
"Apa yang akan kau lakukan Rein?"Tanya Indra
Rein menghentikan langkahnya
"Kau urus semuanya ndra!jika kau tanya aku tentu belum bisa memikirkan nya"Ucap Rein dan kembali melangkah
"Musuhku memang sangat banyak!tap siapa yang sampai nekat melakukan ini!"Ucap Rein dalam hatinya
Rein dan indra pun sampai ke rumah sakit,Rein langsung masuk keruangan Yunna untuk melihat kondisinya
Yunna tak ada perkembangan wajahnya masih pucat alat-alat masih melekat ditubuhnya tanpa ada yang ada berkurang sejak dia pergi tadi
Rein mengelus rambut Yunna
"Cepat sadar sayang!"Ucap Rein dan mencium kening Yunna dan dia mendiamkan bibirnya tetap di kening Yunna dan entah kenapa air mata Rein jatuh mengenai wajah Yunna dengan cepat Rein melepas ciumannya dan menghapus air matanya
"Hubby kenapa menangis seperti itu?"Ucap Yunna
"Ya karena kamu lah yang tidak sadar-sadar"Ucap Rein
Rein langsung sadar dan menatap Yunna dia juga langsung memeluk Yunna
"Akhirnya kau sadar sayang"Ucap Rein
Yunna mengelus rambut Rein
"Hubby jangan terlalu erat memeluknya,************ ku terasa sangat sakit,apa yang terjadi denganku hubby"Ucap Yunna
Rein melepas pelukannya dan dia juga memencet tombol agar dokter datang
"Jangan banyak bergerak!dan jangan banyak bicara sekarang"Ucap Rein yang dia memang belum bisa menjelaskan semuanya pada Yunna
Ical datang bersama dengan para susternya dan langsung memeriksa Yunna
"Cal kenapa rasanya tubuhku sangat sakit bahkan dibagian selangkanganku sangat sakit"Tanya Yunna pada Ical
Ical hanya tersenyum
"Saya periksa dulu yah nona"Ucap Ical
Yunna meraba perutnya yang ternyata sudah Rata
"Tunggu!"Ucap Yunna
"Kenapa perutku rata seperti ini?apa yang terjadi denganku dan apakah aku sudah melahirkan dan makanya itu selangakanku sangat sakit"Ucap Yunna
__ADS_1
Yunna menatap Rein dan tersenyum
"Hubby mana anak kita?aku sudah melahirkan kan?"Ucap Yunna
Rein mendekati Yunna dan mengelus rambut Yunna
"Kamu diperiksa dulu yah sayang baru nanti aku beritahu"Ucap Rein
Yunna menganggukkan kepala dan tersenyum,ical tersenyum kecut melihat ini semuanya yang kenyatanya anak dari yunna telah tiada dan juga merasa sangat kasian dengan Rein
Ical pun memeriksa Yunna
"Kondisi nona sudah mulai stabil dan juga sudah bisa dipindahkan keruang rawat tapi aku mohon nona jangan banyak bergerak karena jahitannya belum kering"Ucap Ical
Rein mengangguk
"Hubby pasti anak kita tampan seperti mu dan siapa namanya"Ucap Yunna
"Kamu dipindahkan dulu yah baru kita bahasa dia"Ucap Rein
Yunna pun dipindahkan Keruang Rawat dan semua keluarga berkumpul disana tapi semua tak ada yang tersenyum yang ada hanya diam membuat Yunna curiga
"Hubby kenapa semuanya seperti sedih seperti itu?apakah mereka tidak senang dengan kelahiran anakku"Ucap Yunna
"Tidak sayang bahkan mereka sangat senang dengan kelahiran jagoan ku"Ucap Rein sambil mengelus rambut Yunna
"Apakah dia sangat tampan hubby sama seperti mu?dan nama apa yang kau berikan padanya"Ucap Yunna
"Dia sangat tampan sayang persis sepertiku"Ucap Rein
"Dan aku memberi namanya Raihan Putra Baskoro Wijaya yang arti lelaki yang harum yang terlahir dikeluarga Baskoro dan Wijaya"Ucap Rein
Yunna tersenyum dan memeluk Rein
"Indah sekali artinya apakah boleh aku melihatnya?"Ucap Yunna
Rein menggelengkan kepalanya
"Aku akan jelaskan semuanya tapi aku mohon kamu harus tetap tenang"Ucap Rein
Yunna mengerucutkan alisnya
"Maksudmu apa hubby?"Ucap Yunna
Rein menarik nafasnya dan menghebuskan nafasnya dengan kasar bagaimana pun yunna harus tau kenyataan ini
__ADS_1
"Anak kita terlahir prematur dan bahkan kau belum saatnya melahirkan karena usia kandunganmu baru 5 bulan 2 minggu dan anak kita tidak bisa diselamatkan sayang"Ucap Rein
Yunna terkejut dan langsung histeris mendengar anaknya tidak bisa diselamatkan
"Kau bohong hubby!anak kita sangat sehat bagaimana bisa dia meninggal?"Ucap Yunna yang masih histeris
Rein memeluk Yunna yang histeris
"Aku ingin melihatnya hubby,aku tidak percaya jika Raihan pergi meninggalkan kita tanpa bertemu denganku"Ucap Yunna
"Aku sudah menguburkannya sayang"Ucap Rein
Yunna langsung melepaskan pelukannya dan menatap Rein dengan tatapan kecewanya
"Kau mengubur anak kita tanpa menungguku melihatnya terlebih dahulu"Ucap Yunna
"Maafkan aku karena kondisi Raihan memang sudah harus dikuburkan sayang"Ucap Rein yang masih berusaha ingin memeluk Yunna
Yunna menepis tangan Rein
"Kamu jahat hubby!"Ucap Yunna dan kembali menangis
"Untuk apa aku hidup jika anakku telah pergi meninggalkanku seharusnya kau biarkan saja aku pergi bersamanya hubby"Ucap Yunna
"Jangan bicara seperti itu Sayang!ikhlaskan Raihan sayang"Ucap Rein dan kembali memeluk Yunna,yunna pun membalas pelukan Rein dan menangis dipelukan Rein
Mamah Raisya dan Mommy ana juga menangis didalam pelukan suaminya karena melihat anak mereka sangat terpukul atas kehilangan anak mereka
Para sahabat juga ikut meneteskan air mata mereka begitupun para adik
"Aku sudah gagal menjadi ibu dan istri hubby"Ucap Yunna
"Tidak!tidak kau istri terbaik sayang,ini semua takdir dari tuhan"Ucap Rein
"Takdir ini sangat menyakitkan hubby,dunia ku hancur ketika aku tahu anak kita meninggal"Ucap Yunna
"Ikhlas dia sayang!kebahagia dia bukan bersama kita"Ucap Rein
"Ini sangat berat untuku hubby"Ucap Yunna
"Kita lewati ini bersama-sama yah sayang"Ucap Rein
Yunna menatap Rein dengan mata penuh air matanya
"Bisa biarkan aku sendiri hubby"Ucap Yunna
__ADS_1
"Tidak!aku akan selalu bersama mu"Ucap Rein
"Apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu sayang"Ucap Rein dan ikut menangis sambil memeluk Yunna