
Yunna keluar kamar mandi hanya memasang wajah cemberutnya karena masih kesal dengan Rein yang tak mengijinkannya berendam sedangkan Rein hanya senyum-senyum melihat istrinya kesal
"Sayang..."Panggil Rein dengan lembut tapi yunna masih saja diam tak menghiraukan panggilan Rein
Rein pun mendekati istrinya yang duduk diatas ranjang sambil memainkan ponselnya
"Sayang jangan ngambek gitu dong,kita kebawah yu mau lihat kejutan ku gak?"Rayu Rein
Yunna langsung menatap Rein dengan intens tapi masih dengan ekspresi datarnya
Rein tersenyum dan menyubit kecil hidung yunna
"Jangan ngambek gitu dong sayang"Ucap Rein
"Senyum dikit dong"Suruh Rein
Yunna tak bergeming masih setia dengan wajah datarnya
Rein pun menarik ujung bibir yunna agar bisa tersenyum
"Tarik dikit..tarik dikit.."Ucap Rein yang masih terus menarik ujung bibir yunna
Yunna menahan tawanya melihat tingkah Rein didepan matanya
"Tarik dikit joss!"Ucap Yunna sambil tertawa yang sudah tak tertawan lagi
"Bukan sayang tapi buka dikit jos"Ucap Rein yang ikut tertawa
Rein pun juga ikut senang dengan istrinya sudah tak cemberut lagi
"Ada pelangi disenyummu dan bahkan mengalahkan pelangi itu"Ucap Rein sambil tersenyum
Wajah yunna memerah mendengar gombalan Rein
"Gombal sekarang ya hubby"Ucap yunna sambil mencubit paha Rein
"Sakit yang dan hati-hati kalau cubit!kalau naik atas belok kiri bisa-bisa kamu nyubit tower"Ucap Rein dengan senyum nakalnya
Yunna menatap jengah suaminya
"Pikiran nya itu mulu gak paham aku"Ucap Yunna sambil bangkit dan menuruni ranjang
Rein hanya terkekeh dan mengikuti langkah yunna dari belakang
Yunna menoleh menatap Rein dengan tatapan kesal
"Ngapain?"Tanya yunna dengan ketus
Rein tertawa kecil
"Mengikuti mu memang nya ngapain?"Ucap Rein
Yunna kembali berjalan tapi langkahnya terhenti karena Rein menarik tangan yunna
"Sayang mau kemana sih?kan aku mau kasih hadiah kelulusan mu"Ucap Rein
Yunna menatap Rein sambil memiringkan kepalanya
"Hadiah?apa?"Tanya yunna dengan santai
"Rahasia dong"
"Tutup mata yah"Suruh Rein sambil mengambil sapu tangan dan menutupkannya di matanya yunna
"Gelap Wey"Ucap Yunna sambil tertawa kecil
Rein tertawa kecil dan langsung mengangkat tubuh yunna gaya bridal style
"Ai aku terbang"Ucap yunna dengan nada bercanda
Rein menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya
"Udah gak marah lagi nih sayang?"Tanya Rein
"Gak bisa diam amat sih"Ucap Yunna
"Gelap Hubby"Ucap Yunna
"Namanya juga mata ditutup ya gelaplah!lebih baik diam jangan banyak ngomong"Ucap Rein
Yunna tertawa kecil
Rein pun membawa yunna kebawah menuju hadiah yang sudah dia siapkan untuk yunna
Rein dan yunna melewati dapur dan sitta pun melihat keromantisan para majikkannya hatinya menjadi hangat
"Romantisnya manjikkan ku bikin iri aja,bikin rindu suami"Ucap Sitta
Sitta menepok jidatnya karena mengingat sesuatu
"Ai kan bisa video call aja itu aja lupa"Ucap Sitta sambil mengambil ponselnya
Rein dan yunna sudah sampai ketempat hadiah itu berada,Rein menurunkan yunna dan membuka penutup matanya
"Taraaa........"Ucap Rein dengan sumringah
__ADS_1
Yunna mengerutkan alisnya dan tersenyum melihat hadiah yang diberikan Rein
Rein memberikan motor Astrea kepada yunna yang sudah dihias sedemikian rupa seperti acara lomba hias sepeda motor olehnya dan juga dibantu dengan para adiknya
"Kamu yang hias ini hubby?Lucu sekali"Ucap Yunna sambil tersenyum
Rein meraih pinggang ramping yunna agar lebih mendekat dengannya dan mencium kening yunna
"Iyah aku bangun pagi sekali karena kata yeppa kamu itu kalau ada acara apalagi dipagi hari dan harus menggunakan make up kamu selalu bangun jam 3 pagi jadi aku bangun jam 12 malam"Terang Rein
Yunna menatap Rein
"Jadi ketika aku mencarimu kamu diberada digerasi waktu itu sambil menghias motor ini?Sampai pagi?"Ucap yunna
Rein menganggukkan kepalanya
"Kamu ada-ada hubby pasti ini semua bukan ide kamu kan?"Tanya yunna
Flashback on
Rein sedang duduk diruang kerjanya sambil melamun karena memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan kepada Yunna
"Hadiah apa yang cocok untuk istri ku?"
