
Edo hari ini mengajak yunna jalan-jalan kemana pun yunna mau namun pada awalnya yunna menolak keras ajakan edo tapi setelah edo rayu dengan lembut akhirnya yunna luluh walaupun harus dengan susah payah
Dan juga yunna hari ini yunna tidak terlalu mual jika berdekatan dengan edo
Dimana ada Restaurand yunna pasti akan merengek ingin makan disana sedangkan Rein dibelakang mereka mengikuti dan menyamar dengan balutan kain rajut dililitkan dilehernya sampai menutupi setengah wajahnya dan juga topi agar menutupi wajahnya
Rein menatap sedih istrinya dia ingin sekali membawa yunna pulang tapi indra melarangnya
Yunna dan edo memasuki restaurand mewah dan Rein juga mengikuti dan dia juga duduk tepat dibelakang Yunna,berkali-kali Rein mengusap air matanya tanda sakit hatinya melihat istri tercintanya bermesraan dengan lelaki lain
"Sayang aku merindukanmu cepatlah sadar siapa dia!"Ucap Rein dalam hatinya
"Sebentar lagi kau akan pulang bersamaku sayang,bentar lagi"Ucap Rein lagi
Edo merasa girang karena yunna benar-benar tidak mual dan bahkan muntah jika berdekatan dengannya hari ini
"Mau makan apa sayang?"Ucap Edo
"Semuanya yang ada dimenu juga boleh"Ucap Yunna
Edo pun langsung memesankan semua kemauan Yunna
15 menit kemudian semua makanan pun tersedia diatas meja yunna dan Edo
"Mau ku suapi?"Tanya Edo
__ADS_1
Yunna menggelengkan kepalanya
"Tidak perlu bukankah aku punya tangan untuk ku gunakan?"Ucap Yunna tanpa menapa edo
Edo tersenyum kecut sedangkan Rein terkekeh mendengarnya
Ponselnya edo pun berdering dan edo pun mengangkatnya dan menjauh dari yunna
Sedangkan yunna melanjutkan makanan dengan khitmat sampai perutnya terasa kram
Yunna meringis kesakitan sampai Rein mendekati yunna
"Ada apa sa..ah no..na"Ucap Rein dengan salah sebut
"Perutku terasa kram mungkin kebanyakan makan"Ucap Yunna
"Bagaimana kabar anak papi sehat?kamu jauh dari papi apa tidak merasa rindu?papi saja sangat merindukan kalian berdua,tolongin papi yah buat mami sadar yah"Ucap Rein dalam hatinya
Entah kenapa perut yunna berangsur-angsur membaik dan bahkan tidak kram lagi dan dia pun merasa nyaman sekali dengan elusan itu berbeda dengan edo bahkan jika perutnya dielus oleh edo pasti akan bertambah keram
"Bagaimana sudah tidak keram lagi?"Tanya Rein
Yunna mengangguk pelan
Rein pun berdiri dan mengelus kepalanya
__ADS_1
"Cepatlah sadar sayang aku merindukanmu"Ucap Rein dan berlalu pergi membuat yunna bingung
"Siapa dia sebenarnya?kenapa respon tubuh dan bahkan anak dalam kandunganku sangat mengenal dia?"Ucap Yunna denga pelan dan masih menatap pintu yang digunakan Rein tadi
Edo sudah kembali dan langsung mengajak yunna pulang karena tangan kanannya menghilang yaitu dimas
Rein sebenarnya tidak pergi bahkan dia masih setia berdiri disekitar restaurand itu dia tersenyum menatap edo seperti orang gelabakan karena tangan kanannya menghilang ini tentu saja karena ulahnya
"Aku terlalu salah membiarkan mu hidup do tapi setelah ini akan ku pastikan peliharaanku akan pesta dagingmu"Ucap Rein dan tersenyum sinis
3 hari berlalu
Edo benar-benar panik atas kehilangan tangan kanannya itu dia takut jika yunna akan sadar siapa dirinya
Sedangkan yunna hari ini suasana hatinya sangat senang entah kenapa?Dia pun mencari keberadaan edo dia merasa bingung 3 hari belakangan ini edo seperti orang kebingungan
"Sayang!"Panggil yunna dan berjalan mendekati edo yang sedang duduk diruang tengah
Edo menoleh dan tersenyum
"Kamu kenapa?3 hari belakangan ini sepertinya gelisah sekali?"Ucap Yunna
"Tidak apa-apa aku hanya takut kehilanganmu"Ucap edo
"Memangnya aku akan kemana sih?"Ucap Yunna
__ADS_1
Edo tersenyum
"Setelah kau melahirkan aku akan menikahimu dan menjadikanmi istriku seutuhnya"Ucap Edo dalam hatinya