
Rein melepas ciumannya dan dia tersenyum menatap istrinya
"Aku mencintaimu dan juga anak diperutmu sayang"Ucap Rein
"Aku juga hubby"Ucap Yunna
Indra masuk bersama Raksa dan Ical
"Bagaimana keadaanmu"Ucap Ical
"Aku sangat parah bahkan aku masih tidak bisa berjalan sekarang"Ucap Rein tanpa menatap ical karena tatapan hanya ke yunna
"Oy aku yang berbicara padamu kenapa kau tidak menatapku"Ucap Ical kesal
"Memangnya penting aku harus menatapmu?"Ucap Rein
Yunna mencubit Pinggang Rein membuat Rein tertawa kecil
"Kalau berbicara tatap lawan bicaramu bukankah itu yang pernah kau ajarkan padaku dulu?"Ucap Yunna dengan pelan
Rein menatap malas ke ical
"Wajahmu membosan kan cal aku ingin muntah melihatnya"Ucap Rein
"Aku memang tidak setampan dirimu tapi aku masih termasuk dokter tertampan di RS Baskoro"Ucap Ical
Indra menatap Ical membuat ical diam Raksa yang melihat itu menahan tawanya
"Apakah separah itu Rein?bahkan sebenarnya aku ingin membidik jantungmu biar kau mati saja aku sudah bosan memiliki bos bucin sepertimu"Ucap Indra
"Kau memang gila Ndra kau ingin membunuhku?"Ucap Rein dengan kesal
__ADS_1
"Jika membunuhmu bisa membuatku senang mungkin iya, tapi nyatanya menembakmu seperti imi membuatku menyesal"Ucap Indra dan berjalan mendekati Rein
Rein diam dan menatap indra dengan serius
"Terima kasih!"Ucap Rein
"Aku paham maksudmu menembakku"Ucap Rein
Raksa dan Ical saling tatap mereka benar-benar bingung
"Ditembak kok terima kasih ka?"Ucap Raksa
"Diamlah kalian anak kecil mana paham!"Ucap Indra
"Oy oy apaan ini aku seumuran dengan Rein bagaimana bisa menyebutku anak kecil"Ucap Ical dengan kesal
Indra tak menghiraukan ucapa adiknya
"Hubby bagaimana bisa kau masih terluka dan malah memikirkan pulang"Ucap Yunna
"Aku rindu para adik kita sayang"Ucap Rein
"Aku juga ka!"Ucap Raksa dan tersenyum
Yunna tertawa kecil
"Jangan membuatmu terlalu berharap raksa aku tidak terlalu percaya jika adik nakalku akan menerimamu"Ucap yunna
"Aku akan berjuang ka"Ucap Raksa
"Raksa!Diantara Yeppa dan Reina aku pasti akan memilih Reina karena dia lebih kalem ketimbang Yeppa karena dia itu biang onar"Ucap Ical
__ADS_1
"Memang ka tapi karena itu dia beda"Ucap Raksa dan tersenyum
"Benar juga sih"Ucap Ical dan membayangkan wajah Vina
"Cepat urus ndra aku benar-benar tidak nyaman disini"Ucap Rein
"Hubby kamu harus sembuh total baru kamu boleh pulang"Ucap Yunna
"Jika bersamamu aku sudah bisa sembuh lebih cepat dari pada dirumah sakit ini"Ucap Rein
Yunna tersipu malu dan wajahnya pun juga memerah
"Rein kenapa harus pulang cepat,bagaimana jika liburan saja disini,nanti aku akan menjemput para adik dan juga para sahabat nona"Ucap Indra
Rein menatap Yunna
"Bagaimana?mau pulang atau berlibur?"Ucap Rein
"Berlibur saja hubby,negara ini kan negara kesukaanku"Ucap Yunna
"Baiklah kamu Ratunya"Ucap Rein dan Tersenyum
Indra pun pergi menuju bandara dan ingin menjemput para adik dan para sahabat Yunna tentunya ical dan Raksa akan ikut karena mereka sama-sama ingin menjemput pujaan hati mereka
"*Yeppa aku sangat menyukaimu bahkan kau menolakku beribu kali pun aku akan tetap bertahan"Ucap Raksa dalam hatinya
"Vina kaka sudah mengizinkanku untuk menikahimu tapi kenapa kau selalu menolakku?"Ucap Ical dalam hatinya
"Angel ku harap kau bisa membuka hatimu untukku,aku benar-benar jatuh cinta padamu"Ucap Indra dalam hatinya*
Ketiga pria itu hanyut dalam pikiran mereka masing-masing sampai mereka tertidur dan sampai pesawat mereka lepas landas
__ADS_1