"Mobil?"
"Rumah?"
"Tas branded?"
"Aduh apa tuhan bisa stres aku"Ucap Rein sambil mengacak-acak Rambutnya
"Butuh pencerahan ini"Ucap Rein
Lama dia berpikir dan seketika wajahnya berbinar-binar ketika mengingat orang yang akan bisa membantunya
"Para adik!pasti mereka bisa membantuku"Ucap Rein dengan senyum sumringahnya
Rein keluar dari ruang kerjanya menuju kamar para adiknya
Rein sudah ada depan kamar Reina dan Yeppa dia pun mengetuk kamar itu
Tok..tok...tok...
Lama dia mengetuk dan pada akhirnya pintupun terbuka dan yang membukakan Yeppa dengan wajah menggunakan masker
Rein sontak kaget dan langsung mengelus dadanya
"Astaga de muka di ijo-ijo in gitu?"Ucap Rein sambil mengelus dadanya
"Ini masker ka"Ucap Yeppa dengan susah
"Kaka boleh masuk ada yang ingin kaka bicarakan dengan kalian masalah istriku"Ucap Rein dengan pelan kalau yunna mendengar ucapannya
Yeppa mengangguk dan mempersilahkan Kakanya masuknya
Reina sedang menonton drakor diatas ranjang dan tak lupa cemilan ditanganya ketika dia melihat kakanya masuk dia pun langsung menghentikan aktivitasnya
"Kaka?tumben kesini pasti ada maunya"Ucap Reina yang tau maksud kedatangan kakanya
Rein cengengesan sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal
"Reina kaka Rein datang bukanya disuruh duduk malah gituin"Omel yeppa
"Yah maskerku pecah,Ya sudah aku cuci muka dulu"Ucap yeppa dan berjalan meninggalkan Rein dan Reina menuju kamar mandi
Rein mendudukkan dirinya dipinggir ranjang para adiknya
"Kaka kesini mau minta pendapat kalian soalnya kan 3 hari lagi istriku akan wisuda tapi aku binggung ingin memberikan hadiah apa"Ucap Rein
Reina diam dan menatap pintu kamar mandi yang dimasukki oleh yeppa tadi
"Tunggu ka kita harus tunggu ahlinya dulu karena yeppa lebih ahli dalam hal ini"Ucap Reina
Rein mengerutkan alisnya"Kan kamu sama saja Reina?"Ucap Rein
Reina cengengesan
"Hehe kaka kan tau aku gak berpengalaman dalam hal ini jadi aku gak tau jadi kita tunggu yeppa"Ucap Reina
"Memangnya Yeppa berpengalaman de?"Tanya Rein
"Beh jangan ditanya ka dia itu wawasannya luas dalam beginian tapi kalau dalam pelajaran Masyaallah" Ucap Reina sambil tertawa
Rein geleng-geleng kepala melihat tingkah adik kandungnya ini
Rein dan Reina pun menunggu yeppa yang masih didalam kamar mandi
Yeppa pun keluar dengan wajah yang sudah bersih dan lebih segar
"Glowing gak?"Tanya Yeppa pada Reina
"Glowing lah masa nggak"Ucap Yeppa menjawab pertanyaan sendiri sambil tertawa
Reina mengacungkan kedua jempolnya kepada yeppa
__ADS_1
"Beh glowing banget yeppa kalah tuh lampu kamar kita"Ucap Rein sambil tertawa
Yeppa pun juga ikut tertawa dan menduduk dirinya diatas ranjang
"Kamu kira mukaku apaan?"Ucap Yeppa sambil tertawa kecil
Yeppa pun menatap Rein yang masih setia diduduk ditepi ranjang
"Kaka masih disini gak sadar aku"Ucap Yeppa sambil terkekeh
