
Rein pun kembali ke kamarnya dan dia melihat Yunna sudah siap ingin pergi
"Sayang kamu mau kemana?"Ucap Rein menahan Yunna
"Sudah ku bilang kan aku ingin kerumah Mommy dan Daddy"Ucap Yunna ingin pergi
"Sayang rumah mu disini jangan tinggalkan aku"Ucap Rein
"Rumah macam apa?jika aku diperlakukan kasar oleh suamiku sendiri"Ucap Yunna
"Sayang aku minta maaf"Ucap Rein
"Aku tidak butuh maafmu,biarkan aku pergi"Ucap Yunna
"Sayang kita bicarakan lagi ini,jangan pergi seperti ini aku mohon"Ucap Rein
"Niatku sudah bulat jadi jangan halangi aku"Ucap Yunna
Rein diam sambil menatap Yunna
"Apakah tidak ada maaf untukku?"Ucap Rein memastikan
Yunna menggelengkan kepalanya
Rein tersenyum tipis
"Baiklah biar aku antar tunggu sini aku memakai bajuku"Ucap Rein
"Tidak perlu aku bisa sendiri"Ucap Yunna
"Mohon jangan tolak permintaan ku"Ucap Rein dan langsung memakai jaketnya dengan cepat
"Ayo!"Ucap Rein sambil menyerahkan tangannya tapi Yunna melewatinya begitu saja
Semua pelayan menyapa mereka tapi mereka berdua acuh membuat para pelayan bertanya-tanya apalagi muka kedua sama-sama tegang
Rein berniat ingin membukakan pintu tapi Yunna malah menepis tangan Rein dan membukanya sendiri
Rein hanya diam sambil sesekali menarik nafasnya dengan sikap Yunna
Selama perjalanan Yunna benar-benar diam bahkan enggan menatap Rein tapi Rein sesekali menatap Yunna
Akhirnya mereka pun sampai dengan cepat Yunna ingin keluar tapi Rein mengunci mobilnya
"Buka mobilnya"Ucap Yunna dengan ketus
"Sayang?"Ucap Rein
Yunna tersenyum sinis membuat perasaan Rein menjadi sakit
"Mulailah belajar berhenti memanggilku sayang Re..in"Ucap Yunna
"Aku memang salah tapi haruskah kau seperti ini kepadaku?"Ucap Rein
"Aku kecewa padamu bahkan kau tadi malam tak menghiraukan Tangisan ku kan?"Ucap Yunna
"Kau bukan suamiku yang dulu kau monster"Ucap Yunna entah kenapa air matanya jatuh ketika menyebut Rein itu
"Aku hanya tidak ingin kau pergi sayang,aku tidak mau"Ucap Rein
"Tapi sikapmu tadi malam membuat ku ingin pergi"Ucap Yunna
"Aku salah sayang,aku benar-benar tidak bisa mengontrol amarahku"Ucap Rein
Rein ingin menghapus air mata Yunna tapi Yunna menepisnya
"Jangan sentuh aku dan sekarang biarkan aku pergi"Ucap Yunna
Rein diam tapi masih menatap Yunna
"Aku bilang buka mobilnya"Ucap Yunna
__ADS_1
Dengan berat hati Rein pun membuka kunci mobilnya dengan cepat Yunna pergi tapi Rein tak mengejarnya dia hanya menatap kepergian Yunna
"Aku mohon ada keajaiban agar ada alasan agar kita bisa bersama"Ucap Rein
Yunna berlari menuju kamarnya tanpa memperdulikan Mommy dan Daddy nya yang sedang duduk diruang tamu
"Sayang!"Ucap Mommy ana tapi Yunna tak menghiraukannya terus saja berlari menuju kamarnya
Mommy ana pun menyusul putri sulungnya tapi sayang pintu kamarnya dikunci oleh Yunna
"Sayang kamu kenapa?"Ucap Mommy ana
Yunna tak menjawab panggilan sang Mommy
"Yunna buka pintu sayang,kamu kenapa?"Ucap Mommy ana
"Aku ingin sendiri mom,aku mohon"Ucap Yunna
"Jangan seperti sayang!ayo buka pintunya Mommy mau bicara"Ucap Mommy ana
Yunna tak menghiraukannya
Disisi Daddy Salim
Rein pun masuk kedalam Rumah Yunna
"Ada apa Rein?"Ucap Daddy Salim
Rein diam terlihat dari tatapannya ada kefrustasian
"Duduk dulu"Ucap Daddy Salim mempersilahkan Rein duduk
"Kenapa Yunna bisa seperti itu?"Tanya Daddy Salim
"Ini memang salahku dad"Ucap Rein
"Maksudnya apa?kamu selingkuh?"Ucap Daddy Salim yang mulai meninggi
Rein tersenyum tipis
