suaminya akan terluka seperti 2 tahun yang lalu
"Sayang kenapa memelukku begitu erat aku menjadi sesak jika seperti ini aku bisa mati ditangan mu"Ucap Rein
Yunna melemahkan pelukkan tapi masih enggan melepasnya membuat Rein tertawa dan megelus kepala Yunna
"Untung kita semua selamat tidak ada terluka kecuali Erlangga"Ucap Indra
"Tapi kenapa mereka lebih memilih mati ketimbang memberitahu?"Ucap Ical
"Karena memberitahu atau tidak mereka akan tetap mati"Ucap Indra
__ADS_1
Mereka semua diam suasana dirumah Rein masih tegang bahkan Reina diam sejak tadi,Vina dan Angel juga begitu