"Pasti kaka bingung mau ngasih hadiah apa buat ka yunna kan?alah bisa tebak ka!"Ucap Yeppa sambil mengibaskan tanganya
Rein dan Reina saling tatapan karena yeppa bisa mengetahui maksud kedatangan Rein
Yeppa melihat ekspresi kaka beradik didepannya ini pun langsung tertawa kecil
"Pasti bingung tau dimana kan?ya aku tadi denger sebelum masuk kekamar mandi"Ucap Yeppa sambil tertawa
Rein dan Reina menatap jengah kearah Yeppa sedangkan yeppa hanya tertawa kecil
Rein menarik napasnya
"Jadi apa yang harus kaka kasih yeppa?"Tanya Rein
"Kaka kan banyak duit masa iya bingung ngasih apaan buat ka yunna"
"Kasih yang mahal ka!"Ucap Reina memberi saran
Yeppa menatap Reina
"Ka yunna bukan orang yang suka hadiah yang mahal Reina,dia lebih menyukai kesederhanaan ketimbang kemewahan"Ucap Yeppa dengan Serius
"Nah maka itu kaka minta pendapat kalian"Ucap Rein
Yeppa dan Reina mulai berpikir hadiah apa yang sesuai untuk yunna
"Ka yunna suka gak naik motor?"Tanya Reina
Rein mulai mengingat
"Suka!Kaka pernah janji sama dia bakal bawa dia naik motor lagi"Jawab Rein
"Tapi kak yunna gak suka kemewahan kan?"Tanya Reina
"Maksudnya?"Tanya Rein yang tidak mengerti
"Gini maksudnya adalah kaka jangan bawa ka yunna naik motor gede kaka tapi cari yang lebih sederhana tapi romantis"Jelas Reina
"Maksudnya pakai motor butut gitu?"Tanya Rein
Reina menatap Kakanya dengan tatapan jengah
"Ih kaka bukan butut tapi yang lebih classik tapi yang gak terlihat mewah yang sederhana aja"Ucap Reina
Wajah Yeppa seketika berbinar-binar karena mendapat ide
"Kaka bawa aja ka yunna jalan-jalan pakai motor Astrea" Ucap Yepla dengan antusias
"Ka yunna itu gak terlalu suka hadiah tapi dia lebih suka kebersamaan bersama orang yang dia sayang"Ucap Yeppa
"Motor Astrea?"Ucap Reina dan Rein bersamaan
"Motor apaan tuh yep tadi aku mikirnya motor beat"Ucap Reina
Yeppa pun meraih ponsel dan mencari gambar motor yang dia maksud
"Nah ini!"Ucap Yeppa sambil menunjukkan gambar motor yang dia maksud
"Oh ini namanya motor astrea aku taunya astera itu bukan motor"Ucap Reina
Reina pun menatap Rein yang masih diam mendengar perdebatan para adiknya
"Iya ka motor ini aja soalnya ada kata-kata yang mengakatakan Kalo gak astrea gak setia" Ucap Reina
Yeppa pun menganngguk
"Bener gak ka dan motornya pun harus yang udah punya pengalaman maksudnya suka mogok gitu"Ucap Yeppa
Rein dan Reina menatap heran mendengar ucapan dari yeppa
"Motor mogok kok dipake yep"Ucap Rein
Yeppa tersenyum sinis mendengar ucapan Rein
"Kaka pasti gak tau kan?Kalau gak mogok gak romantis ka!"
"Kan nanti kalau mogok bisa dorong-dorongan terus bercanda juga dll nya deh"Ucap Yeppa
Rein pun tersenyum mendengar ucapan Para adiknya
"Bener juga yah kebersamaan gak bisa dibeli dengan uang"Ucap Rein
"Oke kaka akan cari motor Astrea yang kalian bilang tadi"Ucap Rein
Flashback off
__ADS_1