
Rein benar-benar mengikuti ucapan yunna untuk mandi menggunkan sabun yang sangat banyak
Rein keluar dengan senyum diwajahnya wanginya pun sangat harus
"Harum!"Ucap Yunna
Rein terkekeh
"Aku selalu harum tidak mandi pun sebenarnya aku harum"Ucap Rein
Rein menyerahkan baju yang dipakai tadi kepada bodyguardnya untuk dibuang
"Ini buang baju ini jangan pernah nampakkan lagi didepanku"Ucap Rein
"Baik bos!"Ucap bodyguardnya
Rein duduk disofa sambil membuka e-mail yang dikirim indra dari laptopnya
Yunna merasa Rein tidak menghiraukannya dan menjadi cemberut
"Hubby katanya mau jagain aku tapi kok malah kerja"Ucap Yunna
Rein menatap yunna yang sudah memasang wajah cemberutnya dia menutup laptopnya dan menghampiri yunna
"Aku hanya mencek-cek pekerjaan saja sayang"Ucap Rein
"Hubby peluk aku,aku mau didekat hubby aja gak mau jauh"Ucap Yunna dengan manja
Rein tertawa kecil dan memeluk yunna
"Iyah aku akan selalu didekatmu tidak akan jauh-jauh"Ucap Rein
Yunna tersenyum dan mempererat pelukkanya
"Hubby kapan aku akan pulang aku bosan"Ucap Yunna
"Kata dokter tadi besok sayang"Ucap Rein
"Sekarang aja bisa hubby"Rengek yunna
Rein menggelengkan kepalanya
"Ingat kesehatanmu dan anak kita sayang"Ucap Rein
"Tapi aku bosan hubby mau pulang"Ucap Yunna
"Tunggu besok yah sayang jangan merengek seperti ini aku tidak kuat"Ucap Rein
"Tidak mau aku maunya pulang sekarang"Ucap Yunna
"Yunna ingat kesehatanmu!"Ucap Rein dengan tegas
Yunna langsung menunduk yunna paham jika Rein sudah menyebut namanya dan bersuara tegas berarti ucapannya mutlak
Yunna merebahkan dirinya dibrankas dan menyelimuti dirinya dan membelakangi Rein
Rein yang melihat itu menjadi merasa bersalah karena telah membetaknya tadi
"Sayang!"Ucap Rein dengan lembut
Yunna tak bergeming yang terdengar hanya sesegukkan yunna menangis
Rein langsung naik kebrangkas yang memang muat untuk 2 orang Rein langsung memeluk yunna dia merasa bersalah karena telah membentaknya tadi
"Sayang maafkan aku!"Ucap Rein
Yunna mendorong Rein dan juga memukul Rein
"Turun dari tempat tidurku!jangan peluk aku jangan dekati aku sekarang keluar!kamu jahat karena telah membentakku tadi"Ucap Yunna
__ADS_1
Rein diam sambil menantap wajah yunna yang sedang marah dengannya
"Sayang aku tidak bermaksud membentakmu!"Ucap Rein
"Tidak bermaksud katamu hah?tadi apa suaramu sangat tinggi"Ucap Yunna dengan wajah penuh air mata
"Sekarang turun dan jauhi aku"Ucap dengan suara yang tinggi
"Sayang..."Ucap Rein
"Turun dan jauhi aku!"Ucap Yunna dengan tatapan membunuhnya
"Tapi aku ingin sekali berbicara dengan anakku bagaimana bisa aku menjauhimu"Ucap Rein
"Ini anakku bukan anakmu"Ucap Yunna
Rein terkekeh
"Itu kecebongku bagaimana bisa kamu bilang itu anakmu saja itu anak kita bersama"Ucap Rein
"Tidak mau sekarang kamu jauhi aku"Ucap Yunna
Rein pun turun dari brankas yunna dengan perlahan dan tetap menatap yunna dengan bibir manyunnya
"Yakin nih nyuruh aku turun dan menjauhimu"Tanya Rein dengan wajah memelasnya
Yunna mengangguk
"Aku tidak kuat jauh-jauh darimu"Ucap Rein
"Aku bisa gila jika malam hari tidak memeluk istri cantikku"Ucap Rein sambil menghentakkan kakinya dilantai
Yunna menggigit bibir bawahnya menahan tawanya
"Jika ingin tertawa jangan tahan sayang!"Ucap Rein
"Siapa juga yang ingin tertawa sekaranh jauhi aku"Ucap Yunna
Yunna menelan ludahnya mendengar kata makanan