"Tapi kenapa anakku bisa menangis seperti itu?"Ucap Daddy Salim
"Aku tidak bisa menceritakannya dad karena ini aib keluargaku"Ucap Rein
Daddy Salim diam dia memang tau bagaimana sikap Rein yang memang sangat tertutup masalah pribadinya
"Aku titip istriku ya dad"Ucap Rein
"Kau ingin meninggalkannya?"Ucap Daddy Salim
"Bukan aku dad tapi dia ingin meninggalku"Ucap Rein
Rein mencium punggung tangan sang Daddy Salim
"Aku pulang dulu"Ucap Rein dan pergi
Rein sudah ada dimobil tapi dia diam sambil menatap Rumah Yunna
Rein memukul-mukul setir mobilnya
"Kau bodoh Rein!kau bodoh!"Ucap Nya
"Seharusnya kau menanyainya bukan malah memperlakukannya seperti orang yang bersalah"Ucap Rein
"Akhhhhhhhhh"Ucap Rein dan memukulkan kepalanya disetir mobil dan dia menangis
"Aku akan kembali sayang dan membawamu pulang"Ucap Rein
Rein melajukan mobilnya dan Yunna melihat kepergian Rein dari jendela kamarnya
Dia hanya diam menatap kepergian Rein ada Rasa sedih,kecewa dan marah semuanya menjadi satu
__ADS_1
"Sesegera aku ingin melupakanmu REIN KHALID BASKORO!"Ucap Yunna dengan mantab
Rein melajukan mobilnya dengan cepat menuju markasnya dimana Denal berada dia sangat marah ingin menanyai nya
Rein memarkirkan mobilnya sembarang bahkan tanpa menutup pintu mobil dia berjalan dengan cepat
Rein menendang pintu ruang itu dan ternyata Denal sedang duduk sambil terikat,Rein langsung menendang dengan kuat Denal sampai dia jatuh kelantai
Rein menginjak wajah Denal dengan kuatnya,semua Yang ada diruang itu tidak ada yang berani menegur mereka hanya melihat saja kemurkaan sang tuan muda mereka bahkan Indra pun tak berani
"Cepat katakan kenapa bisa istriku ingin meninggalkan ku?"Ucap Rein bahkan raut wajahnya sudah sangat mengerikan
"Buat apa aku mengakatakannya tidak ada untungnya"Ucap Denal
Rein langsung menendang perut Denal membuat mulut Denal mengeluarkan darah
"Aku akan berbaik hati membuat kematian mu lebih nyaman agar kita sama-sama nyaman"Ucap Rein
"Jika aku harus mati lebih baik mati saja!"Ucap Denal berteriak
"Menantang ku?"Ucap Rein
"Ndra keluarkan data-datanya"Ucap Rein
"Baik!"Ucap Indra
"Denal Mario,disebesarkan disebuah panti asuhan.."Ucap Indra terpotong
"Dataku tidak penting karena aku sebatang kara tuan-tuan"Ucap Denal dan tersenyum
"Hm tapi kau memiliki kekasih bernama Lyandra kan?"Ucap Indra
Denal langsung diam dan wajahnya pun berubah menjadi pucat
Rein tersenyum puas
"Kita biarkan dia hidup tapi bagaimana jika kekasihnya saja kita abisi"Ucap Rein
"Beraninya kau?"Ucap Denal
"Kenapa tidak?kau harus merasakan apa yang aku rasakan bahkan lebih"Ucap Rein
"Cepat bawa dia kemari!"Perintah Rein pada Bodyguard nya
"Tunggu!oke aku katakan kenapa istrimu ingin meninggalkanmu"Ucap Denal
"Katakan!"Ucap Rein
Denal pun menceritakan semuanya tanpa ada tertinggal
"Siapa yang menyuruhmu?"Ucap Rein
"Aku tidak tahu karena dia selalu menghubungi kami lewat pesan suara bahkan suaranya di ubah"Ucap Denal
"Jangan bohong!"Teriak Rein
"Aku bersungguh-sungguh!aku tidak mengatahuinya dia tidak pernah menampakkan dirinya,hanya tangan kanan saja yang selalu menjumpai kami tapi dia selalu menggunakan topeng"Ucap Denal
"Siapa nama tangan kanannya?"Ucap Indra
"Kami sering memanggilnya Hanmau! "Ucap Denal
"Hanmau?"Ucap Rein dan Indra
"Tunggu nama ini sangat familiar ditelinga ku"Ucap Indra
"Benarkah?"Ucap Rein
"Ya,tapi aku lupa"Ucap Indra
"Musuh kita sudah ingin menemui titik terang,kau ingat terus ndra"Ucap Rein
__ADS_1
"Bodyguard urus dia!"Ucap Rein