"Kenapa sih hanya mendengar kata makanan saja aku bisa langsung lapar"Ucap Yunna dalam hatinya
"Lihat saja sampai mana kamu akan bertahan sayang"Ucap Rein dalam hatinya
Rein menyuruh para bodyguardnya untuk membelikan makanan untuknya
Rein duduk disofa sambil menatap yunna dengan ekspresi yang dibuat-buat agar yunna tertawa tapi bukannya tertawa yunna malah menunjukkan tangan dikepal kepada Rein
Rein terkekeh dengan tingkah yunna jika ngambek pasti sangat menggemaskan
"Astaga ini makanan sepertinya sangat lezat aku harus kesana nanti"Ucap Rein agar kencang agar didengar oleh yunna
Karena semakin kesal yunna pun mengambil ponselnya dan bermain sosial media
Yunna memainkan ponselnya sambil tersenyum sambil sesekali tertawa lepas
Rein mengerucutkan alisnya dan menghampiri yunna
"Apa yang kamu liat?"Tanya Rein
Yunna tidak menghiraukan Rein
"Sayang aku berbicara kepadamu"Ucap Rein
Yunna menatap Rein dengan tatapan kesalnya
"Bukan urusanmu!"Ucap Yunna
"Aku suamimu aku berhak tau apapun yang kamu lakukan"Ucap Rein
__ADS_1
"Serah kamu lah!"Ucap Yunna dengan acuh
Rein memijat pangkal hidungnya dan menarik nafasnya dengan kasar dan menghembuskannya kasar
"Yunna putri salim baskoro!"Panggil Rein dengan tegas
Yunna menatap Rein lagi
"Apa"Ucap Yunna dengan ketus
Rein langsung mencium bibir yunna dengan kasar dan menaiki brankas yunna dan sekarang yunna berada dibawah kungkungan Rein
Rein masih mencium bibir yuna sampai yunna hampir kehabisan nafas dan memukul-mukul dada Rein,Rein melepaskan ciumannya
Rein tersenyum sambil ngongosan
Yunna juga begitu,Yunna semakin kesal saja dengan Rein
"Jika masih ngambek denganku,aku pastikan aku akan memakanmu disini sekarang"Ucap Rein dengan tatapan nakalnya
Yunna langsung melotot
"I..yah aku tidak akan ngambek lagi"Ucap Yunna dengan ketakutan
Rein tertawa melihat ekspresi wajah yunna yang begitu menggemaskan baginya
"Sebegitu takutnya kamu sayang?tapi kita tidak pernah melakukan itu dirumah sakit"Ucap Rein dengan senyum nakalnya
Yunna semakin ketakutan
"Jangan hubby,aku takut nanti ada yang masuk kesini"Ucap yunna
Rein tertawa kecil dan merebahkan dirinya disamping yunna dan meraih pinggang yunna dan memasukkannya tubuh yunna kedalam pelukkanya
"Aku tidak akan melakukannya jika kamu tidak mau"Ucap Rein sambil memejamkan matanya dan menikmati aroma rambut yunna
Yunna merasa lega yunna juga merasa nyaman berada didalam pelukka Rein
"Jangan ngambek lagi kepadaku"Ucap Rein
"Jika kamu tidak nakal aku tidak akan ngambek"Ucap Yunna sambil mengelus-elus dada bidang Rein
Rein terkekeh
"Aku nakal?ah kamu benar tapi jika aku tidak nakal kamu tidak akan hamil"Ucap Rein
"Hubby ih"Ucap Yunna dengan malu-malu
Rein kembali memeluk yunna dengan erat
"Maafkan aku tadi yah karena membentakkmu"Ucap Rein
Yunna menatap Rein dan mengelus wajah Rein
"Tidak mau"Ucap Yunna dengan bibir manyunnya
Rein tersenyum dan menyentuh bibir yunna
"Bibirmu ini sangat membuatku candu dan selalu mengoda jadi jangan membuatku ingin mencobanya sekarang"Ucap Rein
"Aku benaran tidak mau memaafkanmu"Ucap Yunna
"Benarkah?walaupun aku belikan makanan kesukaanmu?"Ucap Rein
Yunna langsung menatap Rein dengan tatapan berbinar-binarnya
"Makanan?"Ucap Yunna
Rein mencium bibir yunna sekilas
__ADS_1
"Jika dengar makanan saja wajahmu langsung seperti itu"Ucap Rein sambil geleng-geleng